Hukum Anjing laut Menurut Islam

Hukum Anjing laut

Benangmerahdasi.com –  Sama-sama mempunyai nama  Anjing yang menjadikan kita bertanya bagaimana Hukum Anjing laut menurut Islam. Apakah sama dengan anjing yang di darat.

Berikut ini Penjelasan Lengkapnya Bagaimana Hukum Anjing Laut Menurut Islam

Menjawab Pertanyaan Keluarga DASI saudara  Muhammad Najieb.
Sail : Muhammad Najieb

Pertanyaan : Apakah anjing laut itu najis?
______________________
Mujawib: Muhammad Busyro Latif Wajdi, Mieftakhuddin

Jawaban :

Anjing laut hukumnya TIDAK NAJIS.

Yang di katakan najis itu kalbun = anjing = كلب

Sedang anjing laut hanyalah segi bahasa berdasarkan bentuk karena menyerupai anjing yang secara rasional jelas jauh berbeda sekali dengan habitat atau jenisnya.

Anjing laut dalam bahasa arab ada 3 di masing-masing daerah.
Dalam kamus almunawwir di jelaskan

عجل البحر ، فيل البحر،

Atau secara umumnya banyak yang menyebut فقمة.

Yang jelas kita ambil referensinya sebagai keterangan adalah kata كلب yang di jelaskan tentang kenajisannya.

Baca juga: Hukum daging kambing yang menyusu anjing
_____________________
Referensi :

1. Kifayatul Akhyar juz 1 halaman 527

( فرع ) حيوان البحر إذا خرج منه مالا يعيش إلا عيش المذبوح كالسمك بأنواعه فهو حلال ولا حاجة إلى ذبحه وسواء مات بسبب ظاهر كصدمة أو ضرب الصياد أو غيره أو مات حتف أنفه وأما ما ليس على صورة السموك المشهورة ففيه ثلاث مقالات أصحها الحل ونص عليه الشافعي واحتج به بعموم قوله تعالى { أحل لكم صيد البحر } وبقوله صلى الله عليه وسلم الحل ميتته وقد نص الشافعي رضي الله عنه على أنه قال يؤكل فار الماء خنزير الماء قال النووي في أصل الروضة الأصح أن السمك يقع على جميعها

[ SUB BAHASAN ] Binatang laut bila tidak dapat hidup saat keluar dari habitatnya kecuali seperti kehidupan saat tersembelih seperti segala jenis ikan dengan segala macamnya maka halal dan tidak dibutuhkan menyembelihnya (saat hendak dikonsumsi),

baik ia mati oleh sebab yang nyata seperti akibat shock atau diburu atau lainnya atau mati dengan sewajarnya.

Sedang binatang laut yang tidak berbentuk ikan yang sudah dikenal masyhur maka terdapat tiga pendapat ulama dalam hukumnya

namun pendapat paling shahih diantara ketiganya menyatakan kehalalannya sebagaimana yang ditetapkan oleh as-Syafi’i dengan berdasar firman Allah “Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut” dan sabda nabi “Yang halal bangkainya”..

Imam Syafi’i memberi ketetapan “Halal dimakan tikus air, Babi air”. Imam Nawawi berkata dalam asalnya kitab ar-Raudhah “pendapat Yang paling shahih bahwa nama ikan mencakup kesemuanya”..

Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.