Kajian Ta’liimul Muta’allim Tentang Sikap Khidmat Bagi Penuntut Ilmu

Benangmerah DASI
Read Time47Seconds

Benangmerahdasi  – Kajian Ta’liimul Muta’allim Tentang Sikap Khidmat yang sangat di ajurkan bagi penuntut ilmu. Melanjutkan kajian Kitab Ta’liimul Muta’allim.

Kitab: Ta’liimul Muta’allim
No : 020
Oleh :Umy Nana Syarif
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Kajian Ta’liimul Muta’allim Tentang Sikap Khidmat Bagi Penuntut Ilmu

بسم الله الرحمن الرحيم،

الحمد لله، والشكر لله، ونعمة الله، ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم،

Sikap Khidmat

وينبغي لطالب العلم أن يستمع العلم والحكمة بالتعظيم والحرمة، وإن سمع مسألة واحدة أو حكمة واحدة ألف مرة.

Dianjurkan kepada penuntut ilmu agar memperhatikan seluruh ilmu dan hikmah dengan penuh ta’dhim serta hormat, meskipun telah seribu kali ia mendengar keterangan dan hikmah yang itu itu juga.

Baca Juga: Kajian Ta’liimul Muta’alim tetang menghormati Teman

وقيل : من لم يكن تعظيمه بعد ألف مرة كتعظيمه في أول مرة فليس بأهل العلم.

Ada dikatakan : “Barangsiapa ia ta’dhimnya setelah seribu kali berulang tidak seperti ta’dhimnya yang pertama kali, maka ia bukan ahli ilmu”

Bagi santri keta’diman adalah hal yang harus dimiliki untuk mendapaatkan ilmu yang barokah dan manfaat.

Bersambung…

Jangan lewatkan kajian berikutnya di bagian yang ke 21

Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin.

Semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin Yaa Mujiibas Saailiin

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda kungungi di Santridasi.com

0 0

Tentang Penulis Posting

Benangmerah DASI

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Kitab Fiqih KH. Ahmad Dahlan Bapak Muhammadiyah

Benangmerahdasi.com  – Kitab Fiqih KH. Ahmad Dahlan Bapak Muhammadiyah dan Biografi Singkatnya. Berikut kutipan kembali ringkasan “Kitab Fiqih Muhammadiyyah”, penerbit Muhammadiyyah Bagian Taman Poestaka Jogjakarta, jilid III, diterbitkan tahun 1343 H/1925 M, dimana hal ini membuktikan bahwa amaliah kedua ulama besar di atas tidak berbeda: Kitab Fiqih KH. Ahmad Dahlan […]

Berlangganan Sekarang