Mandi Telanjang Menurut Hukum Fiqih

Mandi Telanjang Menurut Hukum Fiqih

Benangmerahdasi.com – Melanjutkan pertanyaan keluarga DASI yang bertanya Bagaimana hukum mandi telanjang menurut hukum fiqih.

Fiqih ahlaq dan adab
Mandi Telanjang Menurut Hukum
Hallo Benangmerah
WA:085816500772
08139380366
085730804871

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya mandi bertelanjang bulat, mandi bareng-baeng sesama jenis maupun sendiri?

Jawaban :

Mandi dalam keadaan telanjang bulat hukumnya boleh (mubah ) tetapi yang lebih utama ( afdhol) tidak dengan telanjang .

ﻭﺟﺎﺯ ﺗﻜﺸﻒ ﻟﻪ ‏) ﺃﻱ ﻟﻠﻐﺴﻞ ‏( ﻓﻲ ﺧﻠﻮﺓ ‏) ﺃﻭ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﻣﻦ ﻳﺠﻮﺯ ﻧﻈﺮﻩ ﺇﻟﻰ ﻋﻮﺭﺗﻪ ﻛﺰﻭﺟﺔ ﻭﺃﻣﺔ ﻭﺍﻟﺴﺘﺮ ﺃﻓﻀﻞ ﻭﺣﺮﻡ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺛﻢ ﻣﻦ ﻳﺤﺮﻡ ﻧﻈﺮﻩ ﺇﻟﻴﻬﺎ …… ﻳﺴﻦ ﻟﻤﻦ ﺍﻏﺘﺴﻞ ﻋﺎﺭﻳﺎ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﺎﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﻫﻮ ﻷﻥ ﺫﻟﻚ ﺳﺘﺮ ﻋﻦ ﺃﻋﻴﻦ ﺍﻟﺠﻦ

“Diperbolehkan membuka aurat ketika mandi di dalam ruangan atau di samping mahram yang boleh melihat auratnya,

seperti istri dan budak . Akan tetapi mandi dengan menutup aurat itu lebih utama. Diharamkan mandi dengan membuka aurat ketika di tempat tersebut ada orang lain yang haram melihat auratnya

Disunnahkan bagi yang mandi dengan telanjang agar membaca do ’a : Bismillahilladzi laa ilaha illa huwa ’.

Karena hal itu bisa menjadi penutup dari penglihatan jin .” ( Kitab Fathul Mu ’in juz 1 hlm 80)

(Mandi Telanjang Menurut Hukum fiqih)
Mandi sambil telanjang kalau sendirian hukumnya boleh (lebih ke makruh) , dalilnya adalah hadits yang menceritakan kisah Nabi Musa ‘alaihis salam ;

ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺑَﻨُﻮ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﻳَﻐْﺘَﺴِﻠُﻮﻥَ ﻋُﺮَﺍﺓً، ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﻮْﺃَﺓِ ﺑَﻌْﺾٍ . ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﻳَﻐْﺘَﺴِﻞُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﺎ ﻳَﻤْﻨَﻊُ ﻣُﻮﺳَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻐْﺘَﺴِﻞَ ﻣَﻌَﻨَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧَّﻪُ ﺁﺩَﺭُ ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺬَﻫَﺐَ ﻣَﺮَّﺓً ﻳَﻐْﺘَﺴِﻞُ ﻓَﻮَﺿَﻊَ ﺛَﻮْﺑَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺠَﺮٍ، ﻓَﻔَﺮَّ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮُ ﺑِﺜَﻮْﺑِﻪِ . ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺠَﻤَﺢَ ﻣُﻮﺳَﻰ ﺑِﺈِﺛْﺮِﻩِ ﻳَﻘُﻮﻝُ : ﺛَﻮْﺑِﻲ ﺣَﺠَﺮُ، ﺛَﻮْﺑِﻲ ﺣَﺠَﺮُ، ﺣَﺘَّﻰ ﻧَﻈَﺮَﺕْ ﺑَﻨُﻮ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﻮْﺃَﺓِ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﻭَﺍﻟﻠﻪِ، ﻣَﺎ ﺑِﻤُﻮﺳَﻰ ﻣِﻦْ ﺑَﺄْﺱٍ، ﻓَﻘَﺎﻡَ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮُ ﺣَﺘَّﻰ ﻧُﻈِﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺄَﺧَﺬَ ﺛَﻮْﺑَﻪُ ﻓَﻄَﻔِﻖَ ﺑِﺎﻟْﺤَﺠَﺮِ ﺿَﺮْﺑًﺎ ” ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ : ‏« ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﺑِﺎﻟْﺤَﺠَﺮِ ﻧَﺪَﺏٌ ﺳِﺘَّﺔٌ، ﺃَﻭْ ﺳَﺒْﻌَﺔٌ، ﺿَﺮْﺏُ ﻣُﻮﺳَﻰ ﺑِﺎﻟْﺤَﺠَﺮِ

”Bani Israil kalau mandi bersama-sama dalam keadaan telanjang, sehingga sebagian mereka dapat melihat aurat yang lain.

