Kajian Tafsir Hadits Pengertian Orang Yang Kuat

Benangmerahdasi  – Kajian Tafsir Hadits Pengertian Orang Yang Kuat. Hadits Arba’in Nawawi
Pengarang: Syekh Imam Yahya bin syarofuddin An-nawawi (wafat 676H)
Oleh : Mbah Naja Wafa Bidaroinik

Hadits ke 16

Kajian Tafsir Hadits Pengertian Orang Yang Kuat

Dari Abi Huroiroh RA, Bahwa sesungguhnya seorang laki2 (Haritsah bin Quddamah) bertanya pada Rosulalloh SAW :
“Berwasiatlah (berpesanlah) engkau padaku!”.
Rosul SAW bersabda:
“JANGAN SUKA MARAH-MARAH”.
Laki-laki tadi bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama sampai berulang-ulang. Rosul SAW tetap bersabda dengan jawaban yang sama “JANGAN SUKA MARAH-MARAH”.
(HR Bukhori).

Penjelasan

Kata2 “JANGAN SUKA MARAH-MARAH” ini artinya janganlah suka marah yang berkepanjangan, tetapi bila sedang marah cepat-cepatlah meredam kemarahan kita. Jadi bukan berarti kita DILARANG UNTUK MARAH, Karena marah itu adalah watak daripada tabiat manusia dan tidak mungkin kita bisa untuk menghilangkannya.

Bahkan MARAH itu diperlukan sekali disaat2 tertentu seperti:
-Marah-marah karena membela kebenaran.
-Marah-marah karena menanggulangi perkara yang batil dll.

Baca Juga: Kajian Hadits kitab Arbain An Nawawi, hadits ke -15

Nabi SAW bersabda: “Jauhilah sifat marah, karena marah itu adalah BARA yang menyalakan api dlm hati anak manusia, apakah kamu tahu bila bila manusia sedang marah maka mukanya akan memerah? dan otot-ototnya menguat? Maka disaat hal itu terjadi pada dirimu cepat-cepatlah kamu berbaring”.

Dan ada pula laki-laki datang kepada nabi dan berkata: “Ya rosul ajarkanlah kami ilmu yang bisa mendekatkan kami pada alloh SWT dan menjauhkan kami dari neraka!!”.
Rosul SAW menjawab: “JANGANLAH KAMU SUKA MARAH-MARAH, (bila kamu menjauhi itu) MAKA BAGIMU SURGANYA ALLOH”.

Rosul SAW juga bersabda: “Sifat MARAH itu dari Setan, dan sesungguhnya setan terbuat dari api, dan sesungguhnya api hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka apabila kamu sedang marah2 maka sebaiknya cepat2lah berwudhu.

Abu dzar alghifari berkata: “BILA KAMU SEDANG MARAH (dlm posisi berdiri) MAKA DUDUKLAH. BILA MASIH BELUM HILANG MARAH-MARAHMU MAKA BERBARINGLAH!!”.

Nabi Isa As berpesan pada Nabi Yahya bin Zakaria As yaitu: “JANGANLAH KAMU SUKA MARAH2”. Bagaimana aku bisa menghilangkan sifat marah?? Kata Nabi Yahya As.

Nabi Isa Berkata: “APABILA DIBICARAKAN SESUATU YANG ADA PADA DIRIMU/ YANG TELAH KAMU PERBUAT maka KATAKAN BAHWA INI ADALAH DOSAKU YANG DIINGATKAN ALLOH PADAKU, AKU MOHON AMPUN PADA ALLOH. dan APABILA DIKATAKAN SESUATU YANG TIDAK ADA PADA DIRIMU/ TIDAK KAMU PERBUAT maka KATAKAN PADA DIRIMU BAHWA INI ADALAH AIB YANG DITUJUKAN KEPADAMU, DAN INI AKAN MENJADI KEBAIKAN PAHALA YANG AKAN DIBERIKAN KEPADAMU”.

Amr bin Ash juga bertanya pada Nabi SAW dari perkara yg bisa menjauhkan dari MARAHNYA alloh SWT. Jawab Nabi SAW: “JANGANLAH MARAH-MARAH”.

(Syarah Arbain nawawi 47-48)
—————————————————

Orang yang kuat bukan orang yang kekar berotot baja, tapi orang yang kuat adalah ORANG YANG CEPAT BISA MEREDAM DIRINYA DISAAT SEDANG MARAH.

Bersambung..

SEMOGA Bermanfaat bagi saya khususnya dan saudara2 semua pada umumnya. Amin

Hasil Kajian Fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.