Hukum Menghayalkan Orang Lain Ketika Sedang Berhubungan Suami Istri

Benangmerahdasi  – Hukum Menghayalkan Orang Lain Ketika Sedang Berhubungan Suami Istri. Menjawab pertanyaan keluarga DASI saudara Haikal Apin, yenga menanyakan hukum menghayalkan orang lain ketika sedang buhungan intim.

BENANG MERAH NO:00357
FIQIH HUBUNGAN SUAMI ISTRI

[ Membayangkan Orang Lain ketika Berhubungan Intim ]

Hallo Benang merah
WA : 0813 8445 1265
WA : 0899 8605 999

Hukum Menghayalkan Orang Lain Ketika Sedang Berhubungan Suami Istri

Sail : Haikal Apin

Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya menghayalkan orang lain ketika sedang berhubungan suami istri (seakan akan kita berhubungan intim dengan orang yang kita hayalkan itu) ?

Mujawib :
Sholeh ID

Jawaban :

Mengutip fatawa imam ibnu hajar dalam kitabnya fatawi kubro juz 4 hal 87.

Syaikh ibnu hajar ditanya tentang seorang laki-laki yang melakukan hubungan badan dengan istrinya sambil membayangkan kemolekan tubuh wanita lain. Apakah demikian ini di haramkan?

Beliau menjawab: “Menurut fatwa Abul Qosim al-Bizri -demikian itu tidak diperbolehkan- dan penjelasan lebih luas tentang masalah diatas dikupas oleh al-bizri dalam buku biografi “ibnu as-subki”.

Baca Juga: Penjelasan fiqih tentang kewajiban istri setelah talak Raj’i

Pendapat yang menyatakan: tidak berdosa (diperbolehkan membayangkan wanita lain) adalah pendapat yang dianggap kuat. Karena ada sebuah hadits “Sesungguhnya Allah mengampuni apa-apa yang terlintas dalam hati umatku, selama tidak dibicarakan atau dilakukannya”.

Dan laki-laki diatas jelas-jelas tidak melakukan dengan perempuan yang dikhayalkannya.

ﻭﺳﺌﻞ- ﻓﻲ ﺭﺟﻞ ﺟﺎﻣﻊ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻣﺘﻔﻜﺮﺍﻓﻲ ﻣﺤﺎﺳﻦ
ﺃﺟﻨﺒﻴﺔﻓﻬﻞ ﻳﺤﺮﻡ -ﻓﺄﺟﺎﺏ – ﺑﻘﻮﻟﻪ ﺃﻓﺘﻰ ﺑﻪ ﺃﺑﻮﺍﻟﻘﺎﺳﻢ
ﺑﻦ ﺍﻟﺒﺮﺯﻱ ﺑﺄﻧﻪ ﻻﻳﺤﻞ ﻭﻗﺪﺑﺴﻂ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ
ﺗﺮﺟﻤﺘﻪ ﺇﺑﻦ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ ﻓﻲ ﻃﺒﻘﺎﺗﻪ ﻭﺭﺟﺢ ﻋﺪﻡ ﺍﻟﺘﺄﺛﻴﻢ
ﻟﺤﺪﻳﺚ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﺠﺎﻭﺯﻟﻲ ﻋﻦ ﺍﻣﺘﻲ ﻣﺎﺣﺪﺛﺖ ﺑﻪ ﺃﻧﻔﺴﻬﺎﻣﺎﻟﻢ ﺗﺘﻜﻠﻢ
ﺃﻭﺗﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﺃﻱ ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻴﻪ

Referensi :
1. Hasyiyatul Jamal Juz 8 halaman 107

ﻭﺃﻣﺎ ﻭﻁﺀ ﺣﻠﻴﻠﺘﻪ ﻭﻫﻮ ﻳﺘﻔﻜﺮ ﻓﻲ ﻣﺤﺎﺳﻦ ﺃﺟﻨﺒﻴﺔ ﺃﻭ
ﺃﻣﺮﺩ ﺣﺘﻰ ﻳﺨﻴﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺃﻧﻪ ﻳﻄﺆﻫﺎ ﺃﻭ ﻳﻠﻮﻁ ﻓﻴﻪ ﻓﻘﺪ
ﺍﺧﺘﻠﻒ ﻓﻴﻪ ﺟﻤﻊ ﻣﺘﺄﺧﺮﻭﻥ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﺫﻫﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﺟﻤﻊ
ﻣﺤﻘﻘﻮﻥ ﻛﺎﺑﻦ ﺍﻟﻔﺮﻛﺎﺡ ﻭﺍﺑﻦ ﺍﻟﺒﺰﺭﻱ ﻭﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ﺍﻟﺮﺩﺍﺩ
ﺷﺎﺭﺡ ﺍﻹﺭﺷﺎﺩ ﻭﺍﻟﺠﻼﻝ ﺍﻟﺴﻴﻮﻃﻲ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺣﻞ ﺫﻟﻚ
ﻭﺍﻗﺘﻀﺎﻩ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﺘﻘﻲ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﻌﺘﻤﺪ ﺍ ﻩ ﺷﺮﺡ
ﻡ ﺭ ﻣﻊ ﺑﻌﺾ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻟﻊ ﺵ ﻋﻠﻴﻪ

2. Tuhfatul Muhtaj juz 7 halaman 205

ﻓﺮﻉ ( ﻭﻃﺊ ﺣﻠﻴﻠﺘﻪ ﻣﺘﻔﻜﺮﺍ ﻓﻲ ﻣﺤﺎﺳﻦ ﺃﺟﻨﺒﻴﺔ ﺣﺘﻰ
ﺧﻴﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺃﻧﻪ ﻳﻄﺆﻫﺎ ﻓﻬﻞ ﻳﺤﺮﻡ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺘﻔﻜﺮ ﻭﺍﻟﺘﺨﻴﻞ
ﺍﺧﺘﻠﻒ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺟﻤﻊ ﻣﺘﺄﺧﺮﻭﻥ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺇﻥ
ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻟﻴﺴﺖ ﻣﻨﻘﻮﻟﺔ ﻓﻘﺎﻝ ﺟﻤﻊ ﻣﺤﻘﻘﻮﻥ ﻛﺎﺑﻦ
ﺍﻟﻔﺮﻛﺎﺡ ﻭﺟﻤﺎﻝ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺒﺰﺭﻱ ﻭﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ﺍﻟﺮﺩﺍﺩ
ﺷﺎﺭﺡ ﺍﻹﺭﺷﺎﺩ ﻭﺍﻟﺠﻼﻝ ﺍﻟﺴﻴﻮﻃﻲ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻳﺤﻞ ﺫﻟﻚ
ﻭﺍﻗﺘﻀﺎﻩ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﺘﻘﻲ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ ﻓﻲ ﻛﻼﻣﻪ ﻋﻠﻰ ﻗﺎﻋﺪﺓ
ﺳﺪ ﺍﻟﺬﺭﺍﺋﻊ ﻭﺍﺳﺘﺪﻝ ﺍﻷﻭﻝ ﻟﺬﻟﻚ

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.