Namun, Musa as mandi selalu menyendiri, kemudian mereka berkata :”Demi Allah, Musa tidak mau mandi bersama kami karena ia memilki cacat”.

Nabi saw (meneruskan) berkata: “Suatu ketika, Musa pergi mandi dan meletakkan pakaiannya di atas batu, lalu bergeraklah batu itu membawa pakaiannya,

Nabi saw (masih bercerita) berkata: “Musa mengejar batu yang membawa pakaiannya seraya berteriak ”Wahai batu, pakaian saya…pakaian saya!!,

(Batu terus bergerak) sampai kemudian (akhirnya) Bani Israil melihat tubuhnya. Mereka (setelah melihat itu) berkata:”Musa (ternyata) tidak memiliki cacat ditubuhnya”.

Kemudian batu berhenti hingga Musa dapat mengambil pakaiannya, lalu Musa memukul batu tersebut.” (Shohih Bukhori, no.278 dan Shohih Muslim, no.339)

Di hadits diterangkan bahwa nabi Musa Alaihi salam menaruh pakaiannya di atas batu karena beliau mandinya di balik batu,

bukan terang terangan di alam terbuka,, dan alangkah baiknya lagi kalau tidak telanjang bukankah membuka aurat itu haram dan haram itu dosa..

(Hiks,, karena itulah saya mengajak njenengan sinau bareng,, bertukar pendapat dan membahas secara sehat masalah ini) ..

Sedangkan apabila seorang laki-laki mandi bersama laki-laki atau perempuan mandi bersama perempuan, maka harus menutupi aurotnya.

Aurot laki-laki didepan laki-laki adalah bagian antara PUSAR dan LUTUT , namun diwajibkan menutupi bagian dari keduanya untuk menyempurnakan menutupi aurot.

pake celana pendek,, dari pusar sampai lutut,, celana pendek lho yoo bukan sempak(ma’af) ..

Sedangkan aurot perempuan didepan perempuan yang beragama Islam adalah antara PUSAR dan LUTUT,, ada baiknya pake sarung di ikat dibahu,, bukan pake bikini (ma’af=

Adapun didepan perempuan yang beragama Islam namun fasiq dan didepan perempuan kafir aurotnya adalah

BAGIAN TUBUH SELAIN KEPALA , WAJAH , LEHER , DUA TANGAN sampai LENGAN BAGIAN ATAS dan DUA KAKI sampai LUTUT .

berarti pake baju girl,s.. Wallohu a’lam.

Baca juga: Batasan aurat bagi laki-laki dan urgensinya

Mandi Telanjang Menurut Hukum fiqih
Referensi :
1. Syarah Muslim Lin-Nawawi, Juz : 4 Hal : 32
2. Referensi : At-Taqrirotusy Syadidah, Hal : 204-205

