Fiqih Wanita Tentang Definisi Nifas, Perhitungan Masa Nifas

Benangmerahdasi  – Fiqih Wanita Tentang Definisi Nifas, Perhitungan Masa Nifas. Melanjutkan Kajian Fiqih wania yang sekarang sudah sampai ke bagian 08

Kitab   : Risalatul Mahidh
Bagian:  08
Oleh   :  Maziyyah
بسم الله الرحمن الرحيم

 

DEFINISI NIFAS

Nifas secara bahasa yaitu الولادة/melahirkan, sedang secara syara’ yaitu darah yang keluar dari farji perempuan setelah melahirkan (setelah kosongnya rahim dari kehamilan)
Dengan demikian darah tholq/darah yang keluar sebab akan melahirkan yg biasanya dibarengi rasa sakit, dan darah yang keluar bersamaan dengan bayi saat keluar, keduanya tidak dinamakan nifas dikarenakan mendahului keluarnya bayi juga tidak dinamakan haidh karena kedua darah tadi merupakan atsar wiladah.

Namun jika si perempuan sebelum melahirkan sempat mengalami haidh yang terus bersambung sampai melahirkan maka kedua darah tadi dikategorikan sebagai haidh.
~ Jelasnya seperti:

Usia kandungan seorang wanita sudah mencapai 9 bulan, kemudian wanita tersebut mengalami haidh, ketika haidhnya memasuki hari ke 5 ternyata dirinya melahirkan, maka darah tholq juga darah yg keluar bersamaan dg bayi keduanya dihukumi haidh.

NIFAS TERHITUNG SEJAK KAPAN?

Nifas terhitung semenjak keluarnya seluruh bagian tubuh bayi dari ibunya bukan terhitung semenjak keluarnya darah.

√ maka semisal seorang wanita setelah melahirkan bayi tidak keluar darah/naqo kemudian di hari ke 6 setelah melahirkan barulah dirinya mengeluarkan darah, maka yg terhitung nifas bukan semenjak keluarnya darah (hari ke 6) tapi semenjak keluarnya seluruh bagian tubuh bayi dari wanita tersebut.
Maka semisal wanita ini mengeluarkan darah selama 55 hari, maka nifasnya jadi genap 60 hari / paling banyak2nya nifas.

√ Ketentuan di atas tadi (nifas terhitung semenjak keluarnya darah) berlaku ketika naqo (bersih tidak keluar darah) itu tidak mencapai 15 hari, maka ketika setelah melahirkan terdapat naqo yang mencapai 15 hari atau lebih kemudian baru keluar darah, maka darah tadi tidak dinamakan nifas melainkan sudah kategori haidh.

√ Adapun naqo tadi yang terdapat setelah lahirnya bayi dg catatan naqo tersebut tidak mencapai 15 hari selama tidak disusul dengan datangnya darah hukumnya adalah suci, sehingga tetap berkewajiban melakukan sholat, namun jika ternyata disusul kekuarnya darah maka dihukumi nifas secara ‘adad bukan nifas secara hukum.

HUKUM DARAH YANG KELUAR SEBELUM ARI-ARI (PLACENTA) KELUAR

Darah yang keluar setelah keluarnya bayi namun ari-ari/placenta dari bayi tersebut masih tertinggal di dalam hukumnya tetaplah darah nifas

APAKAH ORANG KEGUGURAN ADA NIFASNYA?

√ Orang yang keguguran tetap ada nifasnya meski yang keluar masih dalam bentuk علقة/gumpalan darah atau مضغة/gumpalan daging selama علقة & مضغة tersebut sudah memiliki bentuk kehidupan meski masih samar (ada tanda-tanda akan menjadi bayi, meski samar)

Baca Juga: Kajian fiqih wanita tentang batasan masa suci yang antara satu haid dengan haid berikutnya

MINIMAL DAN MAKSIMAL NIFAS

Minimal atau paling sedikit-sedikitnya nifas adalah لحظة atau مجة, sesaat atau sekali keluar (sakecrotan kalau orang jawa bilang)
Adapun maksimal nifas yaitu 60 hari, sedangkan umumnya adalah 40 hari

√ Maka ketika seorang wanita setelah melahirkan masih keluar darah setelah lewat 40 hr ia belum berkewajiban mandi juga belum berkewajiban sholat, dengan demikian adat yang berlaku di masyarakat dimana wanita setelah melahirkan wajib melakukan mandi besar setelah genap 40 hr itu tidaklah benar, dikarenakan wajib mandi besarnya orang yang nifas itu setelah darahnya benar-benar berhenti jika ternyata darah berhenti di hari ke 30 maka wajib mandi saat itu juga, namun jika ternyata darah belum berhenti setelah lewat 40 hari maka wanita tersebut belum berkewajiban mandi, melihat maksimal nifas adalah 60 hari.

