Keberkahan Robiah Adawiyah dan Rezeki tak Disangka-sangka.

Benangmerahdasi  -Keberkahan Robiah Adawiyah dan Rezeki tak Disangka-sangka. Kisah teladan seorang Robiah Adawiyah yang penuh hikmah.

Robiah Adawiyah adalah sosok wanita yang pertama kali berbicara tentang mencintai Sang Kholiq dengan mendalam.

Keberkahan Robiah Adawiyah dan Rezeki tak Disangka-sangka.

Mabuk cintanya kepada Allah telah mengalahkan cintanya kepada hal-hal lain. Robiah telah menjadi teladan bagi para wanita di zamannya, bahkan hingga akhir zaman….

Keberkahan Robiah telah dirasakan orang tuanya sejak ia masih kecil. Di tengah-tengah paceklik kota Basroh dan kesempitan ekonomi keluarga, Ismail sang ayah kebingungan memberi nafkah anak-anaknya. Khususnya anak terkecilnya, Robiah.

Jalan keluar tak disangka-sangka diberikan Allah lewat mimpi. Di dalam mimpi, Rasulullah memerintahkan Ismail untuk menemui Isa Bazan, raja Basroh saat itu dan menyampaikan pesan Rasulullah.

Isinya: “Tuan telah melakukan sholat 100 rokaat tiap malam dan 400 rokaat di malam jumat. Namun malam jumat kemarin, tuan lupa melakukannya. Maka tuan harus memberi uang 400 dinar kepada pembawa surat sebagai kafaroh.”

Ismail seumur hidupnya tak pernah sekalipun meminta sesuatu kepada orang lain. Walaupun kemiskinan menimpa keluarganya. Namun karena ini perintah Rasulullah, maka mau tak mau ia harus menemui Isa Bazan di istana raja.

Baca Juga: Kisah Malik bin Dinar ”Pencuri yang tercuri hatinya”

Ketika membaca surat, sang raja keheranan. “Bagaimana mungkin ada orang yang mengetahui bahwa aku meninggalkan sholat sunnah 400 rokaat malam jumat kemarin?” gumamnya.

“Pengawal, siapkan uang 400 dinar. Dan aku lebih pantas untuk menjemput si pembawa surat untuk masuk ke dalam istana,” kata sang raja.

Ismail pun bercerita tentang mimpinya bertemu dengan Rasulullah dan kelahiran anaknya. Ismail menerima hadiah dari sang raja. Ia pulang menemui keluarganya dengan membawa uang 400 dinar! Jumlah yang tidak sedikit baginya. Rezeki ini ia rasakan sebagai keberkahan yang dibawa bayi Robiah…..

Sejak kecil, cahaya waro’ (menjauhi yang syubhat) telah memenuhi hati Robiah. Ayahnya yang miskin pernah bertanya, “Wahai Robiah, bagaimana menurutmu jika ayah tidak menemukan makanan apapun kecuali yang haram?”

“Aku memilih bersabar, ayah. Menahan lapar di dunia lebih ringan dibanding merasakan siksa api neraka,” jawab Robiah dengan tegasnya. Memang, perkara syubhat bisa menjadi penghalang seseorang dalam bermunajat kepada Allah.

Karena sifat waro inilah catatan amal Robiah bersih dari noda dan maksiat. Tidak ada satu noktah pun terpercik dalam lembaran putih amalnya…..

Sumber: Robiatul Adawiyah ‘Adzrau Al Basroh Al BaBatul

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.