Hukum Fiqih Wanita Haid Melakukan Ziarah Kubur

Benangmerahdasi Hukum Fiqih Wanita Haid Melakukan Ziarah Kubur, menjawab pertanyaan dari keluarga DASI saudara Iqlima, beliau menanyakan Bagaimana hukumnya wanita haid melakukan ziarah kubur. berikut ini penjelasan fiqihnya.

BENANG MERAH
NO : 00406
FIQIH BAB AMALIYAH
[ Tentang Ziarah Bagi Wanita Haid ]

Hallo Benang merah
WA : 0813 8445 1265
WA : 0899 8605 999

_____________________

Hukum Fiqih Wanita Haid Melakukan Ziarah Kubur

 

Sail : Iqlima

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya wanita haid melakukan ziarah kubur ?


Mujawib : Ibnu Naum dan Tim Benang Merah Dasi

Jawaban :

Hukum ziarah kubur bagi kaum perempuan (baik yang haid maupun suci) adalah sebagai berikut :

  1. Makruh, apabila ziarahnya bukan makam nabi, orang ‘alim, orang sholih ataupun kerabat.

  2. Sunnah, apabila ziarahnya adalah makam nabi, orang ‘alim, orang sholih ataupun kerabat dengan syarat ; Obyek lokasi makam yang diziarahi berada di dalam satu daerah atau apabila lokasi berada diluar daerah maka harus ditemani mahrom, mendapat izin suami ataupun walinya, aman dari perkara yang dilarang oleh syara’ ( seperti timbulnya fitnah atau kerasnya suara tangisannya).

  3. Haram, apabila diiringi dengan sesuatu yang dilarang oleh syara’ ; semisal ketika takut terjadinya fitnah atau kerasnya suara tangisannya.

Catatan Penting

Meskipun ziarah kubur disunnahkan bagi perempuan haidl, namun dalam bacaan ayat-ayat Al-Qur’an tetap diharamkan utk dibaca, kecuali jika dengan niat dzikir atau belajar.
_____________________
Referensi :

1. Nuzhatul Muttaqin Syarah Riyadhus Shalihin jilid 1

و أما النساء فتكره لهن الزيارة, لما ورد من النهي عن ذلك, و قد تحرم اذا اقترنت زيارتهن بمحظور شرعي, كما اذا خشيت الفتنة أو رفعن أصواتهن بالبكاء, و قد تباح لهن الزيارة اذا قرب المصاب و لم يكن ثمة محظور شرعي

Artinya :

Adapun ziarah kubur bagi wanita hukumnya dimakruhkan. Karena ada hadits Nabi tentang pelarangan tersebut.

Dan bagi wanita ziarah kubur hukumnya menjadi haram apabila diiringi dengan sesuatu yang dilarang menurut syara’ ; Seperti ketika takut terjadinya fitnah atau kerasnya suara tangisannya.

Dan diperbolehkan ziarah kubur bagi wanita apabila dekat dengan orang yang terkena musibah dan tidak adanya ciri fitnah yang dilarang oleh syara’.

Berikut teks lengkapnya :

