Menjalankan Perintah Allah Semampu kita dan Berusaha meningalkan Larangannya

Benangmerahdasi – Menjalankan Perintah Allah Semampu kita dan Berusaha meningalkan Larangannya.

Fan : Hadits arba’in nawawi
(Hadits2 Shohih Nabawi)
Muallif: Imam Yahya Syarofuddin Annawawi
Hadits ke: 009

Menjalankan Perintah Allah Semampu kita dan Berusaha meningalkan Larangannya

Diriwayatkan dari sahabat abu huroiroh yaitu abdurrohman bin shokhr RA berkata: saya mendengar Rosulalloh SAW bersabda:

“APA SAJA YANG TELAH AKU (nabi) LARANG MAKA JAHUILAH, DAN APA YANG TELAH AKU (nabi) PERINTAHKAN MAKA KERJAKANLAH SEMAMPUMU. KARENA SESUNGGUHNYA RUSAKNYA KAUM-KAUM SEBELUM KAMU DIKARENAKAN BANYAKNYA PERTANYAAN DAN PERSELISIHAN ATAS PARA NABINYA”.

(HR Bukhori Muslim)

syarah atau penjelasan

Hadits ke 9 ini menjelaskan bahwa apa saja yang dicegah/ dilarang oleh agama harus kita jauhi (tanpa bertanya). Dan apa saja yang diperintahkan oleh agama harus kita kerjakan menurut kemampuan kita masing-masing.

Contoh: agama memerintahkan kita wudhu membasuh kedua tangan saat wudhu, sedangkan kita cuma mempunyai 1 tangan dikarenakan yang satu terpotong saat perang misalnya, maka nanti yang kita basuh ya cukup satu tangan yang masih ada tadi.

Contoh lagi: kita sholat harus baca fatihah, seumpama ada orang yang belum bisa baca fatihah, maka nanti ya sholat degan sebisanya. Tiadak perlu belajar fatihah sampai bisa baru sholat, akan tetap tetap sholat sebisanya dan di luar sholat trus berusaha belajar fatihah. Itulah salah satu yang dimaksud melakukan perintah agama semampunya.

Baca Juga: Tatakrama membunuh dan menyembelih hewan kitab Arba’in An Nawawi

(Banyaknya rusaknya kaum sebelum kita akibat banyaknya pertanyaan dan perselisihan)
Artinya: Banyaknya pertanyaan itu kadang menjadikan berat bagi kita. Contohnya begini:

Nak…belikan rokok. Kalau si anak tadi langsung membelikan rokok apa saja itu sudah benar dan sudah melakukan perintah. Berbeda kalau anak tadi banyak bertanya. Misalnya: Rokok pakai cengkeh apa tidak? Dijawab bapak: iya. Buatan kudus atau semarang? Dijawab buatan kudus.

Cap apa? Dijawab cap anggur. Pakai kertas atau klobot (daun jagung)? Dijawab bapak : pakai klobot. Anak tanya lagi : yang isi berapa pak? Dijawab oleh bapak: isi 4 batang perbungkus. Setelah cukup bertanya si anak pasti bingung dan sulit beli rokok yang sifatnya sperti yang ditanyakan tadi (rokok kudus, pakai cengkeh, cap anggur, pakai kertas klobot, perbungkus isi 4 batang).

Seperti juga kisah umat nabi musa pada saat disuruh menyembelih sapi seharusnya cukup menyembelih sapi itu sudah benar dan sudah melakukan perintah alloh dan nabinya. tapi karena banyaknya bertanya tentang sapi apa yg ingin disembelih malah ahirnya perintah itu menjadi berat.

kesimpulan:
Pokok apa saja yang di perintahkan alloh dan nabi kita lakukan semampu kita. Sedang apa yang dilarang kita berusaha degan sangat untuk mninggalkannya.

(Azwadul mustofawiyah syekh Bisyri mushtofa rembang jateng)

Bersambung..

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.