Mujahadah dan Menghapus Sifat Tercela Jalan Menuju Allah

Benangmerahdasi.com  – Mujahadah dan Menghapus Sifat Tercela Jalan Menuju Allah. Melanjutkan kajian tasawuf kitab Kimi’aussa’adah yang telah sampai di bagian yang ke 44.

KAJIAN TASAWUF
Kitab: Kimi’aussa’adah
Mu’allif: Imam Ghazali Ra
Nomor: 044

Mujahadah dan Menghapus Sifat Tercela Jalan Menuju Allah

الحمدلله وحده، الصلاة والسلام على من لانبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اكتفى آثاره إلى يوم النهضة. وبعد:

Ilham tidak berbeda dengan iktisab(ilmu hasil usaha) dalam hal esensi ilmu itu sendiri, dalam hal tempatnya dan dalam hal sebabnya.

Tetapi keduanya berbeda dalam hal hilangnya(tersingkapnya)tabir. Semua itu diluar kemauan manusia.

Ilham juga tidak berbeda dengan wahyu dalam hal-hal tersebut. Bahkan dalam hal penyaksian malaikat pembawa ilmu.

Sebab ilmu hanya daisy sampai pada hati kita dengan perantara malaikat, seperti di isyaratkan Allah dalam firmanNya:

وماكان لبشرأن يكلمه الله إلاوحياأو من وراءحجاب أويرسل رسولا فيوحي بإذنه من يشاء

“Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantara wahyu, atau dibelakang tabir,

atau dengan mengutus seorang utusan(malaikat), lalu diwahyukan kepadanya dengan seizinNya apa yang Dia kehendaki” (Assyuro:51)

Baca Juga: Perbedaan antara ilham dengan pembelajara serta sufi dengan ilmuwan

Jika anda telah mengetahui hal ini, maka ketahuilah bahwa kecondongan kaum sufi adalah kearah ilmu-ilmu ilhamiyah, bukan ilmu-ilmu yang diperoleh dari hasil pembelajaran.

Oleh karena itu mereka kurang berminat menguasai buku-buku karangan para pengarang, dan membahas pendapat-pendapat(para pakar) serta alasan-alasan yang mereka kemukakan.

Bahkan mereka berkata:” Thariqah(jalan menuju Allah) hanya dapat dicapai dengan mendahulukan mujahadah, menghapus sifat-sifat tercela, menghadapkan inti ghirah hanya kepada Allah.

Mujahadah dan Menghapus Sifat Tercela Jalan Menuju Allah

Manakala itu semua berhasil diwujudkan, niscaya Allah akan mengurus hati hambaNya, dan menyinarinya dengan sinar ilmu.

Dan apabila Allah telah berkenan mengurusi perkara hati, maka rahmat Allah akan melimpah padaNya, cahayanya memancar, dadanya menjadi lapang, terbuka bayinya tabir rahasia alam malakut,

tersingkap sebagian besar penghalang yang menutupi permukaannya, karena kehalusan rahmatNya hakikat perkara-perkara ilahiyah.

Oleh karena itu, seorang hamba harus bersiap-siap untuk melakukan pensucian dan prinsip pembersihan, menghadirkan ghirah dengan kemauan yang sungguh-sungguh,

kehausan yang sempurna, penantian secara terus menerus terhadap rahmat yang akan dibuka oleh Allah kepadanya.

Senin, 24 September 2018
Aba Abror Al Muqoddam

Semoga bermanfaat untuk kita semua dan jangan lewatkan kajian berikutnya
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.