Tidur Dalam Keadaan Junub atau Berhadas Besar Menurut hukum Fiqih

Tidur Dalam Keadaan Junub

Benangmerahdasi.com–  Penjelasan Lengkap tentang Tidur dalam Keadaan Junub atau Berhadas Besar menurut hukum fiqih.

Menjawab pertanyaan keluarga DASI yang bertanya tentang fiqih bab Hubungan suami istri.

Fiqih keluarga
Hallo Benangmerah
WA: 081384451265
Asalamu ‘Alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pertanyaan:

Apahukumnya jika seorang tidur dalam keadaan junub.?

Jawaban:

Wa ‘Alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hukumnya adalah makruh, dan sunahnya jika dalam keadaan junub hendak tidur, hendaknya membasuh kemaluanya dan berwudhu.

Baca juga: Penjelasan fiqih tentang etika bersenggama suami istri

Referensi; Fathul Mu ‘in, halaman 19, Darul Kutub Ilmiyah;

   فرع: يسن لجنب وحائض ونفساءبعدانقطاع دمهماغسل فرج ووضوءلنوم وأكل وشرب،ويكره فعل شيءمن ذلك بلاوضوء

Cabang;

” Disunahkan bagi orang yang junub , wanita haidh dan nifas ( setelah darahnya berhenti)  untuk membasuh kemaluan dan berwudhu sebab hendak tidur, makan dan minum. Dan makruh melakukan hal tersebut  ( tidur, makan minum ) tanpa wudhu”.

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pemabca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.