Kajian Tajwid Bagian 4 Penjelasan Hukum Bacaan Mad Far’i

BenangmerahDasi – Kajian Tajwid Bagian 4 Penjelasan Hukum Bacaan Mad Far’i . melajutkan kajian Tajwid bagian 017  kitab  ﻫﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﺋﻴﻦ ﻟﺘﺼﺤﻴﺢ ﺍﻟﻔﺎﻅ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ

No: 017
Kitab: ﻫﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﺋﻴﻦ ﻟﺘﺼﺤﻴﺢ ﺍﻟﻔﺎﻅ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ
Oleh: Umi Asmax
Bismillaahirrohmaanirrohiim

Semoga dengan kajian ini, kita benar-benar bisa menjadi pembaca Al- Qur’an yang baik dan benar menurut: ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻣﺎﻡ ﻋﺎﺻﻢ ﻋﻦ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﺣﻔﺺ ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻋﺒﻴﺪﺑﻦ ﺍﻟﺼﺒﺎﺡ

Hukum Bacaan Mad Far’i

1. Mad wajib Muttashil
2. Mad Jaiz Munfashil
3. Mad Aridllissukun
4. Mad Badal
5. Mad Lazim Kilmi Mutsaqqol/ مد لازم كلم مثقل

Lazim artinya sama dengan wajib
Dalam ishtilah tajwid, hukum lazim menunjukkan kesepakatan dari ulama’ tajwid dalam memberi hukum mad dan juga sepakat dalam ukuran panjangnya.

Yang disebut Mad Lazim Kilmi Mutsaqqol ialah apabila sesudah huruf mad terdapat huruf yang di baca tasydid dalam satu kalimah
Contoh:

– Ash Shoookhkhoh/ الصاخه
– Ad Daaabbah/ الدابه
– Tak Muruuunnii/  تأمرونى

Maka semua ‘ulama tajwid tanpa terkecuali membaca dengan 6 harokat (tiga alif) baik pada waktu waqof maupun pada waktu washol.
Tetapi apabila antara huruf mad dan huruf yang bertasydid itu terpisah kalimah (huruf mad ada pada ujung kalimah pertama, dan huruf bertasydid pada awal kalimah yang kedua), maka justru bacaannya tidak panjang seperti:

– Idzaddaarokuu / اذاداركوا
– Idzassamaaa u / اذا السماء
Mad ini disebut mutsaqqol (berat) karena ada tasydid setelah huruf setelah huruf mad.
Di sebut kilmi (sebangsa kalimah) karena terdiri dari kalimah

Baca juga: Kajian Tajwid Hukum Bacaan Mad Far’i (3)

6. Mad Lazim Kilmi Mukhoffaf
Apabila setelah huruf mad, ada huruf yang mati ashli dalam satu kalimah.
Maka ulama tajwid sepakat harus di baca 6 harokat (tiga alif).
Kecuali bisa antara huruf mad dan huruf yang di sukun ashli itu terpisah kalimatnya, maka tidak ada bacaan mad, justru mad yang ada juga harus di hilangkan.
Menurut imam Qiro’ah Sab’ah selain imam nafi’ mad ini hanya terdapat dua buah lafald yaitu

الان وقد كنتم(يونس ٥١
(Aaal aana waqod Kuntum)

الان وقد عصيت(يو نس ٩١)
(Aaal aana waqod ‘Ashoitu

Sedangkan Imam Nafik menanbahkan satu lafald lagi, yaitu ومحياي (wamahyaai)
Dengan mensukun huruf yak yang kedua.

Mad ini di sebut Mukhoffaf (ringan) karena sesudah  huruf mad tidak terjadi idzghom atau tasydid.

Wallahu a’alam Bisshowaf

Bersambung..
Mad Farq

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda kungungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.