Menyibukkan diri dengan cara mempelajari ilmu

Menyibukkan diri

Benangmerahdasi.com – Melanjutkan kajian Tasawuf Kitab Kimi’aussa’adah. Menyibukkan diri dengan cara mempelajari ilmu, kajian bagian ke 47

KAJIAN TASAWUF
Kitab: Kimi’aussa’adah
Mu’allif: Imam Ghazali Ra
Nomor: 047

الحمدلله وحده، الصلاة والسلام على من لانبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اكتفى آثاره إلى يوم النهضة. وبعد:

Maka menyibukkan diri dengan cara mempelajari ilmu adalah lebih kuat dan lebih dekat terhadap pencapaian tujuan.

Mereka mereka bahwa yang demikian itu sama dengan sekiranya manusia meninggalkan mempelajari ilmu fiqih.

Mungkin mereka mengira bahwa Nabi saw tidak mempelajarinya,

dan beliau menjadi ahli fiqih semata-mata karena wahyu dan ilham, tanpa sedikitpun mengulang-ulang dan tanpa catatan apapun.

Baca juga: Kajian tasawuf: jalan menuju Allah dalam ilmu tasawuf

Begitu pula saya, menjadi seorang faqih semata-mata karena latihan dan ketekunan yang selama ini.

Orang yang mengira demikian berarti telah menganiaya dirinya dan menyia-nyiakan umurnya.

Bahkan ia bagaikan orang yang tidak pernah berusaha, tetapi mengharap datangnya kekayaan.

Hal seperti itu mungkin saja terjadi, tetapi jauh dari logika akal sehat. Demikian pula dalam hal ini.

Orang-orang yang mengerti berkata:

“Pada awalnya, tidak ada cara lain kecuali mencari dan memperoleh sumber-sumber ilmu sebagaimana yang diperoleh oleh para ulama’, sekaligus memahami pendapat-pendapat mereka.

Setelah itu, tidak ada salahnya menunggu datangnya ilmu-ilmu khusus, yang belum dibukakan bagi para ulama’, dengan harapan, setelah itu akan terbuka baginya, yakni dengan jalan mujahadah.

Bersambung…
Senin, 26 November 2018
Aba Abror Al Muqoddam

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.