Adat Suci Seorang Mustahadhoh (Cara Mandinya/Bersuci Mustahadhoh)

Benangmerahdasi  – Adat Suci Seorang Mustahadhoh (Cara Mandinya/Bersuci Mustahadhoh). Melanjutkan kajian fiqih wanita kitab Risalatul Mahidh yang telah sampai di bagian 17.

Kajian fiqih wanita
Kitab: Risalatul Mahidh
Bagian: 17
Oleh: Dede Amalia

Adat Suci Seorang Mustahadhoh (Cara Mandinya/Bersuci Mustahadhoh)

بسم الله الرحمن الرحيم

Masih lanjutan Mustahadhoh Mu’tadah Ghoiru Mumayyizah Dzakiroh Li’adatiha Qosron Wa Waqtan:

ADAT SUCI

Dalam menentukan adat suci seorang mustahadhoh ketentuannya juga sama seperti pada menentukan adat haidhnya. Adat suci ditetapkan dengan satu kali masa sucian (masa suci terakhir sebelum istihadhoh) atau dengan dua kali masa suci/lebih pada adat suci yang berubah-ubah namun membentuk pola/intidzom dan juga terulang/tikror.

√ Namun adat suci adakalanya yang menyesuai adat haidhnya dan adakalanya yang tidak. Maksud adat suci yang menyesuai adat haidhnya seperti adat haidh membentuk pola dan terulang pada adat sucinya pun demikian membentuk pola dan terulang.

Contoh:
Adat haidh seorang wanita 6-8-10-6-8-10 hr dan adat sucinya 24-22-20-24-22-20 hr maka antara adat haidh maupun adat sucinya dinamakan saling bersesuaian yaitu sama-sama membentuk pola/intidzom dan sama-sama terulang/tikror.

Karena saling bersesuaian maka ketika wanita tersebut mengalami istihadhoh baik adat haidh maupun adat suci tersebut bisa digunakan untuk menghukumi.

Dengan demikian ketika:
Adat haidhnya tidak membentuk pola dan terulang tapi pada adat sucinya membentuk pola dan terulang seperti adat haidhnya 10-6-8-6-10-8 hr, sedang adat sucinya 18-19-20-18-19-20 hr.

Maka ketika terjadi istihadhoh dalam menghukumi haidhnya dikembalikan pada adat haidh terakhir yaitu 8 hr sedangkan dalam menghukumi sucinya mengikuti pola 18-19-20 tersebut.

Adat haidhnya membentuk pola/intidzom dan juga terulang/tikror tapi pada adat sucinya tidak. Seperti adat haidnya 6-8-10-6-8-10 hr, sedang pada adat sucinya 19-17-20-17-19-18 hr.

Maka ketika terjadi istihadhoh dalam menghukumi haidnya dikembalikan pada pola di atas yaitu untuk istihadhoh di bulan pertama 6 hr kemudian 8 hr kemudian 10 hr, sedangkan dalam menghukumi sucinya dikembalikan pada adat suci terakhir yaitu 18 hr.

Baca Juga: Adat haid tetap dan adat haidh yang berubah-ubah kitab risalatul mahidh

Adat Suci Seorang Mustahadhoh (Cara Mandinya/Bersuci Mustahadhoh)

MANDINYA MUSTAHADHOH MU’TADAH GHOIRU MUMAYYIZAH DZAKIROH LI’ADATIHA QODRON WA WAQTAN

Setiap Mustahadhoh Mu’tadah Ghoiru Mumayyizah Dzakiroh Li’adatiha Qodron Wa Waqtan pada daur/siklus pertama mandinya menunggu setelah lewat 15 hari, dikarenakan wanita mustahadhoh tersebut tidak mengetahui akan mengalami istihadhoh, dan mengqodho sholat dan puasa wajib yang ditinggalkan pada hari-hari yang terhukumi suci.

Adapun yang dimaksud daur/siklus adalah masa yang mencakup haidh dan suci. Misal seorang wanita haidh sebelumnya 5 hari dan sucinya 20 hari maka daur/siklus wanita tersebut adalah 25 hr.

