Penjelasan Fiqih Tentang Etika Bersenggama Suami-Istri

Benangmerahdasi.com – Penjelasan Fiqih Tentang Etika Bersenggama Suami-Istri. Menjawab pertanyaan keluarga DASI yang bertanya tentang fiqih bab Munakahat.

Fiqih Munakahat
Etika bersenggama
Hallo benangmerah
WA: 081384451265

Penjelasan Fiqih Tentang Etika Bersenggama Suami-Istri

Berhubungan badan dengan gaya apapun diperbolehkan, sambil duduk, berdiri, jongkok, tengkurap, gaya dada dan lain-lain asalkan tepar sasaran..

Firman Allah Swt:

Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam itu sebagaimana kamu kehendaki. (Albaqarah: 223).

Artainya gaulilah ia sesukamu baik dari depan atau belakang asalkan semuanya mengarah pada kelaminnya. (Al-Muhaddzab juz 2/62).

Jangan ditafsirkan macam-macam dulu, bebas tapi sopan khususnya laki-laki dengan istrinya sendiri.

Penjelasan Fiqih Tentang Etika Bersenggama Suami-Istri

ﺍﻻﺳﺘﻤﺘﺎﻉ ﻭﺍﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻠﻤﺮﺃﺓ ﺇﺫﺍ ﺍﻧﺘﻔﻰ ﺍﻟﻌﺬﺭ، ﺑﻤﺎ ﻳﺤﻘﻖ ﺍﻹﻋﻔﺎﻑ ﻭﺍﻟﺼﻮﻥ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ، ﻭﺗﺒﺎﺡ ﻛﻞ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻻﺳﺘﻤﺘﺎﻉ ﺇﻻ ﺍﻹﺗﻴﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺑﺮ ﻓﻬﻮ ﺣﺮﺍﻡ . ﻭﻣﻜﺎﻥ ﺍﻟﻮﻁﺀ ﺑﺎﺗﻔﺎﻕ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ : ﻫﻮ ﺍﻟﻘﺒﻞ، ﻻ ﺍﻟﺪﺑﺮ ‏( 1 ‏) ، ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻧﺴﺎﺅﻛﻢ ﺣﺮﺙ ﻟﻜﻢ، ﻓﺄﺗﻮﺍ ﺣﺮﺛﻜﻢ ﺃﻧﻰ ﺷﺌﺘﻢ { ‏[ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : 223/2 ‏] ‏( 2 ‏) ﺃﻱ ﻋﻠﻰ ﺃﻳﺔ ﻛﻴﻔﻴﺔ : ﻗﺎﺋﻤﺔ، ﺃﻭ ﻗﺎﻋﺪﺓ، ﻣﻘﺒﻠﺔ، ﺃﻭ ﻣﺪﺑﺮﺓ، ﻓﻲ ﺃﻗﺒﺎﻟﻬﻦ ‏( 3 ‏) . ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ : ﺇﻧﻤﺎ ﻗﻮﻟﻪ : } ﻓﺄﺗﻮﺍ ﺣﺮﺛﻜﻢ ﺃﻧﻰ ﺷﺌﺘﻢ { ‏[ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : 223/2 ‏] . ﻗﺎﺋﻤﺔ، ﻭﻗﺎﻋﺪﺓ، ﻭﻣﻘﺒﻠﺔ، ﻭﻣﺪﺑﺮﺓ، ﻓﻲ ﺃﻗﺒﺎﻟﻬﻦ، ﻻ ﺗﻌﺪﻭ ﺫﻟﻚ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮﻩ . ﻭﻟﻪ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﺃﺧﺮﻯ ﻓﻲ ﺍﻵﻳﺔ : ﺇﻥ ﺷﺌﺖ ﻓﻤﻘﺒﻠﺔ، ﻭﺇﻥ ﺷﺌﺖ ﻓﻤﺪﺑﺮﺓ، ﻭﺇﻥ ﺷﺌﺖ ﻓﺒﺎﺭﻛﺔ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﻌﻨﻲ ﺫﻟﻚ ﻣﻮﺿﻊ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻟﻠﺤﺮﺙ، ﻳﻘﻮﻝ : ﺍﺋﺖ ﺍﻟﺤﺮﺙ ﺣﻴﺚ ﺷﺌﺖ

Menggauli hukumnya wajib bagi seorang suami pada istrinya bila tanpa adanya udzur untuk menjauhkan dan menjaga diri dari keharaman, dan diperbolehkan senggama dengan berbagai cara asalkan bukan pada lubang anusnya karena ini haram. Tempat yang digunakan ”bercinta” menurut kesepakatan ulama adalah kelaminnya bukan duburnya, berdasarkan firman Allah ta’ala:
”Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanamamu itu sebagaimana kamu kehendaki (QS. 2:223).

Artinya dengan berbagai macam cara dan gaya: Berdiri, duduk dari depan, belakang asal kelaminnya.
Berkata Ibn Abbas Ra. ”Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu sebagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223).

Baca Juga: Hukum fiqih Merujuk Istri melalui Telfon

Artinya denga berbagai macam cara dan gaya: Berdiri, duduk, dari depan, belakang asal dikelaminnya jangan melampaui batas pada yang selain kelamin.

Ibn Abbas juga punya pernyataan lain sehubungan ayat ini: ”Bila kamu ingin gaya dari depan silahkan, bila kamu ingin gaya dari belakang silahkan, bila kamu ingin gaya setengah menderumpun silahkan, aku mengartikannya khusus pada tempat lahirnya anak (kelamin), datangilah dengan sesukamu”.
(alFiqh al-Islam IV/191).

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Info seputar pondok pesantren dan edukasi sanrti bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.