Setatus Perningkahan Suami Istri yang Melakukan Zina

Benangmerahdasi.com  Setatus Perningkahan Suami Istri yang Melakukan Zina. Menjawab pertanyaan keluarga DASI yang bertanya tentang fiqih bab nikah.

Fiqih bab nikah
[tentang arti sebuah status]
No: 00145
Hallo benangmerah
WA:081384451265

Setatus Perningkahan Suami Istri yang Melakukan Zina

PERTANYAAN
BAGAIMANA STATUS PERNIKAHAN SUAMI ISTRI YANG MELAKUKAN ZINA…?

JAWABAN
Status suami istri tetap sah walaupun salah satu atau kedua pasangan melakukan dosa besar dengan berzina dengan wanita atau pria lain.

Berdasarkan sabda Rasulullah:

جاء رجل إلى النبي _صلى الله عليه وسلم_ وقال: إن امرأتي لا تمنع يد لامس. قال: غربها قال أخاف أن تتبعها نفسي قال: استمتع بها

Artinya:
Seorang laki-laki datang menghadap Nabi dan berkata: Istri saya tidak menolak tangan jahil (baca, suka selingkuh). Nabi menjawab: ceraikan dia. Laki-laki itu berkata: Tapi saya masih sayang. Nabi berkata: Kalau begitu, pertahankan (tidak perlu bercerai). Hadits riwayat (HR) Abu Daud.
Hadits ini sahih menurut Imam Nawawi dan Ibnu Hajar Asqalani dalam Al-Talkhis, hlm. 3/452.

Setatus Perningkahan Suami Istri yang Melakukan Zina

Baca juga: Penjelasan seputar darah perawan/ selaput darah

Dalam menjelaskan hadits di atas Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Al-Khobir, hlm. 3/ 452-453, menguraikan:

اخْتَلَفَ الْعُلَمَاءُ فِي مَعْنَى قَوْلِهِ: (لَا تَرُدُّ يَدَ لَامِسٍ) : فَقِيلَ: مَعْنَاهُ : الْفُجُورُ، وَأَنَّهَا لَا تَمْتَنِعُ مِمَّنْ يَطْلُبُ مِنْهَا الْفَاحِشَةَ، وَبِهَذَا قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ، وَالْخَلَّالُ، وَالنَّسَائِيُّ، وَابْنُ الْأَعْرَابِيِّ، وَالنَّوَوِيُّ.

Artinya:
Ulama berbeda pendapat atas makna hadits “tidak menolak tangan yang menyentuhnya”. Sebagian ulama menyatakan artinya adalah “Perbuatan dosa. Yakni perempuan itu tidak menolak pria yang mengajaknya berbuat dosa” Ini pendapat Abu Ubaid, Al-Khollal, Nasa’i, Ibnul A’rabi dan Nawawi.

Dari hadits dan penjelasannya ini dapat disimpulkan bahwa
(a) perbuatan zina tidak membatalkan pernikahan;
(b) istri yang berselingkuh dengan pria lain tidak wajib ditalak walaupun menceraikannya itu lebih dianjurkan:
(c) begitu juga suami yang berzina, maka istri boleh tetap mempertahankan rumahtangga dengannya.
Walaupun seandainya istri meminta cerai atau melakukan gugat cerai itu lebih baik.

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.