Lagu Wajib Ciptaan Dzuriyah Rasulullah SAW

Benangmerah DASI
Read Time1 Minute, 32 Seconds

Benangmerahdasi  – Lagu Wajib Ciptaan Dzuriyah Rasulullah SAW. Ketika Indonesia telah merdeka, ada seorang Sayyid dari warga kauman Semarang, Beliau bernama Habib Muhammad Husein Muthohar, kakek dari Habib Umar Muthohar, dan termasuk masih dzurriyah keturunan dari Rasulullah SAW.

Beliau terkenal dengan sebutan penyelamat merah putih pada saat agresi militer Belanda II dan sekaligus pendiri paskibraka.

Lagu Wajib Ciptaan Cucu Rasulullah SAW

Beliau menciptakan lagu syukur, dengan lirik lagu dan sya’ir yang indah:

Dari yakinku teguh
Hati ikhlashku penuh
Akan karunia-Mu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
Kehadirat-Mu Tuhan

Habib Husein Muthohar diangkat oleh pemerintah menjadi Dirjen Pemuda dan Olahraga. Lalu dipercaya menjadi Duta besar di Vatikan. Beliau tidak hanyut pada situasi di Vatikan. Bahkan membangun sebuah Masjid yang megah.

Beliau juga berhasil menyusun lagu perjuangan yang amat inspiratif. Diceritakan bahwa, suatu saat beliau mendengar adzan sholat Dzuhur.

Sampai pada kalimat ‘Hayya ala as-sholaaah’ suara adzan tersebut terngiang di telinganya hingga beliau selesai melakukan bersuci dan sholat.
Suara adzan tersebut tetap terngiang di telinganya.

Baca Juga: Kisah Hadlrotus Syeikh Hasyim Asy’arie saat di penjara oleh Jepang

Maka hatinya terdorong membuat lagu yang mirip adzan. Ada huruf “S”-nya, ada “A”-nya, ada “H”-nya. Beliau memanggil Pak Hoegeng Imam Santoso agar mengambilkan kertas dan pena. Kemudian pena di tangannya seolah berjalan sendiri, Menulis lagu yang bernada semangat, dan diberi judul hari merdeka.

Tujuh belas Agustus
Tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka!!
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ

“Lagu Wajib Ciptaan Dzuriyah Rasulullah SAW”

Semoga bermanfaat utuk kita semua..

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

0 0

Tentang Penulis Posting

Benangmerah DASI

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Syarat dan Ketentuan dalam Berwudhu Kajian Fiqih Kitab Fathul Mu'in

Benangmerahdasi  – Syarat dan Ketentuan dalam Berwudhu Kajian Fiqih Kitab Fathul Mu’in. Melanjutkan kajian kitab fathul Mu’in, yang telah sampai pada bagian ke 011 Kajian : Ilmu fiqih Kitab : fathul Mu’in, Syaikh Zaenuddin Almalibary Nomor : 011 Oleh : Daviq Muntaqy ……………………………… والماء القليل إذا تنجس يطهر ببلوغه قلتين ولو بماء […]

Berlangganan Sekarang