Adapun pada daur/siklus kedua dan selanjutnya mandinya setelah melewati masa adat.
Contoh:
Seorang wanita adat haidh nya bulan 1-6 berjumlah 6-8-10-6-8-10 hr. Di bulan 7-12 mengalami istihadhoh maka pada bulan ke 7 mandinya setelah lewat 15 hr dan yang dihukumi haidh adalah 6 hr karena mengikuti pola adat haidh di atas (6-8-10-6-8-10), dengan demikian wajib mengqodho sholat selama 9 hari.

Sedang pada bulan selanjutnya yaitu bulan 8 wajib mandinya setelah lewat hari ke 8, dan langsung diperbolehkan melakukan sholat dan puasa. Dan pada bulan 9 nya wajib mandi setelah lewat hari ke 10. Begitupun selanjutnya.

Adapun wanita mustahadhoh yang diwajibkan ihtiyath (dimana wanita tersebut harus menempatkan sebagian dirinya seperti orang yang suci dengan demikian tetap diwajibkan sholat dan puasa romadhon, dan sebagian dirinya seperti orang yang haidh yang mana haram melakukan jimak ) seperti contoh wanita tersebut memiliki adat haidh 6-8-10 namun lupa adat terakhir sebelum mengalami istihadhoh.

Maka haidhnya dikembalikan pada adat haidh terkecil yaitu 6 hr dan wajib ihtiyath di hari setelahnya yaitu hari ke 7-10. Dan wanita ini wajib mandinya yaitu di akhir hari ke 6, akhir hari ke 8 dan akhir hari ke 10.

Berarti dalam setiap bulan/siklusnya mandi sebanyak 3 kali. Adapun setelah melewati hari ke 10 wanita tadi sudah terhukumi sebagaimana orang yang suci.

Adat Suci Seorang Mustahadhoh (Cara Mandinya/Bersuci Mustahadhoh)

المجموع شرح مهذب ج ٢ ص ٤٢١:
[ ﻭﻳﺜﺒﺖ اﻟﻄﻬﺮ ﺑﺎﻟﻌﺎﺩﺓ ﻛﻤﺎ ﻳﺜﺒﺖ اﻟﺤﻴﺾ ﻓﺈﺫا ﺣﺎﺿﺖ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﻃﻬﺮﺕ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﺛﻢ ﺭﺃﺕ اﻟﺪﻡ ﻭﻋﺒﺮ اﻟﺨﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﺟﻌﻞ ﺣﻴﻀﻬﺎ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺷﻬﺮﻳﻦ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭاﻟﺒﺎﻗﻲ ﻃﻬﺮ]

