Hukum Membaca Surat Yaa Siin Pada Malam Jumat

Benangmerah DASI
Read Time1 Minute, 37 Seconds

Benangmerahdasi  –Penjelsan Hukum Membaca Surat Yaa Siin Pada Malam Jumat di ambil dari Hadits riwayat Bukhori no 1193,  Hadits riwayat Muslim hadits no 3462,  Fathul Bari juz 4 halaman 197,Hadits Riwayat Imam Bukhori no. 774 dan Fathul Bari juz 3 halaman 105

BENANG MERAH
NO:00361

Hukum Membaca Surat Yaa Siin Pada Malam Jumat

 

Hallo Benang merah
WA : 0813 8445 1265
WA : 0899 8605 999
Sail : Jaka Narendra

Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya membaca surat Yaa Siin di malam jum’at?

Mujawib : Sholeh ID

Jawaban :

Ada dua hal yang telah dilakukah dalam amaliyah tersebut, yaitu mengkhususkan membaca Quran pada malam Jumat dan mengkhususkan Surat Yasin.

A. Dalil yang pertama tentang menentukan waktu:

1. Hadits riwayat Bukhori no 1193. Dan Hadits riwayat Muslim hadits no 3462

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِى مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا . وَكَانَ عَبْدُ اللهِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا يَفْعَلُهُ

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah Saw mendatangi masjid Quba’ setiap hari Sabtu, baik berjalan atau menaiki tunggangan. Dan Abdullah bin Umar melakukannya.”

2. Fathul Bari juz 4 halaman 197

al-Hafidz Ibnu Hajar yang diberi gelar Amirul Mu’minin fil Hadis, beristidlal dari hadis di atas:

وَفِي هَذَا اَلْحَدِيْثِ عَلَى اِخْتِلاَف طُرُقِهِ دَلاَلَةٌ عَلَى جَوَازِ تَخْصِيْصِ بَعْضِ اْلأَيَّامِ بِبَعْضِ اْلأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَالْمُدَاوَمَةِ عَلَى ذَلِكَ

“Dalam hadis ini, dengan bermacam jalur riwayatnya, menunjukkan diperbolehkannya menentukan sebagian hari tertentu dengan sebagian amal-amal saleh, dan melakukannya secara terus-menerus.”

Baca Juga: Tentang memperingati Maulid Nabi (Kitab haul al-ihtifal bi Dzikri al-Maulid an-Nabi asy-Syarif)

Baca Juga: Penjelasan Siksa kubur di Liburkan Pada Malam dan Hari Jum’at

 

B. Dalil kedua tentang mengkhususkan surat tertentu:

1. Hadits Riwayat Imam Bukhori no. 774

عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – كَانَ رَجُلٌ (كلثوم بن الهدم) مِنَ الأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِى مَسْجِدِ قُبَاءٍ ، وَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُورَةً يَقْرَأُ بِهَا لَهُمْ فِى الصَّلاَةِ مِمَّا يَقْرَأُ بِهِ افْتَتَحَ بِپ ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا ، ثُمَّ يَقْرَأُ سُورَةً أُخْرَى مَعَهَا ، وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ ، فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ فَقَالُوا إِنَّكَ تَفْتَتِحُ بِهَذِهِ السُّورَةِ ، ثُمَّ لاَ تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِأُخْرَى ، فَإِمَّا أَنْ تَقْرَأَ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا وَتَقْرَأَ بِأُخْرَى . فَقَالَ مَا أَنَا بِتَارِكِهَا ، إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِذَلِكَ فَعَلْتُ ، وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ . وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْ أَفْضَلِهِمْ ، وَكَرِهُوا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ ، فَلَمَّا أَتَاهُمُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَخْبَرُوهُ الْخَبَرَ فَقَالَ « يَا فُلاَنُ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُومِ هَذِهِ السُّورَةِ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ » . فَقَالَ إِنِّى أُحِبُّهَا . فَقَالَ « حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ »

“Ada seorang sahabat bernama Kaltsul bin Hadm yang setiap salat membaca surat al-Ikhlas. Rasulullah Saw bertanya: “Apa yang membuatmu terus-menerus membaca surat al-Ikhlas ini setiap rakaat?”. Kaltsul bin Hadm menjawab: “Saya senang dengan al-Ikhlas”. Rasulullah bersabda: “Kesenanganmu pada surat itu memasukkanmu ke dalam surga.”

2. Fathul Bari juz 3 halaman 105

وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى جَوَازِ تَخْصِيصِ بَعْضِ الْقُرْآنِ بِمَيْلِ النَّفْسِ إِلَيْهِ وَالِاسْتِكْثَارِ مِنْهُ وَلَا يُعَدُّ ذَلِكَ هِجْرَانًا لِغَيْرِهِ

“Hadis ini adalah dalil diperbolehkannya menentukan membaca sebagian al-Quran berdasarkan kemauannya dan memperbanyak bacaan tersebut. Dan hal ini bukanlah pembiaran pada surat yang lain.”

Berdasarkan hadis-hadis sahih dan ulama ahli hadis, maka hukumnya DIPERBOLEHKAN.

Hasi Kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda kunjungi di Santridasi.com

1 0

Tentang Penulis Posting

Benangmerah DASI

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Kajian Fiqih Wanita Kitab Risalatul Mahidh Pembagian Mustahadhoh

Benangmerahdasi  -Kajian Fiqih wanita bagian 12 Kitab Risalatul Mahidh Pembagian Mustahadhoh. setelah bab sebelumnya bagian 11 membahas tentang Hal-hal yang harus dilakukan Mustahadhoh ketika Hendak Melaksanakan Shalat Kali ini akan kita lanjutkan ke bagian 12 tentang pembagian Musthadhoh KAJIAN FIQIH WANITA Kitab: RISALATUL MAHIDH Bagian: 12 Oleh: Maziyyah بسم الله الرحمن […]

Berlangganan Sekarang