√ Namun jika memang mengharuskan mandi setelah genap 40 hari maka mandinya tidak boleh diniati mandi besar jika memang darahnya belum benar-benar berhenti, melainkan dengan niat yang lain.

√ Dan orang yang nifas itu seperti halnya orang yang haidh dalam segi muharromatnya, maka hal-hal yang diharamkan kepada wanita haidh seperti yang sudah lewat (sholat, puasa, baca qur’an, menyentuh mushaf, dll) itu diharamkan pula kepada wanita yang sedang nifas.

Referensi:

الاقناع فى حل الفاظ ابي شجاع ج ١ ص ٩٦:
(ﻭاﻟﻨﻔﺎﺱ) ﻟﻐﺔ اﻟﻮﻻﺩﺓ ﻭﺷﺮﻋﺎ (ﻫﻮ اﻟﺪﻡ اﻟﺨﺎﺭﺝ) ﻣﻦ ﻓﺮﺝ اﻟﻤﺮﺃﺓ (ﻋﻘﺐ اﻟﻮﻻﺩﺓ) ﺃﻱ ﺑﻌﺪ ﻓﺮاﻍ اﻟﺮﺣﻢ ﻣﻦ اﻟﺤﻤﻞ
ﻭﺳﻤﻲ ﻧﻔﺎﺳﺎ ﻷﻧﻪ ﻳﺨﺮﺝ ﻋﻘﺐ ﻧﻔﺲ ﻓﺨﺮﺝ ﺑﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﺩﻡ اﻟﻄﻠﻖ ﻭاﻟﺨﺎﺭﺝ ﻣﻊ اﻟﻮﻟﺪ ﻓﻠﻴﺴﺎ ﺑﺤﻴﺾ ﻷﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺁﺛﺎﺭ اﻟﻮﻻﺩﺓ ﻭﻻ ﻧﻔﺎﺱ ﻟﺘﻘﺪﻣﻪ ﻋﻠﻰ ﺧﺮﻭﺝ اﻟﻮﻟﺪ ﺑﻞ ﺫﻟﻚ ﺩﻡ ﻓﺴﺎﺩ ﻧﻌﻢ اﻟﻤﺘﺼﻞ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺤﻴﻀﻬﺎ اﻟﻤﺘﻘﺪﻡ ﺣﻴﺾ

حاشية الباجوري ج ١ ص ١١١:
قوله وابتداء النفاس من انفصال الولد اي من انفصاله لا من زمن خروج الدم اذ تأخر خروحه عن انفصال الولد لكن بشرط ان يكون خروج الدم قبل مضي خمسة عشر يوما منها فزمن النقاء حينئذ من النفاس عددا لا حكما على المعتمد فان كان بعد مضي خمسة عشر يوما فاكثر فهو حيض ولا نفاس لها اصلا على الاصح فى المجموع كما مر

