Filosofi Lambang DASI Degelan Santri Indonesia

Benangmerahdasi.com – Filosofi Lambang DASI Degelan Santri Indonesia. Alhamdulillahirobbil  ‘alamin, puji syukur atas segala nikmat-Nya Sholatullah Wa salamuhu semoga terlimpahkan atas junjungan kita Nabiyyallah,  Nabi Muhammad SAW.

Suatu kebanggaan bagi kami untuk dapat berkomunikasi dan berjumpa dengan kalian semua melalui media facebook dengan suasana Ramadhan yang penuh barokah ini, perkenankan kami memperkenalkan serta meresmikan Group berbassis Pesantren kita yang baru,

setelah group yang kita bina dan besar telah di rebut oleh orang yang tidak bertanggung jawab, kini kami persembahkan untuk kalian Santri Indonesia, Pesantren baru kita:

Filosofi Lambang DASI Degelan Santri Indonesia

D A S I   (DAGELAN ALA SANTRI INDONESIA)

Kita dapat sama sama mengharapkan bahwa dengan DASI new suatu konsep komunikasi dan informasi dapat dibentuk dan dipelihara kembali, sebagai wahana BELAJAR, BERBAGI DAN BERHIBUR.

Komunikasi dua arah akan terbentuk dengan baik dan akrab, sehingga kebersamaan dapatlah ditumbuhkan tetap dengan konsep pemahaman yang di bangun para ulama pendahulu kita

TAWASUTH (Moderat).
TASAMUH (Toleran)
TAWAZUN (berimbang) dan
I’TIDAL (Tegak/adil).

Filosofi Lambang DASI Degelan Santri Indonesia

NAMA DAN LOGO DASI:

Ada sedikit revisi di penamaan dan logo dasi (new) kali ini.

DASI (Singkatan) di taruh dalam paragraf awal.
“DAGELAN SANTRI INDONESIA [DASI] (versi lama)
menjadi

“DASI [DAGELAN ALA SANTRI INDONESIA] (versi sekarang) dengan tambahan kata “ALA” mengandung makna, DASI tidak hanya menampung Santri Pesantren namun juga santri kampung, Santri madrasah dsb. dengan mengikuti karakter santri yang telah kita maklumi.

Baca Juga: Video festival rebana dasi kopdar perdana DASI nasional

DASI,  font Besar dan tegas berwarna hijau muda dan tua berkesan teduh mempunyai filosofi, DASI mengakomodir pemahaman Ahlussunnah waljama’ah Annahdliyah baik salaf (tua) maupun kholaf (muda) sesuai dengan kaidah

المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح

“Menjaga Tradisi lama yang baik dan mengadopsi tradisi baru yang lebih baik”

BINTANG SEMBILAN icon penyebar agama islam di nusantara yang kita kenal dengan WALI SONGO. Diantara 9 bintang ada satu yang paling besar, sebagai simbol pemimpin. Sebagaimana dalam group ini juga ada Mu’assis dan pengurus yang bertanggung jawab dan penyeimbang keadaan group agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan untuk itulah fungsi pemimpin dan pengurus. Mengambil kaidah fiqih,

 تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة

“Kebijakan imam tergantung pada kemaslahatan rakyatnya”

Untuk logo gambar ada sedikit perubahan [lihat gambar] ada penambahan bendera merah putih dengan tongkat bambu runcing mengandung filosofi, Santri punya peran menjaga tegaknya NKRI.

Salah satu peristiwa sejarah yang paling heroik adalah RESOLUSI JIHAD yang kini kita peringati tiap tanggal 22 Oktober sebagai HARI SANTRI NASIONAL.

Bendera tersebut memperkuat dan memperjelas nilai nasionalisme pada font DAGELAN ALA SANTRI INDONESIA yang berwarna merah putih. Dengan harapan lambang ini menjadi spirit santri yang berkebangsaan  yang  terbingkai  dalam  diktum  yang  terkenal:

حب الوطن من الإيمان

“Cinta  tanah  air  adalah  sebagian  dari  iman”

Ilustrasi pena tutul,  merupakan alat tulis tradisional ciri khas Pesantren yang hingga kini masih menjadi icon dan di gunakan oleh sebagian Pesantren mengadopsi pepatah pelajar santri.

العلم كالصيود والكتابة كالقيود

“Ilmu itu bagai hewan buruan dan tulisan adalah tali pengikatnya ”

DASI, diatas huruf “i” merupakan titiknya huruf dengan menyerupai sebuah pelita, dengan harapan DASI juga wahana pencerahan dengan berbagi pengetahuan dan ilmu. Pengejawantahan dari

 خيرالناس انفعهم للناس

“Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya ”

Maka pada hari jum’at pon 02 Juni 2017 M / ٧ رمضان ١٤٣٩ ه. DENGAN MEMOHON RIDHO ALLAH S.W.T DAN ROSULNYA, DASI RESMI KAMI BUKA DENGAN BACAAN BASMALAH :

بسم الله الرحمن الرحيم…………..
.

والله الموفق الى أقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

TTD:
MAHBUBATUL MAULA AL BUSHTHOM.
dengan segenap pengurus.

Filosofi Lambang DASI Degelan Santri Indonesia

Setelah di Musyawarahkan dengan pengurusan akhirnya di putuskan bahwa DASI meniadakan Ala sebagai pembeda antara DASI yang dulu yang telahn di Hecker orang yang tak bertanggung jawab.

Dan alahamdulillah dengan bantuan dari berbagai fihak DASI yang sekarang sudah berbadan hukum dan tercatat di kemendagri.

Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.