Penjelasan Fiqih Meminta Cerai Dengan Alasan Sang Suami Tidak Bisa Memberikan Nafkah Batin

Benangmerahdasi  – Penjelasan Fiqih Meminta Cerai Dengan Alasan Sang Suami Tidak Bisa Memberikan Nafkah Batin. Menjawab Pertanyaan Kelurga Dasi yang menanyakan bab Khulu’

Fiqih bab khulu’ dan talaq
Pertanyaan dari saudari Ibnaty rosyid
menyuguhkan perbedaan dalam kebersamaan

PERTANYAAN ;
BOLEHKAH SEORANG ISTRI MEMINTA CERAI(khulu’) DENGAN ALASAN SANG SUAMI TIDAK BISA MEMBERIKAN NAFKAH BATIN…?

Contac Benangmerah
WA: 081384451265

JAWABAN;
Rijalul Ghaib

وجعله الامر ان المرءة اذا كرهت
زوجها لخلقه او خلقه او دينه او كبره او ضعفه او نحو ذلك وخشيت ان لا تؤدى حق الله في طاعته جاز لها ان تخالعه بعوض تفتدي به نفسها منه. )

ibnu qudamah. Al mughni. 7: 323(.”Kesimpulan perkra ini, Apabila seorang istri membenci suaminya karena akhlaknya atau fisiknya atau agamanya atau usianya atau lemahnya atau yg semisalnya sedang dia takut tidak bisa memenuhi hak alloh dalam taat pada suaminya maka dia boleh meminta hulu’ kepada suaminya dengan ganti rugi untuk melepaskan diri darinya”Kasus2 seorang istri dapat minta hulu’:

1. Agama suami buruk, biasa melakukan dosa besar
2. Suami terlihat membenci istri namun suami sngaja tidak mau mnceraikan
3. Ahlak suami buruk kepada istri seperti KDRT
4. Istri tidak benci pada suami namun tidak bisa mencintai suaminya sehingga tidak bisa taat pada suaminya. Dan takut terjerumus pada dosa2 besar
5. suami tidak bisa mnggauli istri dengan baik di sebabkan cacat secara biologis.

Tapi harus ingat juga…

“ايما امرءة ساءلت زوجها طلاقا في غير ماباءس فحرام عليها راءحةالجنة ”
Nabi dawuh:
seorang istri yg meminta cerai kepada suaminya tanpa kondisi terdesak, maka haram baginya baunya surga”)HR. Abu dawud dan Turmudzi

Kesimpulan: Boleh Minta Hulu’ tapi harus ada alasan Syar’i  atau alasan yang di benarkan menurut syari’at

Baca Juga: Penjelasan Fiqih Tentang mahar perningkahan dengan hafalan Al Qur’an

Dulu ada sahabat Nabi namanya sabit bin qois (buruk rupa) tapi sing wus disekseni nabi manjing suwargane.

Dari ibni abbas ra:

bahwa istri sabit itu datang pada nabi: ya rosul,,,saya tidak mencela suamiku sabit dalam budi pekertinya dan juga dalam masalah agama,tapi saya tidak mau mengkupuri nikmat dalam islam
(istri ini niat ingin minta huluk/cerai).

kmudian nabi berkata: apakah kamu mau mengembalikan kebunya suamimu?
Disini istri yang minta huluk harus membayar ganti)
jawab istri tadi: ya,,saya mau mengembalikannya.
Kemudian nabi menyuruh sabit untuk mengambil kebunnya kembali dan mentalaq istrinya tadi.
Ini kisah awal mulanya huluq/prmintaan cerai dari istri.

Khulu’ itu sprti talaq. jadi sama harus membayar ganti.

واركانه (خلع) خمسة: ملتزم للعوض، وبضع،وعوض، وزوج، وصيغة (اعانة الطالبين ج:٣ ص:٣٧٩)

Rukun khulu’ ada 5:
Wajib mengganti mahar misil, bidh’un/mahar, adanya ganti, suami, dan adanya sighot/kata2 khulu’. intinya bagi wanita yang khulu’ harus membayar ganti.

(Dari buku inganatutolibin halaman 378 jus 2 & buku hadis bulugulmaram halaman 230)

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda kungungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.