Mengelolah Hati Serta Melawan Hawa Nafsu

Benangmerahdasi Mengelolah Hati Serta Melawan Hawa Nafsu. Kajian Tasawuf Kitab Kimi’aussa’dah Karya Imam Ghozali bagian pendahuluan.

Kitab : Kimia’ussa’adah, karya Imam Ghazali
No     : 001
Oleh  : Abror Al Muqoddam

Mengelolah Hati Serta Melawan Hawa Nafsu

Pendahuluan.

Segala puji bagi Allah yang telah meninggikan (memuliakan) jasad hamba-hamba yang terpilih dengan mujahadah”.

Syarh : Sebab jasad ini adalah gelap serta cederung melakukan hal-hal yang rendah dan hina, maka yang meninggikan derajad jasad ini dan yang menjadikan ia berbeda dengan hewan adalah dengan mujahadah (melawan hawa nafsu).

”Dan membahagiakan hati para kekasihNya dengan musyahadah”

Syarh : Para kekasih Allah itu kebahagiaannya  berada didalam  menyaksikan keindahan dan keagungan Allah SWT, sehingga memandang segala sesuatu indah sebab didalam dirinya terdapat keindahan yang memancarkan keindahan keluar.

”Dan menghiasai lisan orang-orang yang beriman dengan dzikir (selalu mengingat Allah)”

Baca Juga: Tanda Mengenal diri Kajian tasawuf Kitab Kimi’aussa’dah 

Syarh :Karena Imam artinya cinta dan jika ada cinta pasti akan suka mengingat dan menyebut kekasih yang dicintanya.

”Dan menampakan lintasan-lintasan para arifin (orang yang mengenal Allah) dengan perenungan”‘

Syarh: Orang-orang yang mengenal Allah, Allah pancarkan kedalam lintasan hatinya  Ilham-ilham yang dihasilkan melalui perenungan.

”Dan Allah jaga hati hambanya dari kerusakan”

Baca Juga: Makna dari Beriman Kajian Kitab Kimia’ussaadah

Syarh : Hati yang menjadi pusat perhatian Allah apabila diarahkan sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan menjaga dari kerusakan (godaan syetan, nafsu, dunia dsb)

”Dan memenjarakan keinginan orang-orang yang zuhud dengan kecukupan”

Orang-orang yang zuhud adalah orang yang menjadikan dunia ditangan, namun tidak di masukkan dalam hati. sehingga ia tidak terikat hatinya dengan dunia sedikitpun”

”Dan melepaskan anggota badan orang-orang yang bertaqwa dari kegelapan syahwat”

Syarh: Syahwat ini berada dianggota tubuh (mulut, perut, kemaluan), sehingga kalau tidak di tundukkan dengan syariat, maka ia akan memenjarakan majikannya, namun jika ada kekang ketaqwaan maka ia akan terkendalikan.

Dan menyucikan ruh-ruh orang-orang yang yaqin dari kegelapan syubuhat”

Baca Juga: Menyaksikan bukti-bukti dari ke Tunggalan dan KeEsaan Allah

Syarh : Orang yang memiliki keyakinan, dengan cahaya keyakinannya itu Allah sucikan ruhnya terbebas dari kegelapan.

Bersambung.. Jangan lewatkan kajian berikutnya, bagi pembaca yang mempunyai pertanyaan silahkan menulisnya di kolom komentar dan akan di respons sesuai dengan urutan yang ada.

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com

Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.