ﺑﺎﺏ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺏ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ ﻭ ﻣﺎ ﻳﻘﻮﻟﻪ ﺍﻟﺰﺍﺋﺮﻋﻦ ﺑﺮﻳﺪﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ : ﻛﻨﺖ ﻧﻬﻴﺘﻜﻢ ﻋﻦ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻓﺰﻭﺭﻭﻫﺎ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ . ﻭ ﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔ : ﻓﻤﻦ ﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﺰﻭﺭ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻓﻠﻴﺰﺭ , ﻓﺎﻧﻬﺎ ﺗﺬﻛﺮ ﻧﺎ ﺍﻷﺧﺮﺓﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻰ ﺍﻟﺠﻨﺎﺋﺰ ‏( ﺑﺎﺏ ﺍﺳﺘﺌﺬﺍﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺭﺑﻪ ﻋﺰ ﻭ ﺟﻞ ﻓﻲ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺃﻣﻬﺄﻓﺎﺩ ﺍﻟﺠﺪﻳﺚ : ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ , ﻭ ﺍﺗﻔﻖ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﻨﺪﻭﺑﺔ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ ﻭ ﺧﺎﺻﺔ ﻷﺩﺍﺀ ﺣﻖ ﻧﺤﻮ ﻭﺍﻟﺪ ﻭ ﺻﺪﻳﻖ , ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺗﺬﻛﻴﺮ ﺑﺎﻷﺧﺮﺓ ﻭ ﺗﺮﻗﻴﻖ ﻟﻠﻘﻠﻮﺏ ﺑﺬﻛﺮ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻭ ﺃﺣﻮﺍﻟﻪ , ﻛﻤﺎ ﻭﺭﺩ ﻓﻰ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ * ﻭ ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻓﺘﻜﺮﻩ ﻟﻬﻦ ﺍﻟﺰﻳﺎﺭﺓ , ﻟﻤﺎ ﻭﺭﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ , ﻭ ﻗﺪ ﺗﺤﺮﻡ ﺍﺫﺍ ﺍﻗﺘﺮﻧﺖ ﺯﻳﺎﺭﺗﻬﻦ ﺑﻤﺤﻈﻮﺭ ﺷﺮﻋﻲ , ﻛﻤﺎ ﺍﺫﺍ ﺧﺸﻴﺖ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﺃﻭ ﺭﻓﻌﻦ ﺃﺻﻮﺍﺗﻬﻦ ﺑﺎﻟﺒﻜﺎﺀ , ﻭ ﻗﺪ ﺗﺒﺎﺡ ﻟﻬﻦ ﺍﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﺍﺫﺍ ﻗﺮﺏ ﺍﻟﻤﺼﺎﺏ ﻭ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺛﻤﺔ ﻣﺤﻈﻮﺭ ﺷﺮﻋﻲ * ﻳﻨﺪﺏ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ * ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﻨﺴﺦ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔ , ﻓﻘﺪ ﺣﺮﻡ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﺃﻭﻝ ﺍﻷﻣﺮ ﻟﻘﺮﺏ ﻋﻬﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺎﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﻭ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﻭﺛﻨﻴﺔ ﻭ ﻣﺎ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻔﻌﻠﻮﻧﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻘﺒﻮﺭ ﻣﻦ ﻧﻴﺎﺣﺔ ﻭ ﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ﻣﻤﺎ ﺣﺮﻡ ﺍﻻﺳﻼﻡ , ﺛﻢ ﻧﺴﺦ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﺍﺗﻀﺤﺖ ﻋﻘﻴﺪﺓ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ﻭ ﺭﺳﺨﺖ ﻗﻮﺍﻋﺪ ﺍﻻﺳﻼﻡ ﻭ ﺍﺳﺘﺒﺎﻧﺖ ﺃﺣﻜﺎﻣﻪ * ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﺬﻛﺮ ﻧﻔﺴﻪ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ , ﻭ ﺃﻧﻪ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﻓﻰ ﻋﺪﺍﺩ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﺍﻥ ﻋﺎﺟﻼ ﺃﻭ ﺃﺟﻼ

Artinya:
Bab sunah ziarah kubur bagi laki-laki dan bacaan yang diucapkan oleh penziarah. Dari Buraidah radiyallahu ‘anhu telah berkata: Rasulullah saw bersabda: “Tadinya aku melarang kalian berziarah, tapi kini berziarahl
ah kalian ! (Hadits Riwayat Muslim)”

Dalam riwayat lain dikatakan: “Maka barangsiapa yang ingin ziarah kubur, maka berziarahlah ! Karena, sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan akherat”.

Baca Juga: Penjelasan Tentang Tuntunan mengamalkan Yasin Fadlilah

Hadits Riwayat Muslim Menerangkan Tentang Jenazah (Bab meminta izin Nabi saw kepada Allah swt dalam masalah ziarah ke makam ibu beliau).
Faedah(maksud) Hadits:
Ziarah kubur disyari’atkan dalam Islam. Para ulama telah sepakat menyatakan bahwa ziarah kubur hukumnya disunnahkan bagi kaum laki-laki, khususnya untuk melaksanakan hak seperti: ayah dan teman, mengingat mati, dan melembutkan hati dengan cara mengingat mati berikut tingkah-ti
ngkahnya, sebagaimana keterangan-keterangan yang berlaku di dalam hadits-hadits Nabi saw.

