Definisi Haid, Dasar Hukum Haid dan Usia Haid Kitab Risalatul Mahidh

Benangmerahdasi – Definisi Haid, Dasar Hukum Haid dan Usia Haid. Kajian fiqih wanita kitab Risalatul Mahidh.

NO   : 001
Kitab: Risalatul Mahidh
Oleh : Lia Maziyyah

Definisi Haid, Dasar Hukum Haid dan Usia Haid Kitab Risalatul Mahidh

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻯ ﺃﻧﺰﻝ ﺍﻟفرقاﻥ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻩ ﻓﻴﻪ ﻳﺴﺌﻠﻮﻧﻚ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺤﻴﺾ . ﻗﻞ ﻫﻮ ﺃﺫﻯ ، ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﺍﻟﻘﺎﺋﻞ : ﻫﺬﺍﺷﺊ ﻛﺘﺒﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺑﻨﺎﺕ ﺍﺩﻡ ﻭﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ

Segala puji hanya milik Allah semata, yang telah menurunkan Al Quran pada hambanya yang di dalamnya terdapat firmanNya yang berbunyi “Mereka menanyakan padamu (Nabi Muhammad) tentang darah chaidl,jawablah bahwa chaidl adalah darah kotor”. (QS. Albaqarah: 222)

Sholawat dan salam mudah2han senantiasa tercurah limpahkan pada Nabi yang bersabda “Haidh adalah darah yang telah Allah taqdirkan pada wanita keturunan Nabi Adam”. dan mudah2han juga terlimpahkan pada keluarga,sahabat Nabi sampai hari pembalasan.

Wajib bagi para wanita untuk mempelajari hal2 berkenaan dg hukum2 yang berhubungan dg haidh nifas dan istihadloh, bagi seorang suami yg mengerti hukum2 yg berhubungan dg haidh nifas dan istihadloh maka wajib baginya untuk mengajari istrinya tersebut. Namun jika tidak si istri boleh keluar bahkan hukumnya wajib utk belajar sendiri kepada ulama berkenaan dengan hukum2 haidh istihadhoh dan nifas tadi.

Dan yang demikian tidak dinamakan nusyuz/durhaka pada suami. Dan haram bagi suami mencegahnya kecuali suami tersebut mau bertanya dan belajar kepada ulama yang kemudian dia mengajarkannya lagi kepada istrinya. Dan tidak diperbolehkan untuk seorang istri keluar ke majlis dzikir atau ilmu yang hukum mempelajarinya bukanlah fardhu ‘ain kecuali atas izin dari suaminya.
Referensi:

هامش سليمان الكردي ١ / ٢٠١: قال الفقهاء يجب على النساء أن يتعلمن ما يحتجن إليه من الأحكام المتعلقة بالحيض و النفاس و الاستحاضة فإن كان لواحدة منهن زوج و كان عالما لزمه تعليمها و إلا فلها الخروج لسؤال العلماء و لا يعد نشوزا بل يجب عليها الخروج لذلك و يحرم عليه منعها إلا أن يسأل هو العلماء و يخبرها فتستغنى بذلك و ليس لها الخروج إلى مجلس ذكر أو علم غير واجب عيني إلا برضاه و الله أعلم

(HAIDH)

Definisi Haid, Dasar Hukum Haid dan Usia Haid Kitab Risalatul Mahidh

DEFINISI HAIDH:

ﺍﻣﺎ ﺑﻌﺪ : ﻓﺎﻟﺤﻴﺾ ﻫﻮ ﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺨﺮﺝ ﻓﻰ ﺳﻦ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻭﻫﻮ ﺗﺴﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﻗﻤﺮ ﻳﺔ ﻣﻦ ﻓﺮﺝ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻠﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﺼﺤﺔ ﻭﻣﺎ ﺩﻭﻧﻪ ﻓﻬﻮ ﺩﻡ ﻓﺴﺎﺩ، إهى ( حاشية الباجوري على ابن القاسم الغزي ج ١ ص ١٠٨)

Definisi haidh berdasarkan terminologi fiqih adalah darah yang keluar dari farji seorang wanita, dalam keadaan sehat dalam artian karena pembawaannya sebagai seorang wanita, artinya bukan karena sakit atau melahirkan, serta keluarnya di usia haidh (yakni minimal usia 9 tahun dikurangi waktu yang tidak cukup untuk paling sedikit haidh dan paling sedikit suci) sedangkan darah yang keluar diselain masa2 haidh adalah darah fasad ( rusak).

