Syetan Turut Menikmati Makanan yang Tidak Disebut Nama Allah Padanya

Benangmerahdasi  – Syetan Turut Menikmati Makanan yang Tidak Disebut Nama Allah Padanya.

Suatu ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sedang berkumpul dengan beberapa orang sahabat, salah seorang diantara mereka makan, dan dia tidak memulainya dengan membaca Bismillah. Adapun Rasulullah hanya memperhatikan saja, tanpa menegurnya.

Sahabat lelaki itu terus melanjutkan makannya, sampai pada suapan terakhir, tiba-tiba ia berhenti seperti teringat sesuatu, dan berkata, “Bismillaahi awwalahu wa akhirahu…” Kemudian ia memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.

Rasulullah yang sebelumnya hanya diam memperhatikan, tiba-tiba tertawa.. Seorang sahabat lainnya keheranan dengan sikap beliau dan menanyakan sebabnya, lalu beliau bersabda, “Syetan selalu menyertai lelaki tersebut ketika dia makan (karena ia tidak mengawalinya dengan membaca Bismillah). Dan ketika (suapan terakhir) dia ingat lalu mengucapkan asma Allah, maka syetan itu memuntahkan apa yang ada di dalam perutnya…!!”

Syetan Turut Menikmati Makanan yang Tidak Disebut Nama Allah Padanya

Dalam riwayat yang lain juga dikisahkan oleh sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Apabila kami makan bersama Nabi, maka kami tidak memulainya sehingga beliau mulai makan lebih dahulu. Suatu hari kami makan bersama, tiba-tiba datanglah seorang anak gadis kecil yang tangannya seakan-akan terdorong ingin diletakkan ke makanan yang sudah tersedia. Lalu Nabi dengan segera memegang tangan anak itu.

Tidak lama kemudian datanglah seorang arab badui. Dia ingin pula ikut makan, Nabi lantas memegang tangan orang itu juga. Sesudah itu beliau bersabda, “Sesungguhnya syetan turut menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah padanya.

Syetan datang bersama anak gadis kecil itu dengan maksud bisa turut makan, karena anak itu belum menyebut asma Allah sebelum makan, sehingga aku memegang tangannya. Demikian pula, syetan pun datang bersama arab badui itu supaya bisa turut menikmati makanannya. Maka aku pegang tangannya. Demi Allah yang jiwaku ada ditangan-Nya, sesungguhnya tangan syetan itu berada di tanganku bersama tangan anak gadis tersebut.” (HR. Muslim no.2017).

Baca Juga: 11 Golongan  terbaik sesuai Sabda Rosululllah Sallallahu ‘Alayhi Wasallam

Islam adalah agama yg membawa rahmat bagi semesta alam. Agama Allah yang menjelaskan segala bentuk kebaikan bagi umat manusia.
Berbagai macam permasalahan hidup manusia telah diatur didalamnya, termasuk adab ketika makan dan minum. Rasulullah bersabda,

” Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada didekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022 )
Bahkan Imam Ahmad menyebutkan ada 4 hal dalam aspek makanan yang disebut sebagai hidangan/makanan yang sempurna, yaitu : menyebut nama Allah saat mulai makan, memuji Allah di akhir makan, banyaknya orang yang turut makan, dan makanan tersebut berasal dari sumber yang halal.

Syetan Turut Menikmati Makanan yang Tidak Disebut Nama Allah Padanya

Bahkan saat ini unsur thoyib (sehat bergizi) juga termasuk hal yang diperhatikan. Menyebut nama Allah dengan  bismillah  sebelum kita makan mungkin hal yg sepele, namun itulah awal “pintu gerbang” yang berfungsi ”mencegah” syetan ikut berpartisipasi menikmati makanan yang masuk ke mulut dan mengikuti aliran pembuluh darah yang ada dalam tubuh kita.

Jika sebelum makan kita lupa baca bismillah, maka hendaknya kita ucapkan  bismillahi awalaahu wa akhirahu lalu lanjutkan makan, sebagaimana diajarkan Rasulullah.

Hadits dari Aisyah ra. dimana beliau bersabda, “Jika salah satu kalian hendak makan, maka hendaklah menyebut nama Allah. Jika dia lupa menyebut nama Allah di awal makan, hendaklah mengucapkan  bismillahi awalahu wa akhirahu.” ( HR. Abu H no. 3767 ).

Baca Juga: Wasiat Syaik Ibnu Atha’illah tentang umur dan zikir

Demikian kesempurnaan islam yang hujjahnya sangat jelas dan terang. Agar kita bisa saling mengingatkan sesama muslim dalam perilaku hidup sehari-hari. Tidak akan ada pertanyaan yang bernada minor “pakai jilbab kok makan/minum dengan tangan kiri.. atau sudah naik haji berkali-kali, tapi makan/minum tidak baca basmallah”

Apa yang salah ? Mari kita saling mengingatkan, inilah inti kebersamaannya.
Semua itu termasuk keindahan dan kesempurnaan Islam, agar kita selalu mendapat keberkahan serta ridho-Nya dengan tidak lupa membaca nama Allah dalam setiap memulai langkah dan aktifitas kita.

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com
Info seputar pondok pesantren dan edukasi santri bisa pembaca kunjungi di Santridasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.