Etika atau Adab Berhubungan Suami Istri kitab Fathul Izzar bab III

Benangmerahdasi.com – Etika atau Adab Berhubungan Suami Istri kitab Fathul Izzar bab III. melanjutkan kajian kitab Fathul Izaar yang telah sampai di bab 3 bagian ke 2.

Etika atau Adab Berhubungan Suami Istri kitab Fathul Izzar bab III

Terdapat beberapa etika bersenggama yang harus diperhatikan oleh suami. Meliputi 3 hal
sebelumnya, 3 hal ketika melakukannya dan 3 hal sesudahnya.

Sebelum Bersenggama

1. Mendahului dengan bercumbu supaya hati istri tidak tertekan dan mudah melampiaskan
hasratnya. Sampai ketika nafasnya naik turun serta tubuhnya menggeliat dan ia minta dekapan
suaminya, maka pada waktu itu rapatkanlah tubuh (suami) ke tubuh istri.

2. Menjaga tatakrama pada waktu bersenggama. Maka janganlah menyutubuhi istri dengan posisiberlutut, karena hal demikian sangat memberatkannya. Atau dengan posisi tidur miring karena hal demikian dapat menyebabkan sakit pinggang.

Dan juga jangan memposisikan istri berada di atasnya, karena dapat mengakibatkan kencing batu. Akan tetapi posisi senggama yang paling bagus adalah meletakkan istri dalam posisi terlentang dengan kepala lebih rendah daripada pantatnya.

Dan pantatnya di ganjal dengan bantal serta kedua pahanya diangkat dan dibuka lebar². Sementara suami mendatangi istri dari atas dengan bertumpu pada sikunya. Posisi inilah
yang dipilih oleh fuqoha’ dan para dokter.

3. Etika saat memasukkan dzakar. Yaitu dengan membaca ta’awudz dan basmalah. Disamping itu juga menggosok²kan penis di sekitar farji, meremas payudara dan hal lain yang dapat membangkitkan syahwat istri.

Etika atau Adab Berhubungan Suami Istri kitab Fathul Izzar

Baca Juga: Tatacara bersenggama atau berhubungan suami istri kitab fathul izzar bab III

Senggama Sedang Berlangsung

1. Senggama dilakukan secara pelan² dan tidak tergesa².
2. Menahan lebih dulu keluarnya mani (ejakulasi) pada saat birahinya mulai bangkit menunggu
sampai istri mengalami inzal (orgasme). Karena yang demikian dapat menciptakan rasa cinta di
hati.
3. Tidak terburu² mencabut dzakar ketika ia merasa istri akan keluar mani, karena hal itu dapat
melemahkan ketegangan dzakar. Juga jangan melakukan ‘azl (mengeluarkan mani di luar farji)
karena yang demikian itu merugikan pihak istri.

Etika Sesudah Senggama

1. Menyuruh istri supaya tidur miring ke arah kanan agar anak yang dilahirkan kelak berjenis
laki², insyaalloh. Jika istri tidur miring ke arah kiri maka anak yang dilahirkan kelak berjenis
kelamin perempuan. Hal ini menurut hasil sebuah percobaan.
2. Suami mengucapkan dzikir di dalam hati sesuai yang diajarkan Nabi yaitu;

اَلْحَمْدُلِلَّھِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَھُ نَسَبًا وَصَھْرًاوَكَانَ رُبُّكَ قَدِیْرًا

(Alhamdulillaahilladzi kholaqo minal maa-I basyaron faj’alhu nasaban wa shoghron wa kaana
robbuka qodiiron)
“Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan manusia dari air, untuk kemudian menjadikannya keturunan dan mushoharoh. Dan adalah Tuhanmu itu maha kuasa.” { QS. Al-Furqon: 54 }

