Niat Wudhu yang Di Barengi Membasuh Bagian Dari Wajah

benangmerahdasi
Read Time2 Minutes, 6 Seconds

Benangmerahdasi  – Niat Wudhu yang Di Barengi Membasuh Bagian Dari Wajah. Melanjutkan kajian ilmu fiqih kitab Fathul Mu’in yang telah sampai di bagian 013.

Kajian : Ilmu fiqih
Kitab : fathul Mu’in,
Syaikh Zaenuddin Almalibary
Nomor : 013
18//7//2018
Oleh : Daviq Muntaqy

Niat Wudhu yang Di Barengi Membasuh Bagian Dari Wajah

ويجب قرنها (عند) أول (غسل) جزء من (وجه)، فلو قرنها بأثنائه كفى ووجب إعادة غسل ما سبقها.
ولا يكفي قرنها بما قبله حيث لم يستصحبها إلى غسل شئ منه، وما قارنها هو أوله، فتفوت سنة المضمضة إن انغسل معها شئ من الوجه – كحمرة الشفة – بعد النية.
فالاولى أن يفرق النية بأن ينوي عند كل من غسل الكفين والمضمضة والاستنشاق سنة الوضوء، ثم فرض الوضوء عند غسل الوجه، حتى لا تفوت فضيلة استصحاب النية من أوله.
وفضيلة المضمضة والاستنشاق مع انغسال حمرة الشفة.

(Hamisy I’anatutthalibin juz 1 hal 49)

ويجب قرنها (عند) أول (غسل) جزء من (وجه)، فلو قرنها بأثنائه كفى ووجب إعادة غسل ما سبقها.

Dan wajib menyertakan niat pada saat awal membasuh bagian dari wajah, jika mutawaddli menyertakan niat dengan pertengahan membasuh wajah maka itu sudah mencukupi dan (tinggal wajib) mengulangi basuhan bagian wajah yang terbasuh sebelum niat.

======================================
Keterangan :

وقوله : عند أول الخ إنما وجب قرنها به لأجل الاعتداد بفعله لا لأجل الاعتداد بالنية، فلا ينافي ما يأتي من أنه لو أتى بها في الأثناء كفى.

Ucapan mushonif :
(Pada saat awal membasuh bagian dari wajah)
Maksudnya, wajibnya menyertakan niat dengan awal bagian dari wajah tidak lain adalah agar basuhan tersebut di anggap sah, bukan agar niatnya di anggap sah.
( kapanpun basuhan wajah di sertai oleh niat maka itu dianggap sebagai awal basuhan dan dianggap sah).

Sehingga tidak bertentangan dengan keterangan
di depan yang mengatakan bahwa seandainya Mutawaddli menjatuhkan niat di pertengahan membasuh wajah sudah dianggap mencukupi.

Baca Juga: Syarat wudhu dan fardhunya wudhu kitab Fathul Mu’in

======================================

ولا يكفي قرنها بما قبله حيث لم يستصحبها إلى غسل شئ منه، وما قارنها هو أوله، فتفوت سنة المضمضة إن انغسل معها شئ من الوجه – كحمرة الشفة – بعد النية.

Dan tidaklah mencukupi menyertakan niat dengan basuhan sebelum wajah sekira niat tidak berlanjut sampai terbasuhnya sesuatu dari wajah.
Dan apa yang disertai niat itulah
(yg dibilang2) awal dari membasuh wajah.

Sehingga hilanglah/terlewat kesunahan berkumur jika setelah menjatuhkan niat, ada bagian dari wajah seperti merahnya bibir ikut terbasuh ketika berkumur.

======================================
Keterangan :

(قوله : ولا يكفي قرنها بما قبله) أي بما قبل غسل الوجه من السنن، كغسل الكفين وكالمضمضة والاستنشاق. ومحل عدم الاكتفاء بقرنها بهما إن لم ينغسل معهما جزء من الوجه، كحمرة الشفتين، وإلا كفاه. وفاته ثواب السنة، كما سيذكره

Ucapan mushannif :
(tidak cukup membarengkan niat dengan sesuatu sebelum wajah)
maksudnya dengan perbuatan sunah sebelum membasuh muka, seperti membasuh dua telapak tangan, dan seperti berkumur dan menghirup air ke hidung.

Tidak cukupnya menyertakan niat dengan keduanya jika memang tidak ada bagian wajah yang terbasuh bersama keduanya seperti merahnya bibir.
jika ikut terbasuh maka cukup membarengkan niat dengan keduanya, namun dia kehilangan pahala kesunnahan berkumur/menghirup, sebagaimana akan diterangkan oleh mushannif.

Baca Juga: Syarat dan ketentuan dalam ber wudhu kitab Fathul Mu’in

======================================

فالاولى أن يفرق النية بأن ينوي عند كل من غسل الكفين والمضمضة والاستنشاق سنة الوضوء، ثم فرض الوضوء عند غسل الوجه، حتى لا تفوت فضيلة استصحاب النية من أوله.
وفضيلة المضمضة والاستنشاق مع انغسال حمرة الشفة.

Maka yang lebih tepat (agar sunah berkumur dan menghirup tidak hilang/terlewatkan) adalah dengan memisah misahkan niat.

Yaitu dengan cara berniat melakukan sunahnya wudlu pada saat membasuh dua telapak tangan, berkumur dan menghirup air,
Lalu berniat fardlunya wudlu pada saat membasuh wajah.
sehingga tidak hilang Fadilah melanggengkan niat dari permulaan membasuh wajah dan Fadilah berkumur/menghirup air bersama terbasuhnya merah2nya bibir.

Niat Wudhu yang Di Barengi Membasuh Bagian Dari Wajah

Bersambung.. Jangan lewatkan kajian berikutnya, dan bagi anda yang mempunyai pertanyaan silahkan bisa mengisinya di kolom komentar dan akan di respon sesuai urutan.

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Kajian Tajwid Juz 5 dan Juz 6

Benangmerahdasi  – Kajian Tajwid Juz 5 dan Juz 6. Melanjutkan kajian Tajwid yang telah sampai di Juz 5 dan Juz 5. Kajian Tajwid Juz 5 dan Juz 6 Mengenal Bacaan Al Qur’an yang rancu/membingungkan menurut ilmu Tajwid Fokus Juz 5 1.Ayat 36 فخورا O الذين Ayat 140 جميعا O الذين […]

Berlangganan Sekarang