Kajian Hadits Sebagian Tanda Orang yang Beriman yang Sempurna

Benangmerahdasi  – Kajian Hadits Sebagian Tanda Orang yang Beriman yang Sempurna. Melanjutkan kajian tafsir hadits yang telah samapi hadits ke 15

Fan : HADITS
Nama: Hadits Arbain An nawawi
Pengarang : Imam yahya bin syarofuddin an nawawi (wafat 676 H).
Tiap : Jum’at pagi
Oleh : Mbah Naja Wafa Bidaroinik

Kajian Hadits Sebagian Tanda Orang yang Beriman yang Sempurna

Hadits ke 15

Dari sahabat abi huroiroh RA bahwa Rosululloh SAW bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Alloh SWT dan hari ahir (kiamat) maka sebaiknya bertutur katalah yg baik, atau diamlah. Dan barang siapa beriman kepada Alloh SWT dan hari ahir maka sebaiknya mulyakanlah tetangga. Dan barang siapa beriman kepada Alloh SWT dan hari ahir maka sebaiknya mulyakanlah tamu”.
(HR BUKHORI MUSLIM).

PENJELASAN

Sebagian tanda orang yg beriman yg sempurna adalah:
1)- Tidak berbicara kecuali bicara yg baik
2)- Memuliakan tetangganya.
3)- Memuliakan tamunya.

1)- Tidak berbicara kecuali bicara yg baik
Artinya: Lisan kita wajib kita jaga dengan sebaik2nya, jangan sampai ketrucut bicara yg tidak baik. Apabila kita gk bisa bicara yg baik maka lebih baik kita diam. Ada pepatah “terpelesetnya kaki masih bisa disembuhkan…tp tetpelesetnya lisan akan sulit disembuhkan”.

Maka baik sekali bila kita mau bicara apa saja sebaiknya kita angan2 terlebih dahulu.

Ada orang yg kekal di neraka sebab lisan.
Ada yg dipenjara sebab lisan.
Ada yg di hajar, dipukul jg sebab lisan.
Sebaliknya…
ada orang yg masuk surga sebab lisan.
Ada orang yg mulia sebab lisan.
Ada yg mendapat pahala juga sebab lisan.

Baca juga: Umat Rosulullah SAW yang tidak di hisab

2)- Memuliakan tetangga

Artinya: kita wajib menjaga, menghormati tetangga2 kita meskipun kafir (non islam). Jangan sampai kita menyakiti tetangga2 kita. Lebih2 merusak pagar ayu tetangga.
Juga bila kita diberi kecukupan rizki jangan lupa berbagi dg tetangga kita.

3)- Memuliakan tamu

Artinya: kita wajib memuliakan tamu dg cara:
>menyambut dg wajah yg berseri2.
>syukur2 kita bisa menghidangkan makanan minuman.
>bila tamu menginap maka usahakan tempat yg baik.
>meskipun kamu orang kaya harta, berpangkat tetaplah menghormati tamu.klo hal ini kita tinggalkan maka akan turunlah kehormatan kita dimata para tamu.lebih2 dimata alloh swt.

>bila kita sedang repot/ sedang akan acara maka sebaiknya terus terang kpd tamu dg bahasa yg baik sprti “maaf panjenengan istirahat disini dulu…saya akan ada acara sebentar” dll.

Hikayat atau cerita
Suatu hari sayyidina umar bin khottob RA kedatangan tamu. Setelah tamu dipersilahkan duduk sayyidina umar membuatkan minuman dan makanan sendiri kpd tamu tersebut. Sampai2 tamu kebingungan dan bertanya: “wahai amirul mukminin, mengapa engkou sendiri yg menyuguhkan dan menjamu tamumu??tidak menyuruh khodam/pembantumu??”

Sayyidina umar RA menjawab: “ketika rumah didatangi tamu, maka malaikat pembagi rizki menunggu dipintu dan memeriksa apakah tuan rumah menghormati tamunya atau tidak, Menjamu tamunya atau tidak. Maka dari itu aku malu bila aku menyuruh pembantuku untuk menghormati dan menjamu tamu2ku. Aku ingin diriku sendiri yg melakukannya. Subhanalloh.

Bersambung..

mugi nambahi manfaat untuk kita semua khususnya saya amin.

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.