Perbedaan Mahar dan Mas Kawin

Perbedaan Mahar dan Mas Kawin

Benangmerahdasi.com – Dalam sebuah perningkahan identik sekali dengan Mahar atau Mas kawin. Lalu apa perbedaan Mahar dan mas kawin itu.

Berikut ini Akan di bahas secara lengkap Perbedaan mahar dan mas kawin.

Menjawab Pertanyaan keluarga DASI via Whatsapp

Pertanyaan :
1. Apa perbedaan mahar dan mas kawin? Apakah keduanya wajib ada?

2. Ada seorang pria ingin menikahi seorang wanita. Tetapi, ayah wanita tersebut meminta syarat sejumlah uang dan setelah ijab qobul selesai, uang tersebut dikembalikan lagi secata utuh kepada kedua mempelai dengan alasan untuk modal berumah tangga.

a) Apakah uang tersebut termasuk mahar?

b) Bagaimana status uang yang dikembalikan tersebut?
_____________________
Mujawib : Sholeh ID, Fathur El-Rozy Mieftakhuddin, Muhammad El Kaff, Ahmad Junaidi

Jawaban.

1. jawaban pertanyaan nomor 1 Perbedaan mahar dan mas kawin sebagai berikut. Pada dasarnya mahar dan mas kawin artinya sama. Hanya beda penyebutan saja. Dan mahar/ mas kawin wajib ada ketika telah selesai ijab qobul.

2. a) Uang yang di serahkan kepada pihak wanita adalah mahar.
Namun uang tersebut menjadi hak milik sang wanita.

b) Terkait status uang yang dikembalikan

Di tafsil :
Jika uang tersebut sudah di berikan oleh pengantin wanita kepada wali.
Maka status uang itu menjadi hibah.

Jika uang tersebut belum di berikan oleh wanita kepada wali dan tidak ada izin dari sang wanita maka status uang tersebut menjadi hibah yang tidak sah.

Dan suami wajib mengembalikan uang tersebut pada sang wanita.

Baca Juga: Penjelasan fiqih meminta cerai dengan alasan sang suami tidak bisa memberikan nafkah batin
__________________
Referensi :

1. Q.S. An-Nisa` ayat 4

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا

“Berikanlah mahar kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya”

2. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah Juz 24 halaman 24

وَالْمَهْرُ لَيْسَ شَرْطًا فِي عَقْدِ الزَّوَاجِ وَلاَ رُكْنًا عِنْدَ جُمْهُورِ الْفُقَهَاءِ ، وَإِنَّمَا هُوَ أَثَرٌ مِنْ آثَارِهِ الْمُتَرَتِّبَةِ عَلَيْهِ

“Menurut mayoritas fuqaha` mahar bukanlah salah satu syarat dalam akad nikah, bukan juga salah satu rukunnya. Tetapi mahar hanyalah merupakan salah satu konsekwensi logis yang timbul karena akad nikah tersebut.

3. Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an, Riyadl-Daru ‘Alam al-Kutub juz 5 halaman 33

وَالْخِطَابُ فِي هَذِهِ الْآيَةِ لِلْأَزْوَاجِ؛ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَقَتَادَةُ وَابْنُ زَيْدٍ وَابْنُ جُرَيْجٍ. أَمَرَهُمُ اللهُ تَعَالَى بِأَنْ يَتَبَرَّعُوا بِإِعْطَاءِ الْمُهُورِ نِحْلَةً مِنْهُمْ لِأَزْوَاجِهِمْ

“Pembicaan dalam ayat ini itu ditujukan kepada para suami sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Qatadah, Ibnu Zaid, dan Ibnu Juraij. Allah swt memerintahkan kepada mereka untuk berderma kepada isteri-isteri mereka dengan memberikan mahar dengan penuh kerelaan”

4. Tafsiir ar-Roozy juz V halaman 190

المسألة الثامنة : دلت هذه الآية على أمور : منها : ان المهر لها ولا حق للولي فيه ، ومنها جواز هبتها المهر للزوج ، وجواز أن يأخذه الزوج ، لأن قوله : { فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً } يدل على المعنيين ، ومنها جواز هبتها المهر قبل القبض ، لأن الله تعالى لم يفرق بين الحالتين …. المراد بقوله : { فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً } ليس نفس الأكل ، بل المراد منه حل التصرفات ، وإنما خص الأكل بالذكر لأن معظم المقصود من المال إنما هو الأكل ، ونظيره قوله تعالى : { إِنَّ الذين يَأْكُلُونَ أموال اليتامى ظُلْماً } [ النساء : 10 ] وقال : { لاَ تَأْكُلُواْ أموالكم بَيْنَكُمْ بالباطل } [ البقرة : 188 ] .