*
[ اﻟﺸﺮﺡ]
اﺗﻔﻖ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺛﺒﻮﺕ اﻟﻄﻬﺮ ﺑﺎﻟﻌﺎﺩﺓ ﻭﺳﻮاء ﻃﺎﻟﺖ ﻣﺪﺓ اﻟﻄﻬﺮ ﺳﻨﺔ ﺃﻭ ﺳﻨﺘﻴﻦ ﺃﻭ ﺃﻛﺜﺮ ﻫﺬا ﻫﻮ اﻟﺼﺤﻴﺢ اﻟﻤﺸﻬﻮﺭ ﻭﻗﺪ ﺗﻘﺪﻡ ﻗﻮﻝ اﻟﻘﻔﺎﻝ ﻭﻣﻦ ﺗﺎﺑﻌﻪ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺗﺜﺒﺖ ﻓﻴﻤﺎ ﺇﺫا ﺯاﺩ اﻟﺤﻴﺾ ﻭاﻟﻄﻬﺮ ﻋﻠﻰ ﺗﺴﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭاﻷﻭﻝ ﻫﻮ اﻟﻤﺬﻫﺐ ﻭﻋﻠﻴﻪ اﻟﺘﻔﺮﻳﻊ ﻓﺈﺫا ﺭﺃﺕ اﻟﻤﺒﺘﺪﺃﺓ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﺣﻴﻀﺎ ﺛﻢ ﻃﻬﺮﺕ ﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﺛﻢ ﺣﺎﺿﺖ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﻭﻃﻬﺮﺕ ﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﺛﻢ ﺃﻃﺒﻖ ﺩﻡ ﻣﺒﻬﻢ ﻛﺎﻥ ﺩﻭﺭﻫﺎ ﺳﺘﺔ ﻋﺸﺮ ﻳﻮﻣﺎ ﻣﻨﻬﺎ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﺣﻴﺾ ﻭﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﻃﻬﺮ ﻭﺇﻥ ﺭﺃﺕ ﺫﻟﻚ ﻣﺮﺓ ﻭاﺣﺪﺓ ﺛﻢ ﺃﻃﺒﻖ اﻟﺪﻡ ﻓﺈﻥ ﺃﺛﺒﺘﻨﺎ ﻋﺎﺩﺓ اﻟﺘﻤﻴﻴﺰ ﺑﻤﺮﺓ ﻓﻜﺬﻟﻚ ﻭﺇﻻ ﻓﻠﻴﺴﺖ ﻣﻌﺘﺎﺩﺓ: ﻭﻟﻮ ﺭﺃﺕ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﺩﻣﺎ ﻭﺳﻨﺔ ﻃﻬﺮا ﻣﺮﺓ ﺃﻭ ﻣﺮﺗﻴﻦ ﺛﻢ ﺃﻃﺒﻖ اﻟﺪﻡ ﻛﺎﻥ ﺩﻭﺭﻫﺎ ﺳﻨﺔ ﻭﻳﻮﻣﺎ ﻣﻨﻬﺎ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﺣﻴﺾ ﻭﺳﻨﺔ ﻃﻬﺮ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺣﻜﻢ ﻣﺎ ﺯاﺩ ﻭﻧﻘﺺ ﻭﻇﺎﻫﺮ ﻋﺒﺎﺭﺓ اﻟﻤﺼﻨﻒ ﺃﻧﻪ ﺃﺛﺒﺖ ﻋﺎﺩﺓ اﻟﺘﻤﻴﻴﺰ ﺑﻤﺮﺓ ﻓﺈﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﺮﻋﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺬﻫﺐ ﻭﻫﻮ ﺛﺒﻮﺗﻬﺎ ﺑﻤﺮﺓ ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ اﺧﺘﻴﺎﺭﻩ اﻟﻘﻄﻊ ﺑﺜﺒﻮﺗﻬﺎ ﺑﻤﺮﺓ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ اﻣﺎﻡ اﻟﺤﺮﻣﻴﻦ ﻭﻣﻦ ﺗﺎﺑﻌﻪ

رسالة المستحاضة ص ٢٣:
(خاتمة) لا يجب الغسل على هذه المعتادة غير المميزة إلا بعد مضي خمسة عشر يوما فى الدور الاول وفى الدور الثانى وما بعده يجب الغسل عند مجاوزة عادة حيضها
وفى التحفة ما نصه: او كانت معتادة غير مميزة بان سبق لها حيض وطهر فترد اليها قدرا ووقتا – الى ان قال – نعم يلزمها فى اول دور ان تمسك عند مجاوزة العادة عما يحرم بالحيض لعله ينقطع قبل اكثره فيكون للكل حيضا.
وفى الدور الثانى وما بعده تغتسل وتصوم وتصلى وتفعل ما تفعله الطاهرة بمجرد مجاوزة العادة. اه‍

حاشية الجمال مع التحفة:
والمراد بهذا الاحتياط انها تغتسل عند كل نوبة من الزائد وتكون فى هذه المدة كحائض فى احكام وطاهر فى احكام وهي كحائض فى نحو الوطء وطاهرة فى العبادة الى آخر السبعة لكنها تغتسل آخر الخمسة والسبعة ثم تكون كطاهرة الى آخر الشهر.

والله أعلم بالصواب………………………

Adat Suci Seorang Mustahadhoh (Cara Mandinya/Bersuci Mustahadhoh)

Bersambung… Jangan lewatkan kajian berikutnya, dan bagi pembaca yang mempunyai pertanyaan silahkan bisa menulisnya di kolom komentar dan akan di respons sesuai urutan yang ada.

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.