Wajibnya Bagi Wanita Mengaji Hukum-hukum Haid, Nifas dan Istihadlat

Benangmerahdasi – Wajibnya Bagi Wanita Mengaji Hukum-hukum Haid, Nifas dan Istihadlat. Kajian fiqih wanita kitab Risalatul Makhid bagian pertama.

Kitab Risalatul Makhid/Dim a’
No : 01

Wajibnya Bagi Wanita Mengaji Hukum-hukum Haid, Nifas dan Istihadlat

لبسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الـذى هدانـالهذا ومـا كنالنهـتدى لـولا ان هـدانـا الله

والصلاة والسلام على رسو لـه سيـدناومولا نا محمد صلى الله علـيه وسـلم وعلى الـه وصحبـه

ولاحو ل ولا قوة إلا بالـله العـلى العـظيم

أما بـعد

ويجب على المرأة أن تتعلم ما يحتاج اليه من أحكام الحيض والنفاس و الإستحاضة فإن كان زوجها عالما لزمه تعليمها وألا فلها الخروج لسؤال العلماء بل يجب عليها وليس له منعها الا ان يسال هو ويخبرها فيستغنى بذلك. إنتهى/ حاشية الباجورى : 1/113.

Bahwa hukumnya wajib bagi seorang wanita akan mengaji sesuatu yang dibutuhkan dari hukum-hukum haid, nifas dan istihadlat. Apabila suaminya pintar. maka wajib mengajar istrinya ,dan apabila suaminya tidak pintar, maka boleh, bahkan wajib bagi istrinya keluar dari rumahnya untuk keperluan bertanya  kepada ulama’.
Dan hukumnya haram bagi suami yang melarang istrinya keluar dari rumahnya untuk keperluan itu, kecuali suaminya akan bertanya kepada ulama’, kemudian mengajarkan hukum-hukum itu kepada istrinya.”
(Hasyiyah Al-Bajuri: 1/1 134).

Wajibnya Bagi Wanita Mengaji Hukum-hukum Haid, Nifas dan Istihadlat

فائدة

لبسم الله الرحمن الرحيم

وروى عن عائشـة رضى الله عنها انهـا قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما من امرأة تحيض إلا كان حيضها كـفارة لما مضى من ذنوبها. وان قالت فى أول اليوم “الحمد لله على كل حال واستغفرالله من كل ذنب” , كتب الله لها براءة من النار وجوازا على الصراط وأمانا من العذاب ورفع الله تعالى لها بكل يوم وليلة درجة أربعين شهيدا إذا كانت ذاكرة لله تعالى فى حيضها.

”Telah diriwayatkan dari ‘Aisyah Radliyallahu ‘Anha berkata: Rosullullah bersabda:”Tiada seorang wanita yang haid, melainkan haidnya itu menjadi pelebur untuk masa lalau dari dosa-dosanya.
Apabila di dalam hari pertama ia membaca: Alhamdulillah ‘Alaa kulli Halim Wa Astaghfirullah Min Kulli Dzanbin, maka Allah untuk wanita itu bebas dari api neraka. Ia berjalan di atas titian dan aman dari siksa, dan Allah Yang Maha Mulia mengangkat baginya pada setiap hari dan malam derajat empat puluh orang mati sahid ketika ia ingat kepada Allah Ta’ala di dalam haidnya.”
Wallahu A’lam bisshowab..
Bersambung.. Jangan lewatkan kajian berikutnya, bagi pembaca yang mempunyai pertanyaan silahkan bisa menulisnya di kolom komentar dan akan di respon sesusi dengan urutan yang ada.
Hasil diskusi kajian fiqih dan kajian kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.