Jalan menuju Allah dalam Ilmu Tasawuf dengan hati yang bersih

Jalan menuju Allah

Benangmerahdasi.com – Kajian Tasawuf kitab kimi’aussa’adah jalan menuju Allah dengan hati yang bersih dan mampu mengatasi nafsu syahwat.

AJIAN TASAWUF
Kitab: Kimi’aussa’adah
Mu’allif: Imam Ghazali Ra
Nomor: 046

الحمدلله وحده، الصلاة والسلام على من لانبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اكتفى آثاره إلى يوم النهضة. وبعد:

Pada waktu itu, jika kemauannya sungguh-sungguh, hatinya bersih, nampak ketekunannya, nafsu syahwatnya telah teratasi,

menarik bisikan hatinya, tidak menyibukkannya dengan urusan-urusan yang berhubungan dengan dunia, maka kecermelangan kebenaran akan bersinar dalam hatinya.

Pada awalnya, ia bagaikan sambaran kilat, tidak terus menerus, kemudian datang lagi, adakalanya terus-menerus dan ada kalanya ibarat kilat.

Jika terus menerus, Adakalanya waktunya lama, adakalanya sebentar, adakalanya ada kalanya muncul bergantian,

sambung-menyambung, dan ada kalanya hanya muncul sekali.

Kedudukan para auliya’ dalam hal ini tidak terbatas, sebagaimana tingkatan-tingkatan wujud dan akhlaqnya juga tidak terbatas.

Akhirnya, cara-cara ini kembali kepada intensitas kesucian, kebersihan, kejelasan dan kejernihan hati anda. Selanjutnya anda cukup bersiap-siap dan menunggu.

Jarang sekali para pemikir, filosof dan ahli i’tibar yang mengingkari cara ini, keniscayaannya serta keberhasilannya dalam mencapai tujuan.

Ini adalah keadaan yang dialami para nabi dan para wali pada umumnya. Begitupun, mereka para pakar ilmu tersebut mengaggap sulit untuk mencapai cara-cara ini,

prasyaratnya rumit dan lama sekali untuk meraih hasilnya. Mereka mengira bahwa penghapusan hal-hal yang berhubungan dengan dunia sampai batas tersebut merupakan ‘uzr(sulit diwujudkan).

Kalaupun berhasil pada suatu keadaan, maka keadaan tersebut sulit untuk mencapai kestabilan.

Karena yang sering terjadi adalah rasa was-was dan hal-hal yang menimbulkan gangguan(was-was) pada hati.

Baca juga: Kajian tasawuf memperutukan dirinya hanya kepada Allah

Rasulullah saw pernah bersabda:

قلب المؤمن أشدتقلبامن القدرفي غليانها

“Hati orang mukmin lebih cepat berbolak-balik(labil)daripada air mendidih dalam priuk”(HR. Ahmad dan Hakim)

Dalam sabdanya yang lain:

قلب المؤمن بين اصبعين من أصابع الرحمن

“Hati orang mukmin itu berada diantara dua jemari yang maha kasih”(HR. Muslim)

Adakalanya ketika melakukan mujahadah ini pikiran menjadi kacau, atau badan sakit.

Ini terjadi karena tidak didahului oleh latihan dan pendidikan jiwa tentang hakikat ilmu yang akan dipelajarinya,

sehingga dalam hatinya melekat bayang-bayang buruk yang menjadikan jiwa tidak tenang dalam waktu yang cukup panjang.

Betapa banyak kaum sufi yang menempuh cara ini, dan tetap dalam khayalan selama berpuluh-puluh tahun.

Namun seandainya sebelum waktu itu mereka telah memiliki ilmu secara sempurna, niscaya terbukalah bagi mereka aspek kerancuan khayalan mereka waktu itu juga.

Bersambung…
Senin, 15 Oktober 2018
Aba Abror Al Muqoddam

“Jalan menuju Allah”

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.