Ibarot :
Syarah Muslim Lin-Nawawi, Juz : 4 Hal : 32

ﻭﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺭﺍﻓﻊ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﻌﻤﺮ، ﻋﻦ ﻫﻤﺎﻡ ﺑﻦ ﻣﻨﺒﻪ، ﻗﺎﻝ : ﻫﺬﺍ ﻣﺎ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ . ﻓﺬﻛﺮ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﻣﻨﻬﺎ . ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ” ﻛﺎﻧﺖ ﺑﻨﻮ ﺇﺳﺮﺍﺋﻴﻞ ﻳﻐﺘﺴﻠﻮﻥ ﻋﺮﺍﺓ، ﻳﻨﻈﺮ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺳﻮﺃﺓ ﺑﻌﺾ . ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻮﺳﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﻭﺣﺪﻩ، ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ : ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻮﺳﻰ ﺃﻥ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﻣﻌﻨﺎ ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﺁﺩﺭ ﻗﺎﻝ : ﻓﺬﻫﺐ ﻣﺮﺓ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﻓﻮﺿﻊ ﺛﻮﺑﻪ ﻋﻠﻰ ﺣﺠﺮ، ﻓﻔﺮ ﺍﻟﺤﺠﺮ ﺑﺜﻮﺑﻪ . ﻗﺎﻝ : ﻓﺠﻤﺢ ﻣﻮﺳﻰ ﺑﺈﺛﺮﻩ ﻳﻘﻮﻝ : ﺛﻮﺑﻲ ﺣﺠﺮ، ﺛﻮﺑﻲ ﺣﺠﺮ، ﺣﺘﻰ ﻧﻈﺮﺕ ﺑﻨﻮ ﺇﺳﺮﺍﺋﻴﻞ ﺇﻟﻰ ﺳﻮﺃﺓ ﻣﻮﺳﻰ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻭﺍﻟﻠﻪ، ﻣﺎ ﺑﻤﻮﺳﻰ ﻣﻦ ﺑﺄﺱ، ﻓﻘﺎﻡ ﺍﻟﺤﺠﺮ ﺣﺘﻰ ﻧﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ، ﻗﺎﻝ : ﻓﺄﺧﺬ ﺛﻮﺑﻪ ﻓﻄﻔﻖ ﺑﺎﻟﺤﺠﺮ ﺿﺮﺑﺎ ” ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ : ‏« ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇﻧﻪ ﺑﺎﻟﺤﺠﺮ ﻧﺪﺏ ﺳﺘﺔ، ﺃﻭ ﺳﺒﻌﺔ، ﺿﺮﺏ ﻣﻮﺳﻰ ﺑﺎﻟﺤﺠﺮ
……………………………
ﺑﺎﺏ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻻﻏﺘﺴﺎﻝ ﻋﺮﻳﺎﻧﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻠﻮﺓ
ﻓﻴﻪ ﻗﺼﺔ ﻣﻮﺳﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﻗﺪ ﻗﺪﻣﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﺍﻟﺴﺎﺑﻖ ﺃﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﻛﺸﻒ ﺍﻟﻌﻮﺭﺓ ﻓﻲ ﻣﻮﺿﻊ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻠﻮﺓ ﻭﺫﻟﻚ ﻛﺤﺎﻟﺔ ﺍﻻﻏﺘﺴﺎﻝ ﻭﺣﺎﻝ ﺍﻟﺒﻮﻝ ﻭﻣﻌﺎﺷﺮﺓ ﺍﻟﺰﻭﺟﺔ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻓﻬﺬﺍ ﻛﻠﻪ ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺘﻜﺸﻒ ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻠﻮﺓ ﻭﺃﻣﺎ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﺤﺮﻡ ﻛﺸﻒ ﺍﻟﻌﻮﺭﺓ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺫﻟﻚ

At-Taqrirotusy Syadidah, Hal : 204-205

ﻋﻮﺭﺍﺕ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺃﺭﺑﻌﺔ : – ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻗﺎﻝ – -2 ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﺤﺎﺭﻡ ﻭﺍﻟﺮﺟﺎﻝ : ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﺮﺓ ﻭﺍﻟﺮﻛﺒﺔ , ﻭﻫﻤﺎ ﻟﻴﺴﺘﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻮﺭﺓ , ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺠﺐ ﺳﺘﺮ ﺷﻴﺊ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺑﻘﺎﺋﺪﺓ : ﻣﺎ ﻻ ﻳﺘﻢ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﺇﻻ ﺑﻪ ﻓﻬﻮ ﻭﺍﺟﺐ …..

ﻋﻮﺭﺍﺕ ﺍﻟﺤﺮﺓ ﺧﻤﺴﺔ
1- ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻠﻮﺓ ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻭﺍﻟﻤﺤﺎﺭﻡ : ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﺮﺓ ﻭﺍﻟﺮﻛﺒﺔ
2- ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺍﻟﻔﺎﺳﻘﺎﺕ ﻭﺍﻟﻜﺎﻓﺮﺍﺕ : ﻣﺎ ﻻ ﻳﺒﺪﻭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻬﻨﺔ , ﻓﺎﻟﺬﻱ ﻳﺒﺪﻭ ﻟﻴﺲ ﺑﻌﻮﺭﺓ , ﻭﻫﻮ : ﺍﻟﺮﺃﺱ , ﻭﺍﻟﻮﺟﻪ , ﻭﺍﻟﻌﻨﻖ , ﻭﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻀﺪﻳﻦ , ﻭﺍﻟﺮﺟﻼﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﻛﺒﺘﻴﻦ , ﻭﻣﺎ ﻋﺪﺍﻩ ﻋﻮﺭﺓ

NB: Tapi saya pernah di ngendikani guru saya di pondok,, kalau malaikat muhafazah yang selalu ada dikanan dan kiri kita akan menjauh jika kita dalam keadaan bertelanjang bulat,, walaupun sedang berada dikamar sendirian..

Demikian Pembahasan Mandi Telanjang Menurut Hukum Fiqih, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.