بغية المسترشدين ص ٢٢٠:
وما خرج بعد الانفصال الولد وان بقيت المشمة فنفاس

شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم ج ١ ص ١٦٦:
(ﻭﺃﻗﻞ) ﺯﻣﻦ (اﻟﻨﻔﺎﺱ) ﻭﻫﻮ ﻟﻐﺔ: اﻟﺪﻡ اﻟﺨﺎﺭﺝ ﺃﻭﻟﻪ ﻗﺒﻞ ﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﻳﻮﻣﺎ ﺑﻌﺪ ﻓﺮاﻍ اﻟﺮﺣﻢ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ اﻟﻮﻟﺪ، ﻭﻟﻮ ﻋﻠﻘﺔ ﺃﻭ ﻣﻀﻐﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﺻﻮﺭﺓ ﺧﻔﻴﺔ؛ ﺇﺫ ﻻ ﻳﺴﻤﻰ ﻭﻻﺩﺓ ﺇﻻ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﻣﻦ اﻟﻨﻔﺲ، ﻭﻫﻮ اﻟﺪﻡ؛ ﺇﺫ ﺑﻪ ﻗﻮاﻡ اﻟﺤﻴﺎﺓ، ﺃﻭ ﻟﺨﺮﻭﺟﻪ ﻋﻘﺐ ﻧﻔﺲ ﻓﺄﻭﻟﻪ ﻣﻦ ﺧﺮﻭﺝ اﻟﺪﻡ، ﻭﺇﻥ ﺗﺄﺧﺮ ﻋﻦ اﻟﻮﻻﺩﺓ .. ﻓﺰﻣﻦ اﻟﻨﻘﺎء ﺑﻌﺪ اﻟﻮﻻﺩﺓ ﻳﻠﺰﻣﻬﺎ ﻓﻴﻪ ﺃﺣﻜﺎﻡ اﻟﻄﺎﻫﺮاﺕ، ﻟﻜﻨﻪ ﻳﺤﺴﺐ ﻣﻦ اﻟﺴﺘﻴﻦ (ﻟﺤﻈﺔ) ﺃﻱ: ﻣﺎ ﻭﺟﺪ ﻣﻨﻪ، ﻓﻬﻮ ﻧﻔﺎﺱ ﻭﺇﻥ ﻗﻞ.

(ﻭﺃﻛﺜﺮﻩ) ﺯﻣﻨﺎ (ﺳﺘﻮﻥ ﻳﻮﻣﺎ، ﻭﻏﺎﻟﺒﻪ ﺃﺭﺑﻌﻮﻥ) ﻳﻮﻣﺎ ﺑﺎﻻﺳﺘﻘﺮاء.
(ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺑﻪ ﻣﺎ ﻳﺤﺮﻡ ﺑﺎﻟﺤﻴﺾ) -ﻣﻤﺎ ﻣﺮ-

HUKUM DARAH NIFAS YANG TERPUTUS-PUTUS

√ Darah nifas yang terputus-putus di dalam masa 60 hari selama pemisah/naqo/mampet yang memutus tersebut tidak mencapai 15 hari maka kesemua darah tersebut dihukumi nifas.
Contoh: seorang perempuan setelah melahirkan mengeluarkan darah 20 hari, kemudian naqo 5 hari, keluar lagi 10 hari naqo lagi 7 hari, keluar lagi 5 hari. Maka kesemua darah tadi beserta naqonya dihukumi nifas.

√ Dengan demikian darah nifas yang terputus naqo di dalam masa 60 hari, yang mana naqo tersebut mencapai 15 hari atau lebih maka darah setelah naqo tersebut dihukumi haidh bukan nifas lagi.

Contoh: seorang perempuan setelah melahirkan keluar darah selama 20 hari kemudian naqo selama 20 keluar lagi 10 hari, maka darah yg awal sebelum naqo yg berjumlah 20 hari dihukumi nifas, sedang darah yg kedua yang berjumlah 10 hari sudah dihukumi haidh.

√ Namun bila darah sudah mencapai masa 60 hari maka meskipun naqo kurang dari 15 hari maka darah selanjutnya sudah dihukumi haidh.

Contoh: seorang wanita nifas selama 60 hari kemudian naqo 3 hari kemudian keluar lagi darah 5 hari, maka darah yg kedua ini sdh dikatakan haidh.
Atau bahkan kasusnya seperti ini:

keluar darah nifas 59 hari dihari 60 nya mampet kemudian di hari 61 keluar lagi, maka darah di hari ke 61 sudah bisa di katakan haidh.

حاشية الكردي ج ١ ص ١٧٢:
(قوله ستين) عبر فى التحفة بقوله ثم ﺛﻢ اﻧﻘﻄﻊ، ﻭﻟﻮ ﻟﺤﻈﺔ، ﺛﻢ ﺭﺃﺕ اﻟﺪﻡ ﻛﺎﻥ ﺣﻴﻀﺎ ﺑﺨﻼﻑ اﻧﻘﻄﺎﻋﻪ ﻓﻲ الستين ﻓﺈﻥ اﻟﻌﺎﺋﺪ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺣﻴﻀﺎ ﺇﻻ ﺇﻥ ﻋﺎﺩ ﺑﻌﺪ ﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸر. وفى فتح الجواد لو رأت نفاسا ثم نقاء دون خمسة عشر ثم دما بعد اكثر النفاس كتسعة وخمسين نفاسا ثم نقاء يوم الستين ثم د ما يوم الحادى والستين فانه حيض

و الله اعلم بالصواب…………….

Hasil Kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.