Hukum Fiqih Tentang Jual Beli di Area Masjid

Benangmerah DASI
Read Time1 Minute, 14 Seconds

Benangmerahdasi.com  – Hukum Fiqih Tentang Jual Beli di Area Masjid. menjawab pertanyaan keluarga DASI yang bertanyan tentang fiqih bab Masjid.

FIQIH BAB MASJID
[ tentan jualan di area masjid ]
No: 00223
Hallo benangmerah
WA:081384451265.

Hukum Fiqih Tentang Jual Beli di Area Masjid

PERTANYAAN
BAGAIMANA HUKUMNYA JUAL BELI DI AREA MASJID..,?

JAWABAN
Imam Syihabuddin; Ahmad bin Ahmad bin Salamah al-Qalyubi di dalam kitabnya (Hasyiyah al Qalyubi) mengutip pernyataan Imam al-Adzra’i yang menyatakan bahwa seperti halnya jalan, yaitu tempat-tempat yang harus dipelihara, diantaranya adalah tempat terpeliharanya Masjid, bukan halamannya.

Baca juga:  Hukum fiqih tentang memainkan rebana di dalam masjid

Dan tidak diperbolehkan bagi seseorang mengusir orang yang sedang duduk di tempat tersebut sekira tidak membahayakan, karena ia lebih berhak dengan tempat duduknya selama ia berada disitu.
Dan tidak boleh bagi orang yang sedang duduk melarang orang menjual semisal barang dagangannya walaupun berada disampingnya, dan ia boleh mencegah orang yang mempersempitnya.

Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitab (al-Majmu’) juga menjelaskan bahwa Imam Syafi’i di dalam kitab “al-Buwaithi” menyatakan makruh melakukan jual beli di dalam Masjid.

Penulis kitab “al-Syamil” menyatakan bahwa dalam masalah ini ada dua pendapat:
1. Pendapat yang lebih autentik menyatakan makruh.
2. Pendapat kedua menyatakan tidak makruh.

Dengan demikian, hukum berjualan di area Masjid adalah boleh selama tidak mengganggu orang lain. Wallahu a’lam bis shawab.
Dasar pengambilan :

:قال الأذرعي . ويقال بمثله في الحريم ونحوه مما تقدم ومنه حريم المسجد لا رحبته وليس لأحد إزعاج جالس في شيء من ذلك حيث لا ضرر وهو أحق بمجلسه مدة دوامه فيه , ولا يجوز إزعاجه مع الضرر وليس لجالس منع من يبيع مثل بضاعته مثلا , ولو بجانبه وله منع من يضيق عليه . حاشية قليوبي – (ج 3 / ص 94)
:وقال في البويطى وأكره البيع والشراء في المسجد قال صاحب الشامل فالمسألة علي قولين (أصحهما) يكره البيع والشراء في المسجد ) والثانى( لا يكره قال فان كان محتاجا الي شراء قوته وما لا بد له منه لم يكره. المجموع شرح المهذب – (ج 6 / ص 529)

Daftar Pustaka:
1. Hasyiyah al Qalyubi. III/ 94
2. Al-Majmu’. VI/ 529

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

0 0

Tentang Penulis Posting

Benangmerah DASI

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Penjelasan Fiqih tentang Ekonomi Syariah dan Bank

Benangmerahdasi.com – Penjelasan Fiqih tentang Ekonomi Syariah dan Bank. Menjawab pertanyaan keluarga DASI yang bertanya tentang serba serbi bank menurut ilmu fiqih. Penjelasan Fiqih tentang Ekonomi Syariah dan Bank Ekonomi Syariah Bukan Hanya Soal Riba Sampai saat ini fokus utama diskusi ekonomi Syariah masih berkisar soal riba atau tidak riba. […]

Berlangganan Sekarang