Etika atau Adab Berhubungan Suami Istri kitab Fathul Izzar

3. Berwudlu ketika hendak tidur (wudlu ini hukumnya sunah) dan membasuh dzakar Jika hendak mengulangi bersenggama.

وذكر عن بعض الثقات ان من قدم اسم اللھ تعالى عند الجماعلي جماع زوجتھ وسورة الإخلاص الى آخرھا وكبر وھلل وقال
بسم اللھ العلي العظیم اللھم اجعلھا ذریة طیبة ان كنت قدرت ان تخرج من صلبي اللھم جنبني الشیطان وجنب الشیطان ما
رزقتني ثم یأمر الزوجة بالإضطجاع على جنبھا الأیمن فإنحملھا یكون ذكرا بإذن اللھ تعالى ان قدر اللھ تعالى حملھا من ذلك
. الجماع . ولازمتھذا الذكر والصفة فوجدتھ صحیحا لاریب فیھ وباللھ التوفیق اھـ محذوفا بعضھ
قال بعضالمشایخ من اتى زوجتھ فقال في نفسھ حین احس بالإنزال لایدركھ الأبصار وھو یدركالأبصار وھو اللطیف الخبیر
یكون الولد ان قدر اللھ تعالى من ذلك فائقا على والدیھعلما وشأنا وعملا ان شاء اللھ تعالى . قال في حاشیة البجیرمي على
الخطییب
فائدة ) رأیت بخط الأزرق عن رسول اللھ صلى اللھ علیھ وسلم ان من اراد ان تلد إمرأتھ ذكرافإنھ یضع على بطنھا في أول )
.الحمل ویقول بسم اللھ الرحمن الرحیم اللھم اني أسمي مافي بطنھا محمدا فاجعلھ لي ذكرا فإنھ یولد ذكرا ان شاء اللھ مجرب اھـ

Dikutip dari sebagian Ahli Hadits bahwa barangsiapa ketika menyetubuhi istrinya didahului
dengan membaca basmalah, surat ikhlas, takbir, dan tahlil serta membaca:

بسم اللھِ الْعَلِيِّ الْعَظِیْمِ اَللّھُمَّ اجْعَلْھَا ذُرّ ِیَّةً طَیِّبَِةً إِنْكُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ مِنْ صَلْبِىْ اَللّھُمَّ جَنِّبْنِىْالشَّیْطَانَ وَجَنِّبِ الشّیَْطَانَ مَا رَزَقْتَنِىْ

(bissmillahil ‘aliyyil ‘adhiim, alloohummaj’alhaa durriyyatan thoyyibatan inkunta qoddarta an
nukhrija min shulbi, alloohumma jannibniisy syaithoona wa janniisy syaithoona maa
rozaqtanaa) Kemudian suami menyuruh istrinya tidur miring ke arah kanan. Maka jika dari hasil jima itu Alloh mentakdirkan istri mengandung, maka anak yang lahir nanti akan berjenis kelamin laki² dengan izin Alloh.

Dan saya telah mengamalkan dzikir serta teori ini. Dan saya menemukan kebenarannya tanpa keraguan. Dan hanya dari Alloh lah pertolongan itu. Demikian penggalan komentar Imam As-Suyuthi. Sebagian Masyayikh mengatakan:

“Barangsiapa menyetubuhi istrinya lalu ketika ia merasa akan keluar mani (ejakulasi) ia
membaca dzikir:

لاَیُدْرِكُھُ اْلأَبْصَارُ وَھُوَ یُدْرِكُ اْلأَبْصَارَوَھُوَ اللَّطِیْفُاْلخَبِیْرُ

(laa yudrikuhul abshooru wahuwa yudrikul abshooro wahuwa lathiiful khobiir) maka apabila Alloh mentakdirkan anak yang dilahirkan kelak akan mengungguli kedua orang tuanya dalam hal ilmu, sikap, dan amalnya, insyaalloh.”

Penulis kitab hasyiah Bujairomi alal Khotib dalam sebuah faidah menyatakan: ”Saya melihat
tulisan Syekh Al-Azroqy yang diriwayatkan dari Rosululloh SAW di sana tertulis bahwa seseorang yang menghendaki istrinya melahirkan anak laki², maka hendaknya ia meletakkan
tangannya pada perut istrinya di awal kehamilannya sambil membaca do’a:

بِسْمِاللھِ الرَّحْمنِ الرَّحِیْمِ اَللھُمَّ إِنِّي أُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِھَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْھُ لِيْ ذَكَرًا

(bismillaahir rohmaanir rohiimi alloohumma innii usammii maa fii bathnihaa muhammadan
faj’alhu lii dukaroo) maka kelak anak yang dilahirkan akan berjenis kelamin laki². Insyaalloh mujarab.

Etika atau Adab Berhubungan Suami Istri kitab Fathul Izzar

Bersambung ke bab berikutnya..
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.