Kisah Sakral Terciptanya Lambang Jam’iyyah Nahdhotul Ulama

Benangmerahdasi.com – Kisah Sakral Terciptanya Lambang Jam’iyyah Nahdhotul Ulama. Dibalik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui.

Kisah Sakral Terciptanya Lambang Jam’iyyah Nahdhotul Ulama

Tidak seperti proses kereatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan.

Di samping menggerakkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU.

Baca juga: Sejarah panjang perjuangan Nahdlatul Ulama untuk bangsa indonesia

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah di kenal pandai menggambar dan melukis.

Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat seketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal Muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat “teguran” KH Wahab Chasbullah.

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau Ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air Wudlu kemudian melaksanakan shalat Istikharah.

Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan sepontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat seketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut.

Saat itu jam dindingnya menujukan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa di selesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Kisah Sakral Terciptanya Lambang Jam’iyyah Nahdhotul Ulama

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan Asma’ul husna.

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah wali songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin dan empat bintang kecil di bagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepada KH Hasyim Asy’ari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karyanya  Kiai Ridlwan itu.

Beliau kemudian mengangkat kedua  tangannya berdo’a cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: “Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang di maksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama”.

Semoga bermanfaat.
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.