Hukum Sujud Syukur untuk selebrasi gol

Hukum Sujud Syukur untuk selebrasi gol

Benangmerahdasi.com – Melanjutkan pertanyaan keluarga DASI yang bertanya tentang bagaimana Hukum Sujud Syukur untuk selebrasi gol saat pertandingan bola.

Hallo Benang merah
WA: 085816500772
: 08139380366
: 081211573590

Hukum Sujud Syukur untuk selebrasi gol

____________________
Sail : Kang Ali Putranepaksulkhanisma’il

Pertanyaan :

Apakah sujud syukur yang di lakukan oleh mayoritas pemain sepakbola muslim setelah berhasil mencetak gol sudah memenuhi rukun dan syarat sujud ?

Mengingat setahu kami sujud harus menghadap qiblat , menutup aurat dan suci ?
____________________
Mujawib : TBM dan Member DASI

Jawaban :

Sudah di anggap memenuhi syarat ketika memang di niati untuk sujud syukur.

Pada dasarnya terjadi perbedaan pendapat ulama tentang kewajiban bersuci, menutup aurot dan menghadap qiblat bagi orang yg melakukan sujud syukur.

Sebagian ulama’ memperbolehkan tanpa bersuci , menutup aurot
dan menghadap qiblat.

Sebagian ulama yang lain tetap mewajibkan hal tersebut.

Baca juga: Hukum oprasi plastik di wajah menurut Islam
______________________

Hukum Sujud Syukur untuk selebrasi gol

Referensi :

1. Bughyatul Mustarsyidin juz 1 halaman 119

مذهبنا أن السجود في غير الصلاة مندوب لقراءة آية السجدة للتالي والسامع ، ولمن حدثت له نعمة ظاهرة أو اندفعت عنه نقمة ظاهرة شكراً لله تعالى ، ولا يجوز السجود لغير ذلك ، سواء كان لله فيحرم أو لغيره فيكفر ، هذا إن سجد بقصد العبادة ، فلو وضع رأسه على الأرض تذللاً واستكانة بلا نيته لم يحرم إذ لا يسمى سجوداً.

Madzhab Syafi’i menilai sujud pada selain shalat disunnahkan saat terbacanya ayat sajdah baik bagi pembaca maupun pendengar,

bagi orang yang mendapatkan nikmat dzahir atau terhindar dari bencana dhahir sebagai bentuk rasa syukur pada Allah Ta’ala.

Dan tidak diperkenankan menjalankan sujud selain pada ketentuan tersebut.

2. Iqna’ halaman 279

ﻭﺳﺠﺪﺓ ﺍﻟﺸﻜﺮ ﻻﺗﺪﺧﻞ ﺻﻼﺓ ﻭﺗﺴﻦ ﻟﻬﺠﻮﻡ ﻧﻌﻤﺔ ﺃﻭ ﺍﻧﺪﻓﺎﻉ ﻧﻘﻤﺔ ﺃﻭ ﺭﺅﻳﺔ ﻣﺒﺘﻠﻰ ﺃﻭ ﻓﺎﺳﻖ ﻣﻌﻠﻦ ﻭﻳﻈﻬﺮﻫﺎ ﻟﻠﻔﺎﺳﻖ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺨﻒ ﺿﺮﺭﻩ ﻻ ﻟﻤﺒﺘﻠﻰ ﻟﺌﻼ ﻳﺘﺄﺫﻯ ﻭﻫﻲ ﻛﺴﺠﺪﺓ ﺍﻟﺘﻼﻭﺓ.

3. Mausu’ah al Fiqhiyah juz 25 halaman 247

شروط سجود الشكر :
5 – صرح الشافعية والحنابلة بأن سجود الشكر يشترط له ما يشترط للصلاة ، أي من الطهارة ، واستقبال القبلة ، وستر العورة ، واجتناب النجاسة .
وعلى هذا فمن كان فاقد الطهورين ليس له أن يسجد للشكر كما صرح به الشرقاوي .
وعلى القول بجواز سجود الشكر عند المالكية فالمشهور أنه يفتقر إلى طهارة على ظاهر المذهب ، واختار بعض المالكية عدم افتقاره إلى ذلك ، قال الحطاب : لأن سر المعنى الذي يؤتى بالسجود لأجله يزول لو تراخى حتى يتطهر .
واختار ابن تيمية أنه لا يشترط الطهارة لسجود الشكر .

4. Hasyiyah Bujairomi ala al Khotib

وشرطها كصلاة فيعتبر لصحتها ما يعتبر في سجود الصلاة كالطهارة والستر والاستقبال وترك نحو كلام ووضع الجبهة مكشوفة بتحامل على غير ما يتحركك بحركته ووضع جزء من باطن الكفين والقدمين ومن الركبتين وغير ذلك

Syarat sujud syukur sama saja dengan sembahyang. Sujud syukur dianggap sah seperti sahnya sujud di dalam sembahyang seperti bersuci, menutup aurat,

menghadap qiblat, tidak bicara, meletakkan dahi terbuka dengan sedikit tekanan di atas tempat yang tidak ikut bergerak ketika fisiknya bergerak,

meletakkan telapak tangan, telapak kaki, lutut, dan syarat sujud lainnya.

5. Nailul Authar juz 5 halaman 348)

ليس في أحاديث سجود التلاوة ما يدل على اعتبار أن يكون الساجد متوضئا ، وقد كان يسجد معه – صلى الله عليه وسلم – من حضر تلاوته ، ولم ينقل أنه أمر أحدا منهم بالوضوء

Dalam hadits sujud tilawah tidak ada hal yang menunjukkan bahwa orang yang bersujud mesti dalam keadaan wudhu. Dahulu, orang-orang yang bersama Nabi ﷺ

ikut sujud bersamanya, tapi tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Beliau memerintahkan satu pun mereka untuk berwudhu.

6. Tafsir Al Qurthubi juz 9 halaman 438

ولا خلاف في أن سجود القرآن يحتاج إلى ما تحتاج إليه الصلاة من طهارة حدث ونجس ، ونية ، واستقبال قبلة ، ووقت . إلا ما ذكر البخاري عن ابن عمر أنه كان يسجد على غير طهارة . وذكره ابن المنذر عن الشعبي

Tidak ada perbedaan pendapat tentang sujud membaca Al Qur’an membutuhkan apa-apa yang dibutuhkan pada shalat yaitu berupa suci dari hadats dan najis, niat, menghadap kiblat dan waktunya.

Kecuali apa yang disebutkan oleh Imam Al Bukhari, dari Ibnu Umar bahwa dia pernah sujud (tilawah) tanpa bersuci. Ibnul Mundzir juga menyebutkan dari Asy Sya’biy.

7. Hadits riwayat Abu Daud no. 2774

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﺑَﻜْﺮَﺓَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺃَﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَﻩُ ﺃَﻣْﺮُ ﺳُﺮُﻭﺭٍ ﺃَﻭْ ﺑُﺸِّﺮَ ﺑِﻪِ ﺧَﺮَّ ﺳَﺎﺟِﺪًﺍ ﺷَﺎﻛِﺮًﺍ ﻟِﻠَّﻪِ .

Dari Abu Bakroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , yaitu ketika beliau mendapati hal yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud pada Allah Ta’ala.

Itulah penjelasan Hukum Sujud Syukur untuk selebrasi gol semoga bermanfaat untuk kita semua.

Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.