Baca juga: Penjelasan alat kontrasepsi menurut Syari’at

DASAR HUKUM HAIDH:

Adapun dasar hukum haidh adalah firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala dalam Alqur’an sebagai berikut:

ويسئلـونـك عن المحـيض قل هو اذى فاعتزلـوا النساء فى المحـيض ولا تقربوهن حتى يـطهرن فإذا طهرن فأتـوهن من حيث أمركم الله أن الله يحب التوابـين ويحب المتطهرين (البقرة : 222).

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah kotoran.” Oleh karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang di perintahkan Allah kepada mu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat, dan menyukai orang-orang yang mensucikan.” (QS. Al-Baqarah: 222).
Dan hadist Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam Sebagai berikut:

هذا شيئ كتبه الله على بنات أدم .(رواه البخارى ومسلم عن عائشة ).

“Sesungguhnya haidh adalah perkara yang telah Allah tetapkan atas anak-anak perempuan keturunan Nabi Adam As.” (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah Ra.).

Baca juga: Fiqih wanita tentang dinamika kehamilan

Definisi Haid, Dasar Hukum Haid dan Usia Haid Kitab Risalatul Mahidh

USIA HAIDH:

Darah yang keluar dari rahim wanita , bisa dikategorikan darah haidh jika keluar di usia haidh. Sehingga jika keluarnya darah sebelum usianya,maka statusnya bukanlah darah haidh namun darah fasad (rusak).

Adapun minimal usia haidh sendiri adalah 9 th qomariyah taqriban yaitu 9 th dikurangi waktu yang tidak cukup untuk paling sedikit chaidl dan paling sedikit suci = 9 th kurang sekitar 15 hr + 23 jam, atau bisa juga dikatakan 9 th kurang 16 hr kurang sedikit. Karena paling sedikit haidh itu sendiri adalah 1 hr 1 malam / 24 jam dan paling sedikit suci adalah 15 hr.

Maka ketika seorang anak perempuan mengeluarkan darah di usia 9 th dikurangi waktu yg tidak cukup untuk paling sedikitnya haidh dan paling sedikitnya suci maka darah tersebut dihukumi haidh, begitupun sebaliknya seorang anak perempuan yg mengeluarkan darah di usia 9 th dikurangi waktu yg cukup untuk paling sedikitnya haidh dan paling sedikitnya suci yaitu katakanlah 9 th kurang 18 hr atau 9 th kurang 20 hr maka darah tersebut dihukumi darah fasad.

1thn qomariyah ( Hijriyah) adalah 354 hari lebih 8 jam lebih 48 menit
Maka usia haidh adalah 1 th qomariyah x 9 kemudian dikurangi waktu yg tidak cukup untuk paling sedikitnya haidh dan sedikitnya suci, yaitu kurang lebih 15 hr + 23 jam / 16 hr kurang sedikit.
Contoh2:

seorang anak perempuan mengeluarkan darah di usia 9 th qomariyah kurang 10 hr, selama 5 hr (berarti keluarnya darah dr 9 th kurang 10 hr – 9 th kurang 5 hr) maka kesemua darah tsb dihukumi haidh.

gambarannya seperti ini: Zainab genap usia 9 th qomariyah pada tanggal 1 Syawal th 1439 H, dirinya mengeluarkan darah selama 5 hr dr tanggal 21 Ramadhan – 25 Ramadhan, maka kesemua darah tsb dihukumi darah haidh.

