Kajian Tafsir hadits Penjelasan Tentang Iman yang Sejati

Benangmerah DASI
Read Time2 Minutes, 20 Seconds

Benangmerahdasi  – Kajian Tafsir hadits Penjelasan Tentang Iman yang Sejati

Fan :Hadits
Ismu :Hadits Arbain nawawi
Karya: Imam Yahya Syarofuddin an-nawawi (wafat 676 H)
Tiap : Jum’at pagi
Oleh : Mbah Naja Wafa Bidaroinik

Hadits ke 13

Di riwayatkan dari abi hamzah yaitu ANAS bin malik RA yang menjadi juru ladi (pembantu) Rosululloh SAW, Dari Rosulillah SAW bersabda:
“(ORANG YG MENGAKU IMAN) TIDAK DINAMAKAN IMAN YG SEJATI SEHINGGA DIA MENCINTAI ORANG LAIN SEPERTI DIA MENCINTAI DIRINYA SENDIRI”.

(HR Bukhori Muslim).
Matan Arbain Nawawi hal 13-14

penjelasan

Orang yang mengaku IMAN kepada Alloh SWT itu tidak bisa dinamakan Iman yg sejati selama dia belum bisa mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai terhadap dirinya sendiri.

Contoh
1- Kamu senang apabila dihormati orang lain, maka apabila saudaramu dihormati orang lain kamu juga harus senang atau kamu juga harus mau menghormati pada saudaramu.
2- Kamu tidak senang apabila kamu di PISUHI/ Diolok-olok orang, begitu juga kamu juga harus tidak merasa senang apabila saudaramu di PISUHI/ di olok-olok orang, atau juga Kamu juga jangan MISUHI/ mengolok-olok orang.
3- Kamu suka bila ditolong orang lain, maka kamu juga harus merasa senang bila saudaramu di tolong orang lain. Atau kamu juga harus mau menolong orang.
Dan seterusnya…

(Azwadul musthofawiyah karya Syekh BISYRI MUSTOFA Rembang-JATENG).

Baca Juga: Kajian Tafsir Hadits Arbain Nawawi (No:12)

Penting!!!

Yang dimaksud saudara atau orang lain disini yang paling utama adalah SEMUA SAUDARA MUSLIM MAUPUN KAFIR.
Maka….kita mencintai kepada saudara kita yang kafir (yaitu masuknya saudara kita yang kafir kedalam agama islam) sebagaimana kita mencintai terhadap diri kita sendiri dalam beragama islam.

Dari sinilah maka DISUNNAHKAN bagi kita mendoakan saudara kita yang kafir untuk diberi hidayah oleh Alloh SWT.

Yang dimaksud dengan MENCINTAI disini adalah MENGINGINKAN kebaikan dan kemanfaatan pada yang lain. Juga CINTA yang dimaksud disini adalah cinta yang sebangsa agama bukan cinta yang sebangsa manusia. Karna cinta yang sebangsa manusia kadang bertolak dengan watak yang ada.

Kesimpulannya

Maka apabila kita tidak MENCINTAI saudara kita sebagaimana kita MENCINTAI diri kita sendiri maka berarti kita adalah orang yang punya sifat IRI DENGKI.

Menurut IMAM GHOZALI iri dibagi tiga:

1- Menginginkan hilangnya nikmat dari saudara yg lain dan berbaliknya nikmat untuk dirinya. (SANGAT PARAH).
2- Menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain meskipun tidak menginginkan berbaliknya nikmat pada dirinya.(PARAH SEKALI).
3- Tidak menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain, tapi benci apabila saudaranya mendapat nikmat. (PARAH).

Ketiga-tiganya iri diatas diharamkan karena orang yg mempunya sifat iri dengki tersebut adalah orang yg tidak rela menerima pemberian ALLOH SWT.

[MAKA WAJIB BAGI KITA MENGOBATI DIRI KITA MASING-MASING dan MARILAH KITA RELA DAN RIDHO dengan APA YG TELAH ALLOH BERIKAN PADA KITA]

Syarah arbain nawawi hal: 48-49

Bersambung..
Jangan lewatkan kajian selanjutnya..

Hasil Kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmeraghdasi.com
info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

1 0

Tentang Penulis Posting

Benangmerah DASI

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Hukum Fiqih Pengucapan yang Salah Pada Akad Nikah

Benangmerahdasi.com  – Hukum Fiqih Pengucapan yang Salah Pada Akad Nikah (Panjang-Pendek dan perubahan Huruf). Menjawab pertanyaan keluarga DASI Saudari  Fiqolby Maashy  yang bertanya tentang fiqih bab Nikah. FIQIH MUNAKAHAT [ Tentang shighot Nikah ] NO:00343 Hallo Benang merah WA : 0813 8445 1265 WA : 0899 8605 999. Hukum Fiqih Pengucapan […]

Berlangganan Sekarang