Kajian Kitab Ta’liimu Muta’allim Tentang Kuantitas Pelajaran dan Kuwalitas Pelajaran

Benangmerahdasi  -Kajian Kitab Ta’liimu Muta’allim no: 032 tentang Kuantitas pelajaran dan kuwalitas pelajaran.

Tentang Kuantitas Pelajaran dan Kuwalitas Pelajaran. Adapun ukuran pelajaran permulaan adalah sebagai berikut: Imam Abu Hanifah, ra, menghikayatkan dari Syaikh Qadli Imam Umar Abu Bakar Az Zaranji, ra,
(periwayatan sumber disini perlu di klasifikasi, karena imam Abu Hanifah (80H-150H)Jauh lebih tua dibanding Az Zaranji (Wafat 584H/1188M)dan mereka tidak pernah hidup dalam kurun, sehingga tidak mungkin imam Abu Hanifah sesuatu dari orang yang hidup pada ratusan tahun setelah beliau wafat.

 

Kajian Kitab Ta’liimu Muta’allim Tentang Kuantitas Pelajaran dan Kuwalitas Pelajaran

Assalaamu’Alaikum
No : 032
Setiap hari : Selasa,
Oleh :Umy Nana Syarif.

BismillaahirRohmaanirRohim

Kuantitas Pelajaran

Adapun ukuran pelajaran permulaan adalah sebagai berikut:Imam Abu Hanifah, ra, menghikayatkan dari Syaikh Qadli Imam Umar Abu Bakar Az Zaranji, ra,
(periwayatan sumber disini perlu di klasifikasi, karena imam Abu Hanifah (80H-150H)Jauh lebih tua dibanding Az Zaranji (Wafat 584H/1188M)dan mereka tidak pernah hidup dalam kurun, sehingga tidak mungkin imam Abu Hanifah sesuatu dari orang yang hidup pada ratusan tahun setelah beliau wafat.

Boleh jadi kekeliruan ini karena salah cetak semenjak cetakan yang pertama, dan tercopy terus pada cetakan berikutnya sampai sekarang. Tentang substansi isi riwayat ini, mungkin datang dari Syaikh Az Zaranji sendiri, sebagai ulama besar ahli fiqih bermadzhab Hanafi, Walloohu A’lam.)

Katanya : para guru kami berkata “Sebaiknya ukuran pelajaran bagi murid pemula adalah sepanjang yang bisa ia hafal dengan mengulang dua kali ;
Kemudian ditambah sedikit demi sedikit pada setiap hari, sehingga setelah pelajaran menjadi banyak dan panjangpun tetap bisa dihafal dengan mengulang dua kali: demikian lambat laun pelajaran akan bertambah setapak demi setapak ;

Apabila pelajaran pertama terlalu panjang sehingga untuk menghafalnya perlu mengulang sepuluh kali, maka seterusnya sampai akhirpun akan demikian ; karena hal tersebut telah menjadi kebiasaan yang amat susah untuk dibuang ”

(Methode ini di asumsikan untuk belajar tempo doeloe, dimana masih amat sulit diperoleh kertas sehingga setiap perjalanan harus dihafalkan diluar kepala. Zaman sekarang telah berkembang jauh berbeda ; tidak hanya berlimpahan kertas dan alat tulis di mana-mana dengan harga terjangkau, tetapi semenjak ditemukan teknologi penulisan secara digital maka semuanya menjadi mudah dan efisien.

Baca Juga: Kajian Kitab Ta’liimul Muta’allim Hari permulaan belajar 

Komputer dengan seluruh fasilitas dalam sistemnya benar-benar menjadi makhluk cerdas dihari ini. Apalagi dengan teknologi Internet, setiap orang dengan mudahnya dapat membaca dan meng-copy kitab apapun diseluruh dunia, hanya dalam hitungan detik.

Hari inipun dapat kita peroleh ratusan keping CD program yang berisi judul kitab lengkap dengan mujalladat dan daftar isinya masing-masing sehingga demikian mudah mencari maraji’ dari ratusan ratusan kitab untuk satu topik bahasan, SubhaanAllooh….. Zaman sekarang telah mengglobal, dan trend-nya masih akan terus berkembang dengan membawa harapan sekaligus tantangan. Walloohu A’lam.

Ada kata mutiara : “pelajaran baru satu huruf tapi diulang-ulang seribu kali”,

Kualitas pelajaran

Sebaiknya dimulai dengan pelajaran yang mudah difahami ;

Adalah guru kami Syaikh iman Syarafuddin Al Uqaili, ra,
(Al Uqaili adalah Syaikh Umar bin Muhammad bergelar Abu Hafsh Al Anshari, salah seorang ulama’ besar ahli Fiqih bermadzhab Hanafi, beliau berasal dari Bochara, banyak mengarang buku, wafat tahun 596H/1200M)

Berkata “Menurut saya, yang betul dalam hal ini adalah apa yang dilakukan para guru kami, yaitu mereka pilihkan kitab-kitab summary (Shigharatul Mabsuthah yang disini diterjemahkan dengan summary, adalah kitab-kitab tipis yang merupakan summary atau ringkasan kitab-kitab yang lebih besar.

Untuk murid baru ;dengan begitu akan lebih mudah difaham dan dihafal, serta tidak menjemukan dan banyak terjadi / teraplikasi ditengah masyarakat”.

Bersambung….

Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin,
Semoga bermanfaat untuk kita semua, Aamiin Yaa Mujiibas Saailiin.

Jangan lewatkan kajian berikutnaya..

Hasil kajian grup DASI bisa anda temukan di Benangmerahdasi.com
Untuk info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda akses di santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.