Seorang anak perempuan mengeluarkan darah di usia 9 th kurang 20 hr yg keluarnya darah selama 10 hr maka darah yg keluar di usia 9 th kurang 20 hr – 16 hr yaitu sama dg 5 hr awal dihukumi darah fasad bukan haidh krn keluar bukan di usia haidh adapun selebihnya yg 5 hr dihukumi haidh.

Baca juga: Batasan melihat aurat perempuan

Gambarannya seperti ini: Hindun genap usia 9 th qomariyah pada tanggal 1 Syawal th 1439 H, dirinya mengeluarkan darah selama 10 hr dari tanggal 11 Ramadhan – 20 Ramadhan, maka darah yang keluar lima hari pertama (atau seyogyanya dikatakan 4 hr lebih sedikit) yaitu dari tanggal 11-15 Ramadhan dihukumi darah fasad/istihadhoh bukan darah haidh dikarenakan keluar bukan di usia haidh. Adapun darah 5 hari yang selebihnya (atau seyogyanya dikatakan 6 hr kurang sedikit) yaitu dari tanggal 16-20 Ramadhan dihukumi darah haidh karena darah keluar sudah memasuki usia haidh.

Seoarang anak perempuan mengeluarkan darah di usia 9 th kurang 25 hr, dan keluarnya darah selama 5 hr maka semua darah tsb dihukumi darah fasad dan bukan chaidl.

Gambarannya seperti ini: Ruqoyah genap usia 9 th qomariyah pada tanggal 1 Syawal th 1439 H, dirinya mengeluarkan darah selama 5 hr dari tanggal 6 Ramadhan – 10 Ramadhan, maka semua darah yang keluar selama 5 hr tersebut tidak bisa dihukumi chaidl karena keluar bukan di usia chaidl.
Referensi:

حاشية الباجورى ج ١ ص ٢٠٩: قوله (وهو تسع سنين) اي تقريبا فلا يضر نقص ما لا يسع حيضا وطهرا
حاشية الجمل على المنهج الجزء الأول ص ٢٣٥-٢٣٦ دار الفكر: (اقل سنه تسع سنين) قمرية (تقريبا) فلو رأت الدم قبل تمام التسع بما لا يسع حيضا وطهرا فهو حيض وإلا فلا. (فرع) لو رأت الدم أياما بعضها قبل زمن الإمكن و بعضها فيه فالقياس كما قال الأسنوي جعل الممكن حيضا . اهى أقول فلو رأت الدم عشرة أيام من أول العشرين الباقية من التاسعة فالخمسة الثانية من العشرة المرتبة واقعة فى زمن الإمكان لأنها مع ما بعدهالا تسع حيضا وطهرا فهي حيض والخمسة الأولى مما ذكر واقعة قبل زمن الإمكان لأنها مع ما بعدها تسع ما ذكر فليست حيضا نعم ينبغي أن يقال بعضها حيض وهو اليوم الأخير بليلتها ناقصا شيأ بحيث يكون الباقي مع ما بعده لا يسع حيضا وطهرا بأن ينقص عن ستة عشر يوم بلياليها وهى أقل الطهر والحيص. ولو رأت دما جميع العشرين التي هي تمام التاسعة فقياس ما ذكر ان يقال الخمسة الأولى مع القدر الذى ينقص به بعدها عن كمال ستة عشر يوما بلياليها دم فساد والباقي بعد ذلك واقع في زمن الإمكان وهو أكثر من أكثر الحيض فيكون بعضه حيضا وبعضه طهرا علما يعلم من أقسام المستحاضة الآتية فإذا كانت مبتدءة غير مميزة فحيصها يوم وليلة من أول ذلك فليحرر اهى سم
والله أعلم بالصواب………. 

_______________________
Nb:
Maka seyogyanya bagi para ibu yang memiliki anak2 perempuan baik yg masih balita atau hampir mendekati usia chaidl untuk mencatat kembali tanggal lahir putri2 nya tersebut menurut penanggalan qomariyah, karena yg sudah kita ketahui bersama bahwa patokan usia chaidl utk anak perempuan adalah penanggalan qomariyah bukan syamsiyah atau masehi.

Bersambung..

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.