Kajian Ta’liim Muta’allim (Pantangan Orang Berilmu)

Benangmerah DASI
Read Time2 Minutes, 34 Seconds

BenangmerahDasi – Kajian Ta’liim Muta’allim (Pantangan Orang Berilmu). Melanjutkan kajian kitab Ta’liimul Muta’allim yang telah sampai ke no 10.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،
No   : 010
Hari : Selasa
Oleh: Umy Nana Syarif
بسم الله الرحمن الرحيم.
Kajian Ta’liim Muta’allim (Pantangan Orang Berilmu)

Pantangan orang berilmu

وينبغي لأهل العلم أن لا يذل نفسه بالطمع في غير المطمع، ويحترز عما فيه مذلة العلم وأهله.

Orang berilmu hendaklah tidak mencemarkan dirinya sendiri dengan bersikap tamak terhadap sesuatu yang tidak semestinya, dan hendaknya pula menjaga diri dari hal-hal yang menghinakan ilmu dan orang alim/ ahli ilmu.

ويكون متواضعا – والتواضع بين التكبر والمذلة -، والعفة كذلك، ويعرف ذلك في كتاب الأخلاق.

Hendaknya bersikap tawadlu’ yaitu sikap antara angkuh dan hina demikian juga sikap Iffah/ perwira. dan semua itu dapat dipelajari dalam kitab-kitab akhlaq.

Kajian Ta’liim Muta’allim (Pantangan Orang Berilmu)

انشدني الشيخ الإمام الاستاذ ركن الدين المعروف بالاديب المختار شعرا لنفسه :

Syaikh Imam Ustadz Ruknuddin yang terkenal dengan sebutan sastrawan pilihan, nama beliau ialah Muhammad bin Abu Bakar bin Yusuf Ruknuddin Al Farghani, seorang ulama ahli fiqih bermadzhab Hanafi, Sekaligus sastrawan pujangga, salah seorang guru pengarang kitab ini. Wafat di Marghinan tahun 594H/ 1196M. Mendendangkan sair gubahan beliau sendiri kepada kami sebagai berukut:

إن التواضع من خصال المتقي ÷ وبه التقي إلى المعالى يرتقى. 
ومن العجائب عجب من هو جاهل ÷ في حاله أهو السعيد أم الشقى. 
أم كيف يختم عمره أو روحه ÷ يوم النوى متسفل أو مرتقى. 
والكبرياء لربنا صفة له ÷ مخصوصة فتجنبنها واتقى.

Sungguh, tata kerama adalah sifat orang bertaqwa.
Iapun membubung tinggi, dengan sifat ini.
Ajaib sekali, orang yang tidak tahu kondisi sendiri,
Bahagiakah nanti, atau celaka diri.
Bagaimanakah pungkasan umurnya, saat tercabut nyawanya,
Di hari kematian, dia terjatuh atau mulia.
Kebesaran itu sifat khusus bagi-Nya,
Maka hindarilah dan bertaqwalah kepada-Nya

قال أبو حنيفة رضي الله عنه لأصحابه :”عظموا عما ئمكم ووسعوا اكمامكم “؛

Berkata Imam Abu Hanifa, ra kepada para sahabat beliau
”Besarkanlah putaran surbanmu dan longgarkanlah lengan bajumu”
Penampilan seperti ini, kata prof. Dr. KH Muh Tolchah Mansoer dalam sambutan buku ini, ternyata dipraktekkan oleh dunia universitas sekarang, semacam para dosen/guru besar musti memakai toga dan musti berwarna hitam, sebagai pakaian kebesaran ketika upacara resmi keilmuan misalnya wisuda sarjana, pidato pengukuhan guru besar, dan sebaginya.

وإنما قال ذلك لئلا يستخف بالعلم وأهله..

Justru demikianlah beliau mengajurkan, agar ilmu dan orang alim tidak dipandang remeh.

وينبغي لطالب العلم أن يحصل كتاب الوصية التي كتبها أبو حنيفة رضي الله عنه ليوسف بن خالد السمتي عند الرجوع إلى أهله، يجده من يطلبه.

Sebaiknya penuntut ilmu berhasil mendapatkan buku wasiat yang ditulis oleh Imam Abu Hanifah untuk Yusuf bin Kholid As Simty. Beliau adalah salah satu sahabat Imam Abu Hanifah yang banyak belajar kepadanya. Imam Syafi’i mengatakan bahwa Yusuf bin Kholid itu termasuk orang pilihan, dia perawi hadits dalam sanad Ibnu Majah dan ulama yang berpengaruh di zamannya.

Beliau wafat tahun 189H/805M, (Al Jawahirul Mudi’ah II/228). Ketika kembali pulang ke tengah keluarganya (di Basrah). Buku ini bisa didapatkan oleh orang yang mencarinya. Yaitu sebuah buku yang secara umum berisi amanat Nahi Mungkar.

Dalam penelusuran buku wasiat Abu Hanifah ini berhasil ditemukan beberapa manuskrip, antara lain yang tersimpan di Universitas Istambul dan perpsustakaan Syaikh Zuhair Asy Syawis dengan nomer 380. Bahkan di perpustakaan ini terdapat manuskrip nomer 1285 berisi syarah wasiat Bairati (Wafat 786H/1384M) yang juga pensyarah kitab Al Hidayah Fi Fiqhi Abi Hanifah.

Baca juga: Kajian Ta’liimul Muta’allim kelezatan Ilmu dan Pengalamannya

وقد كان استاذنا شيخ الإسلام برهان الأئمة علي بن أبي بكر قدس الله روحه العزيز أمرني بكتابته عند الرجوع إلى بلدي فكتبته؛

Dan adalah Guru kami sendiri, Syaikhul Islam Burhanul Aimmah Ali bin Abu Bakar semoga Allah mensucikan ruhnya yang mulia memerintahkan kami disaat mau pulang kampung agar menulis buku wasiat tersebut, dan kami melakukannya.

ولا بد للمدرس والمفتي في معاملات الناس منه، وبالله التوفيق.

Bagi para Guru yang Mufti (Pemberi fatwa) bidang komunikasi sosial harus memegang buku tersebut. Wabillahit Taufiq.

”Alhamdulillaahi Robbil ‘Alamiin”

Semoga bermanfa’at untuk kita semua

ببركة الفاتحة :

Kajian Ta’liim Muta’allim (Pantangan Orang Berilmu)

Ammin Yaa Mujiibas Saailiin

Bersambung..

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

0 0

Tentang Penulis Posting

Benangmerah DASI

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Kajian Tajwid Juz 1 dan Juz 2

Benangmerahdasi – Kajian Tajwid Juz 1dan Juz 2. Mengenal bacaan Al Qur’an yang sedikit rancau menurut ilmu tajwid Juz 1 Surotul fatihah Kajian Tajwid Juz 1 dan juz 2   Wajib membaca basmalah pada awal surat Sunnah membaca Aamiin pada akhir surat Surotul Baqoroh 1. Ayat 16 فماربحت تجارتهم tak sukun bertemu tak […]

Berlangganan Sekarang