Penimba Ilamu Harus Bersyukur Dengan Lisan, Hati, Perbuatan dan Hartanya

Benangmerahdasi  – Penimba Ilamu Harus Bersyukur Dengan Lisan, Hati, Perbuatan dan Hartanya. Melanjutkan kajian kitab Ta’liimul Muta’allim yang telah sampai di bagian yang ke 38.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kajian Ta’liimul Muta’allim.
No:038.
Setiap hari : Selasa.
Oleh : Umy Nana Syarif

Penimba Ilamu Harus Bersyukur Dengan Lisan, Hati, Perbuatan dan Hartanya

بسم الله الرحمن الرحيم

Bersyukur

قيل :قال أبو حنيفة رضي الله عنه : “إنما أدركت العلم بالحمد والشكر، فكلما فهمت ووفقت على فقه وحكمة قلت ” الحمد لله تعالى “فازداد علمى”.

Ada di sebutkan bahwa Abu Hanifah ra, berkata : ” Aku mendapat ilmu dengan Hamdalah dan bersyukur ; setiap kali aku diberi Taufiq untuk memahami fiqih dan hikmah lalu aku mengucap “Alhamdulillaah”, maka bertambah ilmuku.

وهكذا ينبغي لطالب العلم أن يشتغل بالشكر باللسان والجنان والأركان والمال، ويرى الفهم والعلم والتوفيق من الله تعالى.

Demikianlah, dianjurkan kepada penuntut ilmu agar senantiasa bersyukur dengan lisan, hati, perbuatan dan hartanya ; serta menyadari bahwa kefahaman, ilmu dan Taufiq itu semuanya datang dari Alloh Ta’ala semata.

Baca Juga: Pembiayaan Ilmu Kajian kitab Ta’liimul Muta’allim

؛ ويطلب الهداية من الله تعالى بالدعاء له والتضرع إليه، فإن الله هاد من استهداه.

Hendaknya juga memohon hidayah kepada Alloh Ta’ala dengan berdo’a dan tadlarru’ kepada-Nya, karena Dia menganugerahi hidayah kepada siapa yang memohonnya.

؛ فأهل الحق –وهم أهل السنة والجماعة –طلبوا الحق من الله تعالى الحق المبين الهادى العاصم، فهداهم الله وعصمهم عن الضلالة.

Ahlul Haq, yaitu Ahlus sunnah wal Jama’ah, selalu mencari kebenaran dari Alloh Ta’ala, Tuhan yang Maha benar, penerang, petunjuk yang Maha melindungi, maka Alloh-pun membimbing mereka pada jalan hidayah dan melindungi dari jalan sesat.

وأهل الضلالة أعجبوا برأيهم وعقلهم وطلبوا الحق من المخلوق العاجز وهو العقل، لأن العقل لا يدرك جميع الأشياء كالبصر لايبصر جميع الأشياء، فحجبوا وعجزوا عن معرفته، وضلوا وأضلوا.

Lain Halnya Ahli Dlolalah (pengikut kesesatan), mereka membanggakan logika dan akal, mencari kebenaran dari makhluk yang lemah yaitu akal tersebut. lemahnya akal, sebagaimana mata, karena tidak mampu meng-cover segala sesuatu secara menyeluruh , maka mereka tertutup dan tidak dapat mengetahui kebenaran, akhirnya tersesat dan menyesatkan.

Baca Juga: Kajian Ta’liimul Muta’allim tentang kuwantitas dan kuwalitas pelajaran

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” من عرف نفسه فقد عرف ربه”، فإذا عرف عجز نفسه عرف قدرة الله عزوجل.

Rosululloh SAW bersabda : “Barangsiapa mengenal dirinya maka mengenal Tuhannya” artinya, apabila mengetahui kelemahan dirinya maka akan mengakui Kekuasaan Alloh Ta’ala.

ولا يعتمد على نفسه وعقله بل يتوكل على الله، ويطلب منه الحق؛ ومن يتوكل على الله فهو حسبه ويهديه إلى صراط المستقيم.

Dan hendaknya jangan mengandalkan pada diri dan akalnya sendiri, tapi haruslah bertawakkal dan memohon kebenaran kepada Alloh ; karena barang siapa bertawakkal kepada Alloh maka Dia pasti mencukupi dan membimbingnya menuju jalan yang lurus.

Bersambung……Jangan lewatkan kajian berikutnya, bagi pembaca yang mempunyai pertanyaan silahkan bisa menulis di kolom komentar dan akan di respon sesuai dengan urutan yang ada

Penimba Ilamu Harus Bersyukur Dengan Lisan, Hati, Perbuatan dan Hartanya

Alhamdulillaah.
Semoga bermanfaat untuk kita semua, Aamiin Yaa Robbal’ Aalamiin.

Semangat Belajar Menjadi Anak Sholeh Sholihah.

Selasa Legi 10 07 2018 M

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjung di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.