Masa Haid Tidak Teratur dan Susah membedakan darah yang kuat/lemah

Benangmerahdasi.com – Masa Haid Tidak Teratur dan Susah membedakan darah yang kuat/lemah. Melanjutkan kajian fiqih wanita yang telah sampai di bagian yang ke 18 kitab Risalatul Mahidh.

KAJIAN FIQIH WANITA “RISALATUL MAHIDH”
Bagian: 18
Oleh: Ning Dede Nur Amalia

Masa Haid Tidak Teratur dan Susah membedakan darah yang kuat/lemah

بسم الله الرحمن الرحيم

V. MUSTAHADHOH MU’TADAH GHOIRU MUMAYYIZAH DZAKIROH LI’ADATIHA QODRON LA WAQTAN

Mustahadhoh yang ke lima yaitu Mustahadhoh Mu’tadah Ghoiru Mumayyizah Dzakiroh Li’adatiha Qodron La Waqtan yaitu wanita yang pernah haidh dan suci sebelumnya, dan di waktu yang memungkinkan haidh dirinya mengeluarkan darah lebih dari 15 hari dengan serta si wanita ini tidak mumayyizah (tidak bisa membedakan darah mana yang kuat dan lemah atau darahnya tidak memenuhi syarat tamyiz), juga wanita ini ingat adatnya namun hanya ingat dari segi kadar jumlahnya saja tidak ingat waktu mulainya.

Maka cara menghukuminya yaitu hari yang diyakini sebagai suci dihukumi suci, hari yang diyakini sebagai haidh dihukumi sebagai haidh, dan hari yang dimungkinkan bisa dihukumi haidh dan juga dimungkinkan bisa dihukumi suci maka dihukumi seperti halnya mutahayyiroh (sebagian dihukumi seperti orang yang haidh dan sebagian dihukumi seperti orang yang suci sehingga tetap diwajibkan sholat namun diharamkan melakukan jimak)

Masa Haid Tidak Teratur dan Susah membedakan darah yang kuat/lemah

~ Contoh-contoh:
Contoh A
Seorang wanita pernah haidh dan suci sebelumnya, dirinya mengeluarkan darah sebanyak 20 hari dari awal bulan, wanita ini tidak bisa membedakan darah mana yang kuat mana yang lemah. Namun ingat adatnya hanya saja yang diingat sebatas kadar jumlahnya tidak waktu mulainya.

Ia mengingat haidh sebelumnya berjumlah 5 hari di area 10 hr awal bulan. Ia juga meyakinkan bahwa tanggal 1 ia yakin suci. Maka cara menghukuminya tanggal 1 dan tanggal 11-20 dihukumi istihadhoh (yakin suci) tanggal 6 dihukumi sebagai yakin haidh dan tanggal 2, 3, 4, 5 juga 7, 8, 9, 10 dihukumi selayaknya mutahayyiroh.

Baca Juga: Adat haidh tetap dan adat haidh yang berubah ubah kitab risalatul mahidh

=> Kenapa demikian? Bagaimana cara perhitungannya?

Karena mungkin saja haidh wanita tadi di bulan sebelumnya dimulai dari tanggal 2-6 dan yang lain suci, atau dari tanggal 3-7, atau dari tanggal 4-8 atau dari tanggal 5-9 atau dari tanggal 6-10 dan yang lainnya suci. Dan dari semua kemungkinan di atas yang bisa dipastikan haidh adalah hanya tanggal 6. Sedangkan tanggal yang lain yaitu 2, 3, 4, 5, dan 7, 8, 9, 10 masuk pada waktu dimana bisa dimungkinkan haidh juga bisa dimungkinkan suci.

Masa Haid Tidak Teratur dan Susah membedakan darah yang kuat/lemah

~ Untuk lebih memperjelas kita masuk pada contoh yang kedua:
Contoh B

Seorang wanita pernah haidh dan suci sebelumnya, dirinya mengeluarkan darah sebanyak 20 hari dari awal bulan, wanita ini tidak bisa membedakan darah mana yang kuat mana yang lemah. Namun ingat adatnya, hanya saja yang diingat sebatas kadar jumlahnya tidak waktu mulainya, ia mengingat haidh sebelumnya berjumlah 5 hari di area 7 hr awal bulan.

Maka cara menghukuminya tanggal 8-20 dihukumi istihadhoh (yakin suci) tanggal 3, 5, 6 dihukumi sebagai yakin haidh dan tanggal 1, 2 dan 6, 7 dihukumi selayaknya mutahayyiroh.

=> Kenapa demikian? Bagaimana cara perhitungannya?

Karena mungkin saja haidh wanita tadi di bulan sebelumnya dimulai dari tanggal 1-5 dan yang lain suci, atau dari tanggal 2-6, atau dari tanggal 3-7 dan yang lainnya suci. Dan dari kemungkinan-kemungkinan di atas yang bisa dipastikan haidh adalah tanggal 3, 4, 5. Sedangkan tanggal yang lain yaitu 1, 2 dan 6, 7 masuk pada waktu dimana bisa dimungkinkan haidh juga bisa dimungkinkan suci.

