Penjelasan Fiqih Berbohong Demi Keutuhan Keluarga

Benangmerahdasi.com – Penjelasan Fiqih Berbohong Demi Keutuhan Keluarga. Menjawab pertanyaan keluarga DASI yang bertanya tentang fiqih bab zina.

Fiqih bab zina
(berbohong demi keutuhan keluarga)
Hallo benang merah:
WA: 081384451265

Penjelasan Fiqih Berbohong Demi Keutuhan Keluarga

Diskripsi masalah:
Seorang wanita bernama tukiyem (nama samaran) adalah seorang wanita yang suka bergonta-ganti pacar dan juga terkadang terjadi hubungan intim(zina) dengan pacarnya. Namun, akhirnya dia memutuskan bertaubat kepada Allah dan kemudian ia meningkah dengan laki-laki yang bernama Mat pelor (nama samaran).

Satu bukan berlalu si suami (mat pelor) menanyakan pada istrinya (tukiyem) perihal keadaannya (pernah berzina apa belum ..?)

Pertanyaan.
Bagaimana hukumnya jika tukiyem berbohong (mengaku tidak pernah berzina) pada suaminya demi mempertahankan keluarganya.??

Jawaban
Imam Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syata al-Dimyanti di dalam kitabnya (I’nah al Thalibin) menyatakan ”Ketahuilah, sesungguhnya dianjurkan bagi orang yang melakukan perzinaan dan setiap prilaku kema’siatan untuk menutupi atas dirinya (perbuatannya), berdasar hadits ”Barang siapa melakukan perbuatan keji, maka tutupilah dengan penutup Allah, barang siapa memperlihatkan kepadaku catatannya, niscaya aku tegakkan had atas dirinya”. (HR. al Hakim).

Penjelasan Fiqih Berbohong Demi Keutuhan Keluarga

Baca juga: Hukum suami mencuci daleman istri dalam ilmu fiqih

Imam Sulaiman bin Muhammad bin Amr al Bujairami al Mishri al Syafi’i di dalam kitabnya (Hasyiyah al Bujairami ‘Ala al Khatib) menyatakan bahwa wajib bagi orang yang menyimpan untuk mengingkari simpanannya dari orang dhalim. Ini merupakan bagian dari kondisi yang harus berbohong.

Pada asalnya berbohong adalah haram, Namun terkadang hal itu diperbolehkan seperti (kebohongan) istri demi menjaga menjaga keharmonisan rumah tangganya.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa hukum berbohong dengan tidak mengakui perbuatan zina yang telah dilakukan demi menjaga keutuhan rumah tangga adalah boleh, bahkan di anjurkan (sunah)

Dasar pengambilan (1)

واعلم أنه يسن للزاني ولكل من ارتكب معصية أن يستر على نفسه: لخبر: من أتى من هذه القاذورات شيئا فليستتر بستر الله تعالى، فإن من أبدى لنا صفحته أقمنا عليه الحد رواه الحاكم . إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (4/ 166(

Dasar pengambilan (2)

قَوْلُهُ: (وَيَجِبُ عَلَى الْوَدِيعِ إنْكَارُ الْوَدِيعَةِ مِنْ ظَالِمٍ) هَذَا مِنْ الْمَوَاضِعِ الَّتِي يَجِبُ فِيهَا الْكَذِبُ، فَإِنَّهُ فِي الْأَصْلِ حَرَامٌ؛ وَقَدْ يَجُوزُ كَالزَّوْجَةِ حِفْظًا لِحُسْنِ عِشْرَتِهَا وَكَإِصْلَاحِ ذَاتِ الْبَيْنِ. حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب (3/ 300(

Daftar Pustaka:
1. I’anah al Thalibin. IV/166
2. Hasyiyah al Bujairami ‘Ala al Khatib. III/300

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Info seputar pondok pesnatren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.