Bacaan Qunut Dalam Qadla’ Shalat Subuh

Benangmerahdasi – Bacaan Qunut Dalam Qadla’ Shalat Subuh. menjawab pertanyaan dari keluarga DASI yang mempertanyakan Dibaca keras atau lirihkah bacaan qunut dalam qadla’ shalat subuh yang dilaksanakan pada siang hari?”

Fiqih Bab Sholat
No: 00212

Bacaan Qunut Dalam Qadla’ Shalat Subuh

PERTANYAAN

“Dibaca keras atau lirihkah bacaan qunut dalam qadla’ shalat subuh yang dilaksanakan pada siang hari?”

JAWABAN

Imam Syamsuddin; Muhammad bin Abi al-Abbas; Ahmad bin Hamzah; Syihabuddin al-Ramli di dalam kitabnya (Nihayah al-Muhtaj) menyatakan bahwa yang shahih, sesungguhnya Imam dianjurkan mengeraskan suara dalam membacanya (qunut) pada waktu pelaksanaan shalat yang dibaca lirih bacaannya sebagaimana mengqadla’ shalat subuh atau witir setelah terbitnya matahari.

Membaca keras semacam itu adalah mengikuti Nabi sebagaimana hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan yang lain, hanya saja yang dibaca keras adalah qunut bukan bacaan yang lain sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Imam al-Mawardi dan dinilai baik oleh Imam al-Zarkasyi juga yang lain.

Baca juga: Penjelasan dalan Tasyahud akhir, hanya sholawat Ibrohimiyah saja yang dibaca

Dalam mengomentari uraian tersebut, Imam al-Syibramulisi menyatakan bahwa dianjurkannya bagi Imam untuk mengeraskan suara dalam membaca qunut pada waktu yang dianjurkan untuk melirihkan bacaan, karena yang dimaksud dengan qunut adalah berdo’a dan bacaan “amin” ma’mum, maka dianjurkan mengeraskan suara agar didengar oleh ma’mum untuk kemudian membaca “amin”.

Imam Syamsuddin; Muhammad bin Ahmad al Khatib al-Syarbini al-Syafi’i di dalam kitabnya (Mughni al-Muhtaj) menambahkan bahwa orang yang shalat sendiri dianjurkan melirihkan bacaan secara pasti.

Dari pemaparan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa shalat subuh yang diqadla` pada siang hari, semua bacaannya dibaca lirih kecuali do’a qunut. Maka untuk Imam, qunut dibaca keras, sedangkan untuk orang yang shalat sendirian (munfarid) dan makmum dibaca lirih.

Dasar pengambilan (1)

:(و) الصحيح (أن الإمام يجهر به) استحبابا في السرية كأن قضى صبحا أو وترا بعد طلوع الشمس والجهر به للاتباع، رواه البخاري وغيره، وليكن جهره به دون جهره بالقراءة كما قاله الماوردي واستحسنه الزركشي وغيره. ——- [حاشية الشبراملسي] قوله: كأن قضى صبحا) وإنما طلب من الإمام الجهر بالقنوت في السرية مع أنها ليست محل الجهر، ومن ثم طلب الإسرار بالقراءة فيها لأن المقصود من القنوت الدعاء وتأمين القوم عليه فطلب الجهر ليسمعوا فيؤمنوا نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج (1/ 506)

Dasar pengambilan (2)

:(و) الصحيح (أن الإمام يجهر به) للاتباع رواه البخاري وغيره قال الماوردي: وليكن جهره به دون جهره بالقراءة، والثاني لا كسائر الأدعية المشروعة في الصلاة. أما المنفرد فيسر قطعا . مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج (1/ 370)

Daftar Pustaka:
1. Nihayah al-Muhtaj. I/ 506
2. Mughni al-Muhtaj. I/ 370

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda kungungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.