Profil dan sejarah Pondok Pesantren Futuhiyyah Grobogan Jawa Tengah

Benangmerahdasi  – Profil dan sejarah Pondok Pesantren Futuhiyyah Grobogan Jawa Tengah.

A. PROFIL PESANTREN

Nama : Pondok Pesantren Salafiyyah Futuhiyyah
Alamat : Karanganyar, Godong Grobogan, Jawa Tengah
Telp : 0292-659227
Pendiri : Kiai Ridhwan bin Kyai Imron
Tahun Berdiri : 1943
Pengasuh : KH. Musta’in Dhofir.

Profil dan sejarah Pondok Pesantren Futuhiyyah Grobogan Jawa Tengah

Ciri Khas : Pendalaman kitab-kitab salaf, hafalan Al Qur’an dan Mujahadah Kubro
Musholla itu ukurannya 5 x 6 meter. Namun, pada 1943 peranannya luar biasa dalam mengembangkan syiar Islam. Musholla itu terletak di dukuh Karanganyar desa Godong Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Desa itu letaknya 45 km di sebelah timur kota Semarang. Di musholla yang terbuat dari bambu, masyarakat sekitar melasanakan sholat berjama’ah, mengaji al Qur’an, dan membaca al Barzanji di bawah asuhan Kiai Ridhwan bin Kiai Imron bin Kiai Tafsir Anom bin Kiai Nur Hasan.

Santri ditampung dalam sebuah bangunan sederhana dengan beberapa buah kamar kecil. Bangunan tersebut akhirnya tak dapat menampung para santri yang semakin hari semakin bertambah banyak. Santri datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:

KH. Dhofir, putra Kiai Ridhwan giat memajukan pondok pesantren rintisan ayahnya. Pesantren yang menyelenggarakan pengajian kitab-kitab salaf akhirnya diberi nama pondok pesantren salafiyah Futuhiyyah. Pesantren itu cepat berkembang, karena dalam beberapa bulan saja sudah memiliki 45 santri. Namun pada 1968, KH Dhofir meninggal dunia, sehingga pesantren menjadi vakum.

Pada 1974, KH Mustain bin Kiai Dhofir, putra tertua Kiai Dhofir membuka kembali pesantren tersebut. Pondok pesantren Futuhiyyah tetap menyelenggarakan pengajaran kitab-kitab salaf.

Pondok Pesantren Futuhiyyah juga menyelenggarakan sistem pendidikan madrasah. Pada tahun 1979, pesantren Futuhiyyah menerima sumbangan bangunan bekas pondok pesantren di desa Klambu, kabupaten Grobogan yang ditinggal wafat sang kiai.

Profil dan sejarah Pondok Pesantren Futuhiyyah Grobogan Jawa Tengah

B. CIRI KHAS PESANTREN

Ciri khas pesantren Futuhiyyah antara lain :
1. Pondok Pesantren Futuhiyyah selain mengutamakan kitab-kitab salaf, juga memakai pendidikan sistem madrasi. Para santri diberikan pengajaran kitab-kitab salaf (kuning) dan pengajaran umum dengan sistem madrasi (klasikal).

2. Mendidik para santri hafal Al Qur’an. Pada tahun 1989 pesantren ini membuka pengajian hafalan al Qur’an (tahfidzul Qur’an) dibimbing langsung oleh ustadz A. Mughni adik kadung KH. A. Mustain Dhofir

3. Mengadakan Jamiiyah Thoriqoh pada setiap Jum’at Kliwon yang dilasanakan sebagai mujahadah kubro. Kegiatan mujahadah kubro ini dimaksudkan untuk mengetahui pendalaman bagi aggotanya melalui diskusi yang diikuti seluruh atau sebagian besar anggota jamiyyah thoriqoh.

4. Mendidik para santri pintar berwiraswasta melalui kegiatan koperasi.

5. Para santri diharuskan salat fardhu berjama’ah untuk menerapkan jiwa kepemimpinan dan kebersamaan.

6. Pada jam 24.00 para santri diharuskan melaksanakan sholat tahajud dan diharuskan melaksanakan sholat Dhuha di pagi hari sebelum pe pengajian dimulai.

C. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

1. Pendidikan Formal
Sejak 1997 Pondok Pesantren Futuhiyyah mendirikan SLTP terbuka bagi siswa yang tidak mampu melanjutkan ke pendidikan fomal. Kelebihannya mereka dapat mengaji dan melanjutkan pendidikan setingkat pendidikan umum, tanpa keluar dari pondok pesantren. Mereka juga tidak dipungut biaya apapun, sebab seluruh biaya ditanggung pemerintah

2. Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal di Pondok Pesantren Futuhiyyah dibagi menjadi dua kelompok :

a) Kelompok pendidikan yang jenjangnya berdasarkan umur, yaitu madrasah diniyah mulai dari kelas I sampai kelas VI. Awal masuk diniyah umur 5 tahun.

b) Kelompok pendidikan yang jenjangnya berdasarkan kemampuan para santri dalam mengkaji kitab kuning, seperti : kelas jurumiyyah, kelas imrithy dan kelas fathul wahhab.
Dalam mengkaji kitab kuning ini, para santri ini ditekankan pada ilmu alat dan ilmu fiqih. Kelompok pendidikan ini menggunakan sistem musyawarah dengan dipandu oleh beberapa orang ustadz.

c) Ekstrakurikuler
Adapun kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Futuhiyyah antara lain khitobah, menjahit dan kesenian rebana. Kelompok kesenian rebana ini sering diundang masyarakat sekitar maupun diluar kabupaten Grobogan untuk mengisi hiburan pada acara khitanan, pernikahan, dan lain-lain.

D. PROGRAM PENGEMBANGAN

Pondok Pesantren Futuhiyyah dalam menghadapi perubahan zaman dan kemajuan teknologi, selalu berusaha memajukan pesantren. Di bidang fisik misalnya, pesantren dan masyarakat sekitar melakukan kerjasama untuk tetap menjaga pesantren dalam kondisi bersih. Selain itu pesantren juga menambah ruang belajar santri serta membuka pesantren anak-anak.

Sedangkan secara non fisik, pesantren mempersiapkan kader-kader tenaga pengajar yang berkualitas, karena sampai saat ini para guru yang mengajar rata-rata alumni pondok pesantren.

Di samping itu, untuk menambah wawasan di kalangan para santri, pesantren juga mengirim mereka ke berbagai lembaga pendidikan di luar pondok untuk menambah ilmu pengetahuan. Seperti mengirim santri mengikuti pelatihan pertanian dan kehutanan di Balai Kehutanan Alas Kelu Wonogiri.

Profil dan sejarah Pondok Pesantren Futuhiyyah Grobogan Jawa Tengah

Source :
direktori pesantren
kemenag RI
Oleh: Shakira Nahal

Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.