Masa Haid Tidak Teratur dan Susah membedakan darah yang kuat/lemah

Baca Juga: Adat suci seorang mustahadhoh cara mandinya bersuci mustahadhoh

CARA MANDINYA
Cara mandi Mustahadhoh Mu’tadah Ghoiru Mumayyizah Dzakiroh Li’adatiha Qodron La Waqtan yaitu dibulan/siklus pertama mengalami istihadhoh mandinya harus menunggu setelah darah lewat 15 hari. Kemudian mengqodo sholat yang ditinggal pada waktu-waktu yang diyakini sebagai suci dan juga waktu-waktu yang dimungkinkan sebagai suci.

Adapun di bulan/siklus selanjutnya mandinya pada setiap waktu yang dimungkinkan sebagai waktu mampetnya darah.
Jelasnya seperti pada contoh A di atas (yaitu keluar darah 20 hari dari awal bulan dan hanya ingat kadar adatnya saja yaitu 5 hari di area 10 hr awal bulan dan tanggal 1 nya yakin suci) maka pada kasus A ini, waktu-waktu yang dimungkinkan sebagai waktu mampetnya darah yaitu berada di akhir hari ke 6, 7, 8, 9, dan 10. Di waktu-waktu tersebut wanita mustahadhoh tadi wajib melakukan mandi besar. Adapun selain di waktu-waktu tersebut ketika hendak melakukan sholat cukup dengan berwudhu dan tidak perlu mandi.

=> Bagaimana cara untuk mengetahui waktu yang dimungkinkan sebagai waktu mampetnya darah?

Pada contoh A jika kemungkinan darah keluar di hari ke 2, karena jumlah haidh ada 5 hr maka kemungkinan mampet adalah akhir hari ke 6 (masuk hari ke 7), dan jika kemungkinan keluar darah pada hari ke 3 maka kemungkinan mampet berada di akhir hari ke 7, jika kemungkinan keluar darah pada hari ke 4 maka kemungkinan mampet berada di akhir hari ke 8, jika kemungkinan keluar darah pada hari ke 5 maka kemungkinan mampet berada di akhir hari ke 9, jika kemungkinan keluar darah pada hari ke 6 maka kemungkinan mampet berada di akhir hari ke 10.

Dengan demikianlah dapat ditemukan bahwa waktu yang dimungkinkan sebagai waktu mampetnya darah adalah akhir hari ke 6, 7, 8, 9, 10.

Masa Haid Tidak Teratur dan Susah membedakan darah yang kuat/lemah

Referensi:

اشية الباجوري ج ١ ص ١١١:
الصورة السادسة هي الذاكرة لعادتها قدرا لا وقتا كأن تقول كان حيضي خمسة في العشر الأول من الشهر لا أعلم ابتداءها وأعلم أني في اليوم الأول طاهرة بيقين والسادس حيض بيقين فالأول طهر بيقين والعشرين الأخيرين والثاني إلى أخر الخامس محتمل للحيض والطهر دون الإنقطاع والسابع إلى أخر العاشر محتمل للحيض والطهر والإنقطاع فلليقين من حيض وطهر حكمه وهي في المحتمل كناسية لهما فيما مر ومعلوم أنه لايلزمها الغسل إلا عند احتمال الإنقطاع ويسمى ما يحتمل الإنقطاع طهرا مشكوكا فيه وما لا يحتمله حيضا مشكوكا فيه إهى

البجيرمي على الخطيب الجزء الاول ص ٣٤٨-٣٤٩ دار الفكر:
فإن ذكرت الوقت دون القدر أو بالعكس فلليقين من حيض وطهر حكمه وهي في الزمن المحتمل للحيض والطهر كناسية لهما فيما مر. ( قوله فإن ذكرت الوقت الخ) والذاكرة للوقت كأن تقول كان حيضي يبتدئ أول الشهر فيوم وليلة منه حيض بيقين ونصفه الثاني طهر بيقين وما بين ذلك يحتمل الحيض والطهر والإنقطاع . شرح المنهج أي فتغتسل فيه لكل فرض . والذاكرة للقدر كأن تقول كان حيضي خمسة في العشر الأول من الشهر لا أعلم ابتداءها وأعلم أني في اليوم الأول طاهر فالسادس حيض بيقين والأول طهر بيقين كالعشرين الأخيرين والثاني إلى أخر الخامس محتمل للحيض والطهر أي فتتوصأ لكل فرض ولاتغتسل والسابع إلى أخر العاشر محتمل لهما واللانقطاع للأنه إن طرأ الحيص في الثاني فينقطع في السابع وإن طرأ في الثالث انقطع في الثامن وإن طرأ في الرابع انقطع في التاسع وإن طرأ في الخامس ينقطع في العاشر فتغتسل لكل فرض فيها لأنها لاتغتسل إلا عند احتمال الانقطاع.

والله اعلم بالصواب

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.