Penjelasan Fiqih Mengonsumsi Air Liur Walet Untuk Tujuan Pengobatan

Benangmerahdasi Penjelasan Fiqih Mengonsumsi Air Liur Walet Untuk Tujuan Pengobatan. menjawab pertanyaan dari Keluarga DASI saudara Abdee Abdee, beliau menanyakan bagaimana hukum mengonsumsi air liur walet untuk tujuan pengobatan ?

BENANG MERAH
NO : 00402
FIQIH BAB ATH’IMAH
Penjelasan Fiqih Mengonsumsi Air Liur Walet Untuk Tujuan Pengobatan
Hallo Benang merah

WA : 0813 8445 1265
WA : 0899 8605 999
_____________________

Sail : Abdee Abdee

Pertanyaan :

Bagaimana hukum mengonsumsi air liur walet untuk tujuan pengobatan ?
_____________________

Mujawib : Tim Benang Merah DASI

Jawaban :

Hukum mengonsumsinya air liur walet diperinci :

1. Jika dikonsumsi selain untuk tujuan pengobatan maka hukumnya khilaf .

Menurut qoul yang sohih, hukumnya adalah haram. Sedangkan menurut Imam Ghozali dan lainnya hukumnya adalah halal.

2. Jika di konsumsi untuk tujuan pengobatan maka di tafsil :

A. Jika memang memberikan khasiat yang lebih baik atau merupakan satu satunya obat maka hukumnya boleh.

B. Jika khasiatnya sama dengan obat-obatan lain yang halal maka tidak boleh.
_____________________

Refrensi :

1. Syarah Muhadzdzab juz 3

كل طاهر لا ضرر فيه فهو حلال الا ثلاثة أنواع وذلك كالخبز والماء واللبن والفواكه والحبوب واللحوم الطاهرة وغير ذلك لما ذكره المصنف والاجماع (وأما) الانواع الثلاثة المستثناة (فاحدها) المستقذرات كالمخاط والمني ونحوهما وهى محرمة على الصحيح المشهور وفيه وجه ضعيف حكاه امام الحرمين وغيره أنها حلال وممن قال به في المنى أبو زيد المروزى وحكم العرق حكم المني والمخاط وقد جزم الشيخ أبو حامد في تعليق

Terjadi khilaf dikalangan ulama terkait masalah haram atau halalnya liur burung walet, menurut qoul sohih haram, karena liur merupakan salah satu perkara yang menjijikan. sedangkan menurut Imam Haromain, abu Zaid Al marwazi dan imam Ghozali dalam kitab ta’liqnya hukumnya halal.

Baca Juga: Perbedaan Biawak dan Dhabb Serta Hukum Daging Keduanya

2. Syarah Muhadzdzab juz 9 halaman 55

ﻭَﺃَﻣَّﺎﺍﻟﺘَّﺪَﺍﻭِﻱْ ﺑِﺎﻟﻨَّﺠَﺎﺳَﺎﺕِ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻓَﻬُﻮَ ﺟَﺎﺋِﺰٌ ﺳَﻮَﺍﺀٌ ﻓِﻴﻪِ ﺟَﻤِﻴﻊُ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺳَﺎﺕِ ﻏَﻴْﺮُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻜِﺮِ ﻫَﺬَﺍ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻤَﺬْﻫَﺐُ ﻭَﺍﻟْﻤَﻨْﺼُﻮْﺹُ ﻭَﺑِﻪِ ﻗَﻄَﻊَ ﺍﻟْﺠُﻤْﻬُﻮﺭُ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻨَﺎ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﺍﻟﺘَّﺪَﺍﻭِﻱْ ﺑِﺎﻟﻨَّﺠَﺎﺳَﺔِ ﺇﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻃَﺎﻫِﺮًﺍ ﻳَﻘُﻮْﻡُ ﻣَﻘَﺎﻣَﻬَﺎ ﻓَﺈِﻥْ ﻭَﺟَﺪَﻩُ ﺣَﺮُﻣَﺖِ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺳَﺎﺕُ ﺑِﻼَ ﺧِﻼَﻑٍ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻳُﺤْﻤَﻞُ ﺣَﺪِﻳﺚُ ” ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻢْ ﻳَﺠْﻌَﻞْ ﺷِﻔَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ .” ﻓَﻬُﻮَ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻭُﺟُﻮﺩِ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﺣَﺮَﺍﻣًﺎ ﺇﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻏَﻴْﺮَﻩُ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻨَﺎ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺠُﻮْﺯُ ﺫَﻟِﻚَ ﺇﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻤُﺘَﺪَﺍﻭِﻱْ ﻋَﺎﺭِﻓًﺎ ﺑِﺎﻟﻄِّﺐِّ ﻳَﻌْﺮِﻑُ ﺃَﻧَّﻪُ ﻻَ ﻳَﻘُﻮﻡُ ﻏَﻴْﺮُ ﻫَﺬَﺍ ﻣَﻘَﺎﻣَﻪُ ﺃَﻭْ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻩُ ﺑِﺬَﻟِﻚَ ﻃَﺒِﻴﺐٌ ﻣُﺴْﻠِﻢٌ ﻋَﺪْﻝٌ ﻭَﻳَﻜْﻔِﻲْ ﻃَﺒِﻴﺐٌ ﻭَﺍﺣِﺪٌ ﺻَﺮَّﺡَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﺒَﻐَﻮِﻱُّ ﻭَﻏَﻴْﺮُﻩُ ﻓَﻠَﻮْ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻄَّﺒِﻴْﺐُ ﻳَﺘَﻌَﺠَّﻞُ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺸِّﻔَﺎﺀُ ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﺮَﻛْﺘَﻪُ ﺗَﺄَﺧَّﺮَ ﻓَﻔِﻲْ ﺇﺑَﺎﺣَﺘِﻪِ ﻭَﺟْﻬَﺎﻥِ ﺣَﻜَﺎﻫُﻤَﺎ ﺍﻟْﺒَﻐَﻮِﻱُّ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﺮَﺟِّﺢْ ﻭَﺍﺣِﺪًﺍ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﻭَﻗِﻴَﺎﺱُ ﻧَﻈِﻴﺮِﻩِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﻴَﻤُّﻢِ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺍْﻷَﺻَﺢُّ ﺟَﻮَﺍﺯَﻩُ ﺍﻫـ

Barang najis atau haram boleh di jadikan obat asal lebih baik dari barang yang suci atau ketika ke adaan terpaksa.

Hasi Kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa anda kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan kegiatan grup DASI bisa anda kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.