Mencium Kemaluan Istri Menurut Pandangan Fiqih

Mencium Kemaluan Istri

Benangmerahdasi.com – Banyak yang bertanya bagaimana Mencium Kemaluan Istri Menurut Pandangan Fiqih, berikut ini penjelasanya.

Hanya saja, ada 3 hal yang perlu diperhatikan, Menjauhi cara yang dilarang dalam syariat, di antaranya:

(1) Menggauli istri di duburnya.

(2) Melakukan hubungan badan ketika sang istri sedang “datang bulan”

(3)Menjaga tatakrama(sopan santun)termasuk menjauhi saling melihat kemaluan.

Karena hendaknya menjaga adab-adab(sopan santun)dalam Islam dan tidak menyimpang dari fitrah yang lurus.

Tentang Mencium Kemaluan Istri atau menjilati kemaluan pasangan, tidak terdapat dalil tegas yang melarangnya.

Hanya saja, perbuatan ini bertentangan dengan fitrah yang lurus dalam Islam.

Betapa tidak, kemaluan, yang menjadi tempat keluarnya benda najis, bagaimana mungkin akan ditempelkan di lidah, yang merupakan bagian anggota badan yang mulia, yang digunakan untuk berzikir dan membaca Alquran?

Oleh karena itu, selayaknya tindakan tersebut ditinggalkan, dalam rangka:

Menjaga kelurusan fitrah yang suci dan adab(sopan santun) yang mulia.
Menjaga agar tidak ada cairan najis yang masuk ke tubuh kita, seperti: madzi.

Ini semua merupakan bagian dari usaha menjaga kebersihan dan kesucian jiwa. Allah berfirman,

إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين

“Sesungguhnya, Allah mencintai orang yang bertobat dan mencintai orang yang menjaga kebersihan.” (Q.S. Al-Baqarah:222)

Maksud ayat adalah Allah mencintai orang menjaga diri dari segala sesuatu yang kotor dan mengganggu.

Termasuk sesuatu yang kotor adalah benda najis, seperti: madzi. Sementara, kita sadar bahwa, dalam kondisi semacam ini, tidak mungkin jika madzi tidak keluar.

Padahal, benda-benda semacam ini tidak selayaknya disentuhkan ke bibir atau ke lidah.

Allahu a’lam. (Disarikan dariFatawa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah Al-Faqih)

Baca juga: Penjelasan fiqih hukum melakukan oral seks

Semoga bermanfaat untuk kita semua..

Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.