Adapun wanita hukumnya dimakruhkan dalam ziarah kubur. Karena, ada hadits Nabi tentang pelarangan tersebut. Juga ziarah kubur hukumnya diharamkan bagi wanita bilamana diiringi dengan sesuatu yang dilarang menurut syara’ (seperti bilamana takut terjadi fitnah atau kerasnya suara wanita dengan menangis).

Begitupula, ziarah kubur hukumnya diperbolehkan bagi wanita bilamana dekat dengan orang yang terkena musibah dan tidak adanya ciri fitnah yang dilarang oleh syara’. Demikian pula, ziarah ke makam Nabi saw hukumnya disunnahkan. Karena, bolehnya nasakh (perubahan hukum Islam) dalam syari’at Islam.

Memang, pada awal perintahan Nabi saw ziarah kubur itu hukumnya diharamkan, karena umat Islam pada masa itu masih ada kedekatannya dengan kebiasaan mereka pada zaman jahiliyah. Juga masih adanya kebiasaan menyembah berhala. Selain itu, mereka juga suka berbuat niyahah (meratapi mayit) atau lainya yang diharamkan ketika melakukan ziarah kubur.

Baca Juga: Penjelasan Fiqih tentang Tahlilan Hingga 7 Hari Kematian

Kemudian, hukum haram ziarah kubur tersebut diganti dengan hukum sunnah setelah adanya kejelasan dalam aqidah Islam, tertancapnya kaedah-kaedah dan hukum-hukum Islam di dada mereka. Dengan demikian, seorang mukmin harus selalu mengingat mati. Karena, mengingat mati adalah persiapannya orang-orang yang akan mati, baik untuk saat ini maupun saat yang akan datang.

2. Kitab Al-Irsyadus Suniyyah, halaman 111.

قال الشيخ عبد المعطي السقا في ( الارشادات السنية ) ص 111 : زيارة قبور المسلمين مندوبة للرجال لخبر مسلم : كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنها تذكركم الآخرة : أما زيارة النساء فمكروهة إن كانت لقبر غير نبي وعالم و صالح وقريب ، أما زيارة القبر النبي ومن ذكر معه فمندوبة لهن بدون محرم إن كانت القبور داخل البلد ، ومع محرم إن كانت خارجة ، ومحل ندب زيارتهن أو كراهتها إذا أذن لهن الحليل أو الولي وأمنت الفتنة ولم يترتب على اجتماعهن مفسدة كما هو الغالب ، بل المحقق في هذا الزمان ، وإلا فلا ريبة في تحريمها.

Artinya :
Berkata as-Syaikh ‘Abdul Mu’thi as-Saqaa dalam kitab al-Irsyaadaat as-Sunniyah “Berziarah dikuburan orang-orang muslim disunahkan bagi para pria berdasarkan hadits riwayat Muslim “Aku (dulu) melarang kalian berziarah kubur, (sekarang) berziarahlah karena ia mengingatkan kalian pada akhirat”.

Sedang bagi para wanita ziarah kubur hukumnya makruh bila bukan kuburan nabi,orang alim, orang shalih atupun kerabat, sedang menziarahi kuburan nabi dan orang yang telah disebutkan sunah baginya bila kuburannya masih dalam satu daerah atau diluar daerah saat ia bersama mahramnya.

Kesunahan ziarah baginya dengan ketentuan seizin suaminya atau walinya, aman dari fitnah dan dalam perkumpulannya tidak menimbulkan kerusakan seperti pada umumnya bahkan yang menjadi kenyataan dizaman ini, bila tidak demikian maka keharaman ziarah baginya tidak dapat disangsikan.

Disunahkan memperbanyak ziarah dengan tujuan supaya dapat mengambil pertimbangan, peringatan serta teringat kehidupan akhirat.

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda kungungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.