[ Masalah 8 ] Ayat ini menunjukkan beberapa makna di antaranya :

* Mahar pernikahan adalah hak istri bukan wali

▪Boleh bagi istri menghibahkan maharnya pada suami

▪Boleh bagi suami mengambil pemberiannya karena ayat “maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” Menunjukkan dua makna.

▪Istri boleh menghibahkannya sebelum ia terima

Yang dimaksud “maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya” bukan hanya sebatas memakannya namun mencakup segala unsur pengelolaan harta,

sedang dalam ayat tersebut hanya dibatasi dengan kata ‘memakan’ karena maksud utama dari dari penggunaan harta benda adalah memakannya sebagaimana dalam ayat lain :

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”(QS. 4:10),

dan ayat “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil.” (QS. 2:188).

5. Al-Fiqhul Manhaji Ala Madzhabil Imam Asy-Syafi’i, Juz 4 Halaman 75

ﺗﻌﺮﻳﻒ ﺍﻟﺼﺪﺍﻕ
ﺍﻟﺼﺪﺍﻕ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺍﻟﺬﻱ ﻭﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﺩﻓﻌﻪ ﻟﺰﻭﺟﺘﻪ ﺑﺴﺒﺐ ﻋﻘﺪ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ . ﻭﺳﻤﻲ ﺻﺪﺍﻗﺎ، ﻹﺷﻌﺎﺭﻩ ﺑﺼﺪﻕ ﺭﻏﺒﺔ ﺑﺎﺫﻟﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ
ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺼﺪﺍﻕ : ﻟﻠﺼﺪﺍﻕ ﻋﺪﺓ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﻧﺬﻛﺮﻫﺎ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻠﻲ
ﺃـ ﺣﻜﻤﻪ : ﺍﻟﺼﺪﺍﻕ ﻭﺍﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﺑﻤﺠﺮﺩ ﺗﻤﺎﻡ ﻋﻘﺪ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ، ﺳﻮﺍﺀ ﺳﻤﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﺪ ﺑﻤﻘﺪﺍﺭ ﻣﻌﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﻝ : ﻛﺄﻟﻒ ﻟﻴﺮﺓ ﺳﻮﺭﻳﺔ ﻣﺜﻼ، ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﺴﻢ، ﺣﺘﻰ ﻟﻮ ﺍﺗﻔﻖ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﻴﻪ، ﺃﻭ ﻋﺪﻡ ﺗﺴﻤﻴﺘﻪ، ﻓﺎﻻﺗﻔﺎﻕ ﺑﺎﻃﻞ، ﻭﺍﻟﻤﻬﺮ ﻻﺯﻡ .
ﺏ ـ ﺩﻟﻴﻞ ﻭﺟﻮﺑﻪ : ﻭﺩﻟﻴﻞ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﺼﺪﺍﻕ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ، ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ، ﻭﺍﻹﺟﻤﺎﻉ………..

6. Al Fiqh al Manhaji halaman 381

ج- اذا سمي المهر تسمية فاسدة :

المسألة السادسة :أن يشترط في عقد الزواج أن يكون جزء من المهر لغير الزوجة :كأبيها ،أو أخيها ،فإن النكاح صحيح ،والمهر فاسد،ويجب لها مهر المثل

7. Syarh al Yaqut an Nafis halaman 595

وكان السلف فى الماضي بتريم لا يعتبرون ما يقدمونه قبل العقد _وما نسميه جهازا_من المهر ؛فالعادة عندهم ،عند ما يتقدم الخطيب بالخطبة يقدم مئة ريال او سبعين ،ثم لما يعقدون …يتم العقد خمس أواق فضة ،إنما الغالب أنهم ينوون المهر من الجهاز ؛خوفا من أن يموت والمهر باق في ذمته ،واذا بقي في ذمة الزوج شيء من المهر …فإن الزوجة تسامحه
وقالوا إن أحل شيء ما تهبه الزوجة لزوجها من مهرها ؛لقوله تعالى :{فإن طبن لكم عن شيء منه نفسا فكلوه هنيئا مريئا}

Wallaahu A’lamu Bis Showaab.

Itulah penjelasan perbedaan mahar dan mas kawin semoga penjelasan ini bermanfaat